Apakah Ibu Menyusui Boleh Makan Santan? Ini Manfaat dan Risikonya yang Perlu Dipahami
:strip_icc():format(webp)/hb-article/B2sFc_E-eMmxzL1awoY7E/original/r5dy6m2i451jwjkqdi07mf0x6b71xwdy.png)
Masa menyusui sering kali membuat Mama lebih selektif dalam memilih makanan. Tidak sedikit yang khawatir terhadap makanan berlemak, termasuk santan. Namun, apakah ibu menyusui boleh makan santan?
Secara umum, tidak ada larangan khusus yang menyebutkan bahwa santan untuk ibu menyusui harus dihindari total. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan, santan tetap bisa menjadi bagian dari menu sehari-hari.
Namun, tetap penting memahami manfaat santan untuk ibu menyusui sekaligus efeknya untuk ibu menyusui agar tidak salah kaprah. Mari temukan penjelasannya lewat ulasan berikut ini.
Artikel lainnya: 7 Pantangan Makanan Ibu Hamil yang Mesti Dihindari
Efek Konsumsi Santan bagi Ibu Menyusui
Santan berasal dari perasan daging kelapa dan mengandung lemak, terutama lemak jenuh jenis medium-chain triglycerides (MCT). Dalam jumlah tertentu, kandungan ini bisa memberikan manfaat, tetapi jika berlebihan juga dapat menimbulkan risiko.
Manfaat santan untuk ibu menyusui
Berikut beberapa manfaat santan untuk ibu menyusui jika dikonsumsi secara bijak:
- Sumber energi tambahan: Ibu menyusui membutuhkan tambahan energi sekitar 330–400 kkal per hari. Lemak dalam santan dapat menjadi sumber energi yang cukup cepat diserap tubuh.
- Mengandung lemak baik (MCT): Lemak MCT lebih mudah dicerna dan diolah menjadi energi, dibandingkan lemak jenuh rantai panjang. Oleh karena itu, MCT dapat memberikan energi cepat dan relatif mudah diproses tubuh.
- Membantu rasa kenyang lebih lama: Lemak membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Bagi ibu menyusui yang sering merasa lapar, santan dalam jumlah wajar bisa membantu mengontrol nafsu makan.
- Mengandung vitamin dan mineral: Kelapa mengandung zat besi, magnesium, dan kalium yang penting bagi tubuh. Berkat hal tersebut, santan memiliki kandungan mineral yang bermanfaat untuk fungsi tubuh.
Artikel lainnya: Manfaat Fenugreek untuk ASI dan Ibu Menyusui
Risiko atau efek santan untuk ibu menyusui
Meski bermanfaat, namun Mama tidak dianjurkan untuk mengonsumsi santan secara berlebihan. Berikut beberapa efek santan untuk ibu menyusui yang perlu diperhatikan:
- Kandungan lemak jenuh tinggi: Santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol.
- Risiko gangguan pencernaan: Makanan bersantan yang terlalu banyak bisa memicu kembung, diare, atau rasa tidak nyaman di perut, terutama bila Mama memiliki riwayat maag atau gangguan lambung.
- Berpotensi memicu kenaikan berat badan: Karena tinggi kalori, konsumsi santan berlebihan dapat meningkatkan berat badan Mama. Padahal, menjaga berat badan tetap ideal penting untuk kesehatan jangka panjang.
- Makanan bersantan sering tinggi garam dan gula: Olahan bersantan seperti gulai atau opor sering ditambah garam dan gula dalam jumlah tinggi. Kombinasi ini bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi bila dikonsumsi terlalu sering.
Tips Aman Konsumsi Santan untuk Ibu Menyusui
Jadi, menjawab pertanyaan apakah ibu menyusui boleh makan santan, jawabannya adalah boleh, tetapi dengan catatan tidak berlebihan dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Agar santan untuk ibu menyusui tetap aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Perhatikan porsi
Kunci utama adalah moderasi. Tidak perlu menghindari sepenuhnya, tetapi batasi frekuensi dan jumlahnya. Misalnya, cukup 1–2 kali seminggu dalam porsi wajar.
2. Pilih santan segar dan bersih
Pastikan santan diolah dari kelapa segar dan dimasak hingga matang sempurna. Santan mentah yang tidak higienis bisa terkontaminasi bakteri. WHO juga menekankan pentingnya keamanan pangan dan kebersihan dalam pengolahan makanan.
Artikel lainnya: 10 Makanan Ibu Menyusui untuk ASI yang Berkualitas
3. Imbangi dengan sayur dan protein
Jika mengonsumsi makanan bersantan, pastikan tetap ada sayur dan sumber protein tanpa lemak dalam menu tersebut. Kombinasi ini membantu menjaga keseimbangan nutrisi dan mengurