Ibu Menyusui Makan Jeroan Ayam, Apakah Aman?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/mXpzz_8HonPzej0w2f3b1/original/hz0rbu4ns9jqlzl04i3e1odbo15ovces.png)
Masa menyusui adalah periode penting bagi Mama dan bayi. Apa yang dikonsumsi Mama akan berpengaruh pada kualitas ASI dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Tak heran jika banyak pertanyaan muncul seputar makanan tertentu, termasuk soal apakah ibu menyusui boleh makan jeroan ayam?
Jeroan ayam seperti hati, ampela, dan usus sering menjadi favorit karena rasanya gurih dan kandungan gizinya cukup tinggi.
Namun, di balik kandungan nutrisi tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mengonsumsinya tetap aman dan tidak berdampak negatif bagi Mama maupun bayi. Mari ketahui selengkapnya tentang ibu menyusui makan jeroan ayam lewat ulasan berikut ini.
Artikel lainnya: Resep Mie Ayam Sehat & Lezat untuk Ibu Menyusui (Busui)
Keamanan Konsumsi Jeroan Ayam bagi Ibu Menyusui
Secara umum, ibu menyusui boleh makan jeroan ayam asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan benar. Jeroan ayam mengandung berbagai zat gizi penting, seperti protein, zat besi, vitamin A, vitamin B12, dan folat.
Terlebih lagi, kebutuhan zat besi dan vitamin B kompleks meningkat selama menyusui karena tubuh tetap bekerja ekstra untuk memproduksi ASI. Dalam hal ini, hati ayam termasuk salah satu sumber zat besi hewani yang mudah diserap tubuh.
Selain itu, hati ayam kaya akan vitamin A dan B12 yang penting untuk pembentukan sel darah merah serta menjaga daya tahan tubuh. Kandungan ini tentu bisa menjadi nilai tambah bagi ibu menyusui yang rentan mengalami anemia pasca persalinan.
Meskipun memiliki banyak manfaat, konsumsi jeroan tidak boleh berlebihan. Salah satu alasannya adalah kandungan kolesterol yang cukup tinggi.
Healthline menyebutkan bahwa jeroan memang padat nutrisi, tetapi juga tinggi kolesterol sehingga perlu dibatasi konsumsinya.
Selain kolesterol, hati ayam juga mengandung vitamin A dalam jumlah tinggi. Meski vitamin A memang penting, tetapi konsumsi berlebihan bisa berdampak kurang baik bagi tubuh.
Walau risiko utama kelebihan vitamin A lebih sering dibahas pada kehamilan, prinsip konsumsi secukupnya tetap berlaku saat menyusui.
Dari sisi keamanan pangan, penting untuk memasak produk unggas hingga matang sempurna untuk mencegah infeksi bakteri seperti Salmonella. Ini sangat penting karena infeksi saluran cerna pada Mama bisa mengganggu kondisi fisik dan proses menyusui.
Artikel lainnya: Manfaat Fenugreek untuk ASI dan Ibu Menyusui
Tips Konsumsi Jeroan Ayam Saat Menyusui
Meski ibu menyusui boleh makan jeroan ayam, namun dianjurkan untuk dilakukan eyap berhati-hati. Supaya lebih aman, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
1. Perhatikan porsi konsumsi
Porsi adalah kunci utama dalam mengonsumsi jeroan. Disarankan mengonsumsi organ jeroan tidak setiap hari, melainkan sesekali dalam jumlah yang terbatas.
Untuk ibu menyusui, konsumsi hati ayam atau jeroan lainnya cukup 1–2 kali seminggu dengan porsi sekitar 50–75 gram per sekali makan.
Dengan porsi ini, Mama tetap bisa mendapatkan manfaat jeroan ayam untuk ibu menyusui seperti zat besi dan vitamin B12 tanpa risiko kelebihan kolesterol atau vitamin A.
2. Pastikan jeroan segar dan bersih
Pilih jeroan yang berwarna segar, tidak berbau menyengat, dan tidak berlendir. Perlu Mama perhatikan, bahan pangan hewani harus disimpan pada suhu dingin dan segera dimasak untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Cuci bersih jeroan di bawah air mengalir, dan bila perlu rebus terlebih dahulu sebelum diolah lebih lanjut.
3. Masak hingga matang sempurna
Makan jeroan pada dasarnya tidak boleh dalam posisi setengah matang. Proses memasak hingga benar-benar matang dapat membantu membunuh bakteri berbahaya. Direkomendasikan untuk memasak unggas hingga suhu internal minimal 74°C.
Memasak dengan cara direbus, dikukus, atau ditumis dengan sedikit minyak lebih disarankan dibandingkan digoreng berulang kali, karena proses penggorengan berlebihan bisa meningkatkan kadar lemak jenuh.
Artikel lainnya: 10 Makanan Ibu Menyusui untuk ASI yang Berkualitas
4. Hindari pengolahan terlalu berminyak atau pedas
Ibu menyusui sebenarnya tidak perlu pantang makanan tertentu secara ketat, tetapi konsumsi makanan terlalu pedas atau berlemak bisa memicu gangguan pencernaan pada sebagian Mama.
Makanan tinggi lemak juga dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan jika dikonsumsi berlebihan. Jika Mama merasa bayi menjadi lebih rewel setelah konsumsi makanan tertentu, lakukan evaluasi pola makan secara bertahap.
5. Seimbangkan dengan sayur dan buah
Agar nutrisi lebih lengkap, konsumsi jeroan sebaiknya dibarengi sayuran hijau, buah, serta sumber karbohidrat kompleks.
Pola makan seimbang sangat penting untuk menjaga kualitas ASI dan kesehatan ibu menyusui. Dengan pola makan yang beragam, Mama tidak perlu bergantung pada satu jenis makanan saja untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Ingin memastikan asupan nutrisi selama menyusui tetap aman dan optimal? Jangan ragu untuk mengikuti event Hallobumil yang rutin menghadirkan dokter dan konselor laktasi agar Mama bisa bertanya langsung seputar pola makan, ASI, hingga tumbuh kembang si Kecil.
Kalau ingin lebih praktis, Mama juga bisa download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan artikel kesehatan terpercaya, panduan menyusui, serta tips harian yang relevan dengan fase Mama dan bayi saat ini.
Supaya tidak merasa sendirian dalam perjalanan menyusui, yuk gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp. Di sana, Mama bisa berbagi cerita, bertanya pengalaman, dan saling menguatkan dengan sesama Mama lainnya.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
