loading

Gejala Hidrosefalus pada Si Kecil, Penyebab, dan Penanganannya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Hidrosefalus pada anak terjadi akibat penumpukan cairan di otak. Kenali gejala, penyebab, tanda bahaya, serta pilihan penanganan yang dapat dilakukan untuk membantu kondisi si kecil.
gejala-hidrosefalus-pada-anak

Mendapati ada sesuatu yang berbeda pada tubuh atau perkembangan Si Kecil tentu bisa membuat Mama khawatir.

Salah satu kondisi yang perlu diketahui adalah hidrosefalus pada Si Kecil, yaitu penumpukan cairan serebrospinal atau cairan otak di dalam ruang-ruang otak yang disebut ventrikel.

Penumpukan ini dapat membuat ventrikel membesar dan meningkatkan tekanan pada jaringan otak. Pada Si Kecil, kondisi tersebut dapat terlihat melalui perubahan ukuran kepala, ubun-ubun, pola makan, perilaku, hingga perkembangan Si Kecil. Simak selengkapnya tentang hidrosefalus lewat artikel berikut ini.

Apa Itu Hidrosefalus pada Si Kecil?

Cairan serebrospinal atau cerebrospinal fluid (CSF) sebenarnya memiliki fungsi penting untuk melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Cairan ini terus diproduksi, mengalir melalui ruang di dalam dan sekitar otak, kemudian diserap kembali oleh tubuh.

Hidrosefalus terjadi ketika aliran atau penyerapan cairan tersebut mengalami gangguan sehingga cairan menumpuk lebih banyak dari seharusnya.Pada Si Kecil, hidrosefalus dapat sudah ada sejak lahir atau berkembang setelah kelahiran.

Karena tulang tengkorak Si Kecil masih dapat melebar dan belum menyatu sepenuhnya, peningkatan cairan di dalam otak dapat menyebabkan ukuran kepala bertambah secara tidak normal.

Itulah sebabnya pemantauan lingkar kepala menjadi salah satu bagian penting dalam pemeriksaan tumbuh kembang Si Kecil.

Mama juga perlu tahu bahwa ukuran kepala Si Kecil yang besar tidak selalu berarti hidrosefalus. Beberapa Si Kecil memang memiliki ukuran kepala yang lebih besar secara normal atau dipengaruhi faktor genetik.

Dokter akan melihat pertumbuhan lingkar kepala dari waktu ke waktu serta mempertimbangkan gejala dan hasil pemeriksaan lainnya sebelum menentukan diagnosis.

Artikel lainnya: Bagaimana Otak Bayi Berkembang Sejak dalam Kandungan?

Gejala Hidrosefalus yang Perlu Diperhatikan

Mengenali gejala awal hidrosefalus pada Si Kecil penting agar Si Kecil bisa mendapatkan pemeriksaan sedini mungkin.

Gejalanya dapat berbeda pada setiap Si Kecil, tetapi perubahan pada ukuran kepala, ubun-ubun, pola makan, kondisi mata, tingkat kewaspadaan, dan perkembangan dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

Perubahan ukuran kepala

Salah satu tanda yang paling mudah diamati adalah ukuran kepala yang tampak lebih besar dari biasanya atau bertambah dengan cepat. Pada hidrosefalus, lingkar kepala dapat meningkat lebih cepat dibandingkan pola pertumbuhan yang seharusnya.

Untuk itu, pemeriksaan rutin Si Kecil biasanya mencakup pengukuran lingkar kepala untuk memantau pertumbuhannya. 

Mama tidak perlu langsung panik ketika melihat ukuran kepala Si Kecil cukup besar. Yang lebih penting adalah bagaimana pola pertumbuhannya dari waktu ke waktu.

Dokter dapat membandingkan hasil pengukuran lingkar kepala dengan kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin serta menilai kondisi Si Kecil secara keseluruhan. 

Perubahan ubun-ubun

Ubun-ubun atau fontanel merupakan bagian lunak di kepala Si Kecil yang memang normal ditemukan selama masa awal kehidupan. Pada Si Kecil dengan hidrosefalus, ubun-ubun dapat tampak menonjol atau terasa lebih tegang, terutama ketika tekanan di dalam kepala meningkat.

