loading

Denyut Nadi Normal Anak per Usia dan Cara Menghitungnya di Rumah

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Denyut nadi anak dapat berbeda sesuai usia dan kondisi tubuh. Ketahui rentang denyut nadi normal per usia, cara menghitungnya di rumah, serta tanda yang perlu Mama waspadai.
denyut-nadi-normal-anak-per-usia-dan-cara-menghitungnya-di-rumah

Denyut nadi dapat menjadi salah satu tanda untuk mengetahui kondisi tubuh anak. Ternyata, denyut nadi normal anak umumnya lebih cepat dibandingkan orang dewasa, terutama pada bayi dan balita.

Menurut American Academy of Pediatrics, frekuensi denyut nadi dapat berubah ketika anak sedang bermain, menangis, tidur, merasa cemas, mengalami demam, atau sedang sakit.

Oleh karena itu, satu kali pengukuran yang lebih cepat belum tentu menandakan adanya masalah kesehatan. Mama tak perlu khawatir, mari simak selengkapnya tentang cara menghitung denyut nadi anak berikut ini.

Berapa Denyut Nadi Normal Anak Berdasarkan Usia?

Denyut nadi atau denyut jantung dihitung berdasarkan jumlah detak jantung dalam satu menit. Secara umum, denyut nadi anak normal akan semakin menurun seiring bertambahnya usia.

Bayi memiliki denyut yang lebih cepat, sedangkan remaja mulai mendekati kisaran denyut jantung orang dewasa.

Tabel berikut menggunakan kisaran denyut jantung saat anak terjaga dan beristirahat, sehingga bukan angka yang digunakan ketika anak sedang berlari atau beraktivitas berat.

Kelompok usia

Denyut nadi normal saat terjaga dan istirahat

Bayi baru lahir (0–4 minggu)

100–205 kali/menit

Bayi (4 minggu–1 tahun)

100–180 kali/menit

Balita (1–3 tahun)

98–140 kali/menit

Prasekolah (3–5 tahun)

80–120 kali/menit

Usia sekolah (5–12 tahun)

75–118 kali/menit

Remaja (13–17 tahun)

60–100 kali/menit

Dengan demikian, frekuensi denyut nadi anak anak berkisar antara angka yang cukup luas, tergantung pada kelompok usia dan kondisi ketika pengukuran dilakukan.

Misalnya, denyut 130 kali per menit dapat masih termasuk kisaran normal pada bayi, tetapi dapat tergolong cepat jika ditemukan pada anak usia sekolah yang sedang benar-benar beristirahat.

Perlu diingat, tabel tersebut bukan patokan untuk mendiagnosis penyakit. Anak yang sedang aktif, menangis, cemas, kesakitan, mengalami dehidrasi, atau demam dapat memiliki denyut nadi yang lebih tinggi untuk sementara.

Sebaliknya, denyut jantung dapat menjadi lebih rendah saat anak tidur. Untuk itu, kondisi anak secara keseluruhan juga perlu diperhatikan, bukan hanya angka denyut nadinya.

Artikel lainnya: Mengenal Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Kenapa Denyut Nadi Anak Lebih Cepat daripada Orang Dewasa?

Tak jarang, banyak Mama yang penasaran, mengapa denyut nadi anak lebih cepat daripada orang dewasa?

Salah satu alasannya berkaitan dengan ukuran tubuh dan kerja jantung. Anak, terutama bayi dan balita, memiliki ukuran jantung serta volume darah yang lebih kecil sehingga jantung perlu berdetak lebih sering untuk membantu memenuhi kebutuhan oksigen dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Seiring pertumbuhan, denyut jantung saat istirahat biasanya perlahan menurun.

Selain usia, denyut nadi anak juga dapat dipengaruhi aktivitas fisik, emosi, suhu tubuh, rasa sakit, kecemasan, stres, dan kondisi kesehatan tertentu.

Jadi, tidak tepat membandingkan denyut nadi anak dengan angka normal orang dewasa. Anak yang baru selesai berlari tentu dapat memiliki denyut nadi jauh lebih tinggi dibandingkan saat sedang duduk tenang.

Bagaimana Cara Menghitung Denyut Nadi Anak di Rumah?

Orang tua dapat memeriksa denyut nadi anak secara sederhana menggunakan jari. Salah satu lokasi yang mudah digunakan adalah bagian dalam pergelangan tangan, tepat di bawah pangkal ibu jari.

Pada beberapa anak, denyut juga dapat dirasakan di lipatan siku atau bagian samping leher. Gunakan ujung jari telunjuk dan jari tengah, lalu tekan perlahan sampai terasa denyutan.

