:strip_icc():format(webp)/hb-article/NHBu7jId1t-Qnm3F5aZV2/original/j48zyabyvl1fvy352rmimzrlye84vzwl.png)
Bronkitis pada anak bisa membuat Mama khawatir, terutama jika Si Kecil mengalami batuk yang tak kunjung reda, berdahak, atau disertai suara mengi saat bernapas.
Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi pada saluran pernapasan, tetapi gejalanya tetap perlu diperhatikan agar Mama bisa mengenali jika ada tanda yang lebih serius.
Lalu, apa yang menyebabkan bronkitis pada anak dan seperti apa ciri-cirinya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya, termasuk cara meredakan gejala dan kapan Si Kecil perlu diperiksakan ke dokter, Ma.
Artikel lainnya: Lindungi Napas Si Kecil: Strategi Cermat Mencegah ISPA Saat Terjadi Hujan Abu Vulkanik
Apa Itu Bronkitis pada Anak?
Bronkitis adalah peradangan pada bronkus, yaitu saluran udara yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Kondisi ini biasanya menyebabkan batuk dan dapat disertai lendir atau dahak.
Lalu, apa itu bronkitis pada anak? Bronkitis pada Si Kecil umumnya terjadi setelah infeksi saluran pernapasan, terutama akibat virus, dan biasanya membaik seiring infeksinya pulih.
Apa Beda Bronkitis Akut dan Bronkitis Kronis?
Perbedaan bronkitis akut dan kronis terutama terletak pada lama berlangsungnya gejala.
- Bronkitis akut biasanya muncul setelah infeksi saluran pernapasan dan berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Batuk dapat tetap bertahan meskipun infeksinya sudah mulai membaik.
- Bronkitis kronis ditandai dengan batuk berdahak yang berlangsung lama atau berulang. Kondisi ini jauh lebih jarang pada anak dan biasanya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.
Pada anak, batuk yang berlangsung lama tidak selalu berarti bronkitis kronis. Dokter perlu mengevaluasi kondisi Si Kecil untuk mengetahui penyebab batuk yang sebenarnya.
Artikel lainnya: Jenis Batuk pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Apa Penyebab Bronkitis pada Anak?
Penyebab bronkitis pada anak yang paling umum adalah infeksi virus, seperti virus yang menyebabkan pilek dan flu. Virus dapat membuat saluran bronkus mengalami peradangan sehingga produksi lendir meningkat dan memicu batuk.
Selain infeksi, beberapa hal juga dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk batuk, seperti:
- Asap rokok.
- Polusi udara.
- Debu dan bahan kimia tertentu.
- Uap atau aroma yang mengiritasi saluran pernapasan.
Bronkitis akut akibat virus umumnya tidak memerlukan antibiotik. Antibiotik hanya digunakan jika dokter menemukan adanya infeksi bakteri yang memang membutuhkan obat tersebut.
Artikel lainnya: Ciri Pneumonia pada Si Kecil, Penyebab, dan Penanganannya
Apa Ciri-Ciri Anak Mengalami Bronkitis?
Ciri-ciri bronkitis pada anak dapat berbeda-beda tergantung penyebab dan kondisi Si Kecil. Gejala yang paling umum adalah batuk yang dapat disertai lendir.
Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
- Batuk, baik kering maupun berdahak.
- Dahak berwarna bening, putih, kuning, atau kehijauan.
- Hidung tersumbat atau pilek.
- Tenggorokan terasa tidak nyaman.
- Demam ringan.
- Tubuh terasa lelah.
- Suara mengi atau bunyi napas seperti bersiul.
- Dada terasa tidak nyaman saat batuk.
Batuk dapat bertahan selama beberapa minggu setelah infeksi membaik. Namun, jika gejala justru semakin berat atau disertai kesulitan bernapas, Si Kecil perlu diperiksakan ke dokter.
Artikel lainnya: Perlukah Minum Obat Bila Si Kecil Batuk Pilek?
Apakah Bronkitis pada Anak Berbahaya?
Sebagian besar kasus bronkitis akut pada anak dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Meski begitu, Mama tetap perlu memperhatikan kondisi Si Kecil karena infeksi saluran pernapasan terkadang dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Jadi, apakah bronkitis pada anak berbahaya? Umumnya tidak, tetapi risikonya dapat meningkat pada bayi, anak dengan penyakit paru tertentu, atau Si Kecil yang mengalami gejala berat.
Mama juga perlu waspada jika batuk disertai:
- Napas cepat atau sulit bernapas.
- Dada tertarik saat bernapas.
- Bibir atau wajah tampak kebiruan.
- Demam tinggi atau demam yang menetap.
- Anak sangat lemas atau sulit dibangunkan.
- Tidak mau minum atau menunjukkan tanda dehidrasi.
Artikel lainnya: Gejala TBC pada Anak yang Mama Harus Waspadai
Kapan Anak dengan Bronkitis Harus Segera ke Dokter?
Mama sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter jika batuk tidak kunjung membaik, semakin berat, dada tertarik saat bernapas, napas cepat, dan bibir kebiruan. Pemeriksaan juga diperlukan jika demam berlangsung lama atau gejala kembali memburuk setelah sempat membaik.
Segera cari pertolongan medis jika Si Kecil mengalami kesulitan bernapas, napas sangat cepat, dada tertarik saat bernapas, bibir membiru, batuk berdarah, atau terlihat sangat lemas.
Untuk bayi, terutama yang masih sangat kecil, demam atau gangguan pernapasan sebaiknya tidak ditunda untuk diperiksakan. Dokter dapat menentukan apakah keluhan benar disebabkan oleh bronkitis atau kondisi lain yang memiliki gejala serupa.
Intinya, bronkitis pada anak umumnya dapat membaik tanpa pengobatan khusus jika disebabkan oleh virus. Yang terpenting, Mama tetap memantau gejalanya dan segera mencari bantuan medis jika muncul tanda bahaya.
Masih ingin tahu lebih banyak soal kesehatan Si Kecil? Yuk, cari lebih banyak tips dan informasi terpercaya dengan gabung Komunitas Hallobumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli atau Mama lainnya.
Jangan lupa juga download aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi parenting lengkap dan terbaru. Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