Namun, kondisi ubun-ubun tidak sebaiknya dinilai sendirian. Ubun-ubun dapat terlihat berbeda tergantung posisi Si Kecil, kondisi tubuh, dan situasi tertentu.

Jika Mama melihat ubun-ubun Si Kecil tampak menonjol dan disertai gejala lain seperti muntah berulang, sangat mengantuk, sulit menyusu, atau kejang, segera konsultasikan kepada dokter, ya!

Gejala neurologis dan perilaku

Selain perubahan fisik, hidrosefalus dapat menyebabkan gejala yang berkaitan dengan fungsi otak dan sistem saraf.

Pada Si Kecil, tanda tersebut dapat berupa mudah mengantuk, sulit menyusu atau makan, muntah, lebih rewel dari biasanya, kejang, hingga gerakan mata yang mengarah ke bawah secara menetap atau dikenal sebagai sunsetting eyes.

Perubahan perkembangan juga perlu diperhatikan. Misalnya, Si Kecil tidak mencapai kemampuan yang sesuai usianya atau mengalami perlambatan maupun kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai.

Meski demikian, keterlambatan perkembangan memiliki banyak kemungkinan penyebab sehingga tidak bisa langsung dianggap sebagai hidrosefalus tanpa pemeriksaan dokter.

Artikel lainnya: Perkembangan Bayi 0–12 Bulan Bulan demi Bulan

Penyebab Hidrosefalus

Secara sederhana, penyebab hidrosefalus pada Si Kecil berkaitan dengan terganggunya aliran atau penyerapan cairan serebrospinal.

Gangguan tersebut dapat terjadi karena adanya sumbatan pada jalur cairan, gangguan perkembangan otak dan sistem saraf, maupun kondisi tertentu yang terjadi sebelum atau setelah kelahiran.

banner

Beberapa penyebab atau kondisi yang dapat berkaitan dengan hidrosefalus pada Si Kecil antara lain:

  • Kelainan bawaan, termasuk gangguan perkembangan otak atau sistem saraf yang menyebabkan aliran cairan serebrospinal terhambat.
  • Stenosis akuaduktus Sylvii, yaitu penyempitan pada saluran yang menjadi jalur aliran cairan serebrospinal di dalam otak.
  • Spina bifida atau kelainan tabung saraf tertentu, yang dapat berkaitan dengan hidrosefalus.
  • Perdarahan di dalam otak, terutama pada Si Kecil yang lahir prematur.
  • Infeksi selama kehamilan atau infeksi pada sistem saraf, yang dapat menyebabkan peradangan dan mengganggu aliran maupun penyerapan cairan otak.
  • Tumor atau kondisi lain yang menyebabkan sumbatan, meskipun penyebab ini tidak selalu terjadi pada Si Kecil.

Pada sebagian Si Kecil, penyebab hidrosefalus tidak dapat diketahui secara pasti. Jadi, Mama tidak perlu langsung menyalahkan diri sendiri ketika Si Kecil didiagnosis mengalami kondisi ini. Banyak faktor yang dapat berperan, termasuk kondisi yang terjadi sejak perkembangan Si Kecil di dalam kandungan.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Hidrosefalus?

Ketika dokter mencurigai hidrosefalus, pemeriksaan biasanya dimulai dengan melihat riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis, serta memantau pertumbuhan kepala dan perkembangan Si Kecil.

Dokter juga akan menilai berbagai gejala yang dialami Si Kecil untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan. 

Pada Si Kecil, USG kepala dapat menjadi salah satu pemeriksaan awal karena dapat dilakukan melalui ubun-ubun yang masih terbuka. Pemeriksaan ini dapat membantu melihat ukuran ventrikel dan mengetahui apakah terdapat penumpukan cairan.

Dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan MRI untuk mendapatkan gambaran otak yang lebih detail, termasuk ukuran ventrikel dan kemungkinan penyebab hidrosefalus.

Sementara itu, CT scan dapat digunakan dalam situasi tertentu, terutama ketika dokter membutuhkan pemeriksaan yang cepat, misalnya pada kondisi darurat.

Jenis pemeriksaan yang dipilih tidak selalu sama untuk setiap Si Kecil. Dokter akan menyesuaikannya dengan usia, gejala, kondisi Si Kecil, serta kemungkinan penyebab yang sedang dicari.