Berikut cara menghitung denyut nadi anak yang dapat dilakukan di rumah:

  1. Pastikan anak sudah duduk atau berbaring dengan tenang.
  2. Letakkan dua jari pada bagian dalam pergelangan tangan atau lokasi denyut yang mudah dirasakan.
  3. Hitung jumlah denyutan selama 30 detik, kemudian kalikan dua untuk mendapatkan jumlah denyut per menit.
  4. Jika denyut terasa tidak teratur, lebih baik hitung selama satu menit penuh agar hasilnya lebih akurat.
  5. Catat hasil pengukuran, termasuk kondisi anak ketika diperiksa, misalnya sedang tidur, beristirahat, demam, atau baru selesai bermain. 

Artikel lainnya: Bahaya Minuman Energi untuk Anak, Ini Faktanya

Kapan waktu terbaik untuk menghitung denyut nadi anak?

Waktu terbaik untuk mengukur denyut nadi adalah ketika anak sedang tenang dan beristirahat, bukan segera setelah berlari, bermain, menangis, atau melakukan aktivitas fisik.

Jika anak sedang sakit, pengukuran dapat dilakukan setelah ia cukup tenang sehingga hasilnya dapat dibandingkan dengan kondisi istirahat.

Jika ingin memantau perubahan denyut nadi, lakukan pengukuran pada kondisi yang relatif sama setiap kali. Misalnya, ukur ketika anak sudah duduk tenang selama beberapa menit.

Dengan cara ini, orang tua dapat melihat apakah denyut nadi memang terus meningkat atau hanya mengalami perubahan sementara karena aktivitas maupun emosi.

Normalkah Denyut Jantung Anak Cepat Saat Demam?

Denyut jantung anak dapat menjadi lebih cepat saat demam. Peningkatan suhu tubuh dapat memengaruhi denyut jantung, sehingga anak yang sedang demam mungkin memiliki denyut nadi lebih tinggi daripada biasanya.

Oleh karena itu, denyut nadi anak anak yang normal berada dalam kisaran tertentu ketika sehat dan beristirahat, tetapi angka tersebut tidak bisa diterapkan secara kaku ketika anak sedang demam atau mengalami kondisi lain.

Meski demikian, denyut jantung yang cepat saat demam tidak boleh dinilai hanya dari angka denyut nadi.

Kondisi anak secara keseluruhan juga penting diperhatikan, termasuk tingkat kesadaran, pola napas, kemampuan minum, warna kulit, dan apakah anak tampak sangat lemas.

Jika denyut nadi tetap sangat cepat setelah suhu tubuh membaik dan anak sudah beristirahat, atau disertai kondisi seperti sulit bernapas, sangat lemas, sulit dibangunkan, pingsan, atau tampak sangat sakit, sebaiknya anak segera mendapatkan penilaian medis.

Angka denyut nadi sebaiknya dipakai sebagai salah satu informasi, bukan satu-satunya dasar untuk menentukan kondisi anak.

Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Kapan Denyut Nadi Anak Dianggap Tidak Normal?

Denyut nadi anak perlu mendapat perhatian apabila angkanya terus berada jauh di luar kisaran yang sesuai usia ketika anak sedang beristirahat, terutama jika kondisi tersebut berulang. Denyut yang cepat atau lambat juga lebih perlu diperhatikan jika disertai keluhan lain.

Pada beberapa kondisi, gangguan irama jantung dapat menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.

Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika menemukan denyut nadi yang terus-menerus tidak sesuai dengan kondisi anak, terutama bila disertai:

  • Jantung berdebar atau denyut terasa sangat kuat.
  • Nyeri dada.
  • Sesak atau kesulitan bernapas.
  • Pusing atau merasa akan pingsan.
  • Pingsan.
  • Anak terlihat sangat lemas atau sulit dibangunkan.
  • Denyut terasa tidak teratur.
  • Denyut tetap sangat cepat meskipun anak sudah berhenti beraktivitas dan beristirahat.

Sebaliknya, denyut yang lebih rendah tidak selalu berarti berbahaya. Anak yang aktif secara fisik dapat memiliki denyut jantung lebih rendah saat istirahat. 

Namun, apabila denyut rendah muncul bersama pusing, pingsan, lemas, sesak napas, atau keluhan lain, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mencari penyebabnya. 

Kalau Mama ingin lebih mudah memantau berbagai informasi kesehatan keluarga dan kehamilan dalam satu tempat, download aplikasi Hallobumil dan temukan berbagai fitur yang bisa membantu Mama mendapatkan informasi sesuai kebutuhan. 

Mama juga bisa bergabung ke komunitas WhatsApp Hallobumil untuk mendapatkan ruang berbagi dan berdiskusi bersama Mama lainnya.

Kadang, pengalaman Mama lain bisa menjadi informasi awal yang membantu, sebelum Mama memastikan kondisi Si Kecil bersama tenaga kesehatan.

Ingin mendapatkan informasi kesehatan langsung dari ahlinya? Ikuti event kesehatan dan temukan berbagai sesi edukasi yang membahas kehamilan, persalinan, hingga tumbuh kembang anak. Supaya tidak ketinggalan, pastikan Mama registrasi di aplikasiHallobumil, ya!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image