Jadi, Mama tidak perlu membandingkan pemeriksaan Si Kecil dengan Si Kecil lain karena kebutuhan setiap anak bisa berbeda.

Pilihan Penanganan dan Pemantauan

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke penanganan hidrosefalus bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, kondisi Si Kecil, serta apakah penumpukan cairan menyebabkan peningkatan tekanan di dalam kepala.

Karena hidrosefalus dapat memengaruhi jaringan otak, dokter akan menentukan penanganan yang sesuai dan melakukan pemantauan secara berkala.

Beberapa pilihan penanganan yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Pemasangan shunt, yaitu sistem berupa selang dan katup yang membantu mengalirkan kelebihan cairan dari otak ke bagian tubuh lain, biasanya ke rongga perut, agar cairan dapat diserap tubuh.
  • Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV), yaitu prosedur menggunakan endoskop untuk membuat jalur baru agar cairan serebrospinal dapat mengalir keluar dari ventrikel tertentu. Prosedur ini hanya sesuai untuk kondisi tertentu.
  • Penanganan penyebab yang mendasari, jika hidrosefalus berkaitan dengan kondisi tertentu yang dapat ditangani.
  • Pemantauan dan terapi pendukung, termasuk pemeriksaan perkembangan serta rehabilitasi bila Si Kecil mengalami masalah perkembangan atau fungsi tertentu. 

Bila Si Kecil menggunakan shunt, pemantauan jangka panjang tetap penting. Shunt dapat mengalami penyumbatan, infeksi, atau gangguan fungsi sehingga orang tua perlu mengetahui tanda-tanda yang harus segera diperiksakan.

Pemeriksaan rutin juga membantu dokter memantau perkembangan neurologis dan kondisi Si Kecil dari waktu ke waktu.

Mama mungkin merasa cemas ketika mendengar kata “operasi” atau “shunt”. Perasaan tersebut sangat wajar. Namun, keputusan mengenai tindakan akan dibuat oleh tim dokter berdasarkan kondisi Si Kecil.

Mama dapat meminta dokter menjelaskan tujuan tindakan, manfaat, risiko, serta rencana pemantauan setelahnya agar lebih memahami setiap tahap perawatan.

Artikel lainnya: Nutrisi Penting untuk Otak Bayi di 2 Tahun Pertama

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?

Mama sebaiknya segera membawa Si Kecil untuk mendapatkan pertolongan medis jika muncul gejala yang mengkhawatirkan, terutama muntah berulang tanpa penyebab yang jelas, sulit menyusu atau makan, sangat mengantuk atau sulit dibangunkan, menangis dengan nada tinggi, atau mengalami kejang.

Gejala-gejala tersebut membutuhkan penilaian medis segera karena dapat berkaitan dengan peningkatan tekanan di dalam kepala maupun kondisi serius lainnya. 

Jika Si Kecil sudah menjalani pemasangan shunt, Mama juga perlu waspada terhadap munculnya kembali gejala sebelumnya, muntah, mengantuk, kejang, demam, atau kemerahan dan nyeri di sepanjang jalur shunt.

Bila tanda tersebut muncul, jangan menunggu terlalu lama untuk menghubungi dokter atau fasilitas kesehatan. Mama, memantau tumbuh kembang Si Kecil memang terasa seperti perjalanan panjang yang penuh pertanyaan.

Supaya Mama punya teman untuk mencari informasi kesehatan dan perkembangan Si Kecil sehari-hari, download aplikasi Hallobumil dan temukan berbagai informasi yang bisa menemani perjalanan Mama sejak masa kehamilan hingga Si Kecil lahir.

Setelah mengetahui pentingnya mengenali perubahan pada Si Kecil, Mama juga tidak harus menjalani semuanya sendirian.

Yuk, gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk bertemu dengan Mama lainnya, berbagi cerita, dan mendapatkan ruang untuk bertanya serta saling menguatkan dalam perjalanan menjadi orang tua.

Selain mendapatkan informasi secara online, Mama juga bisa mengikuti event dan webinar yang menghadirkan berbagai topik seputar kehamilan, persalinan, menyusui, tumbuh kembang, dan kesehatan keluarga.

Siapa tahu, dari satu event Mama mendapatkan jawaban untuk pertanyaan yang selama ini masih tersimpan di kepala. Langsung registrasi di aplikasi Hallobumil agar Mama tidak ketinggalan.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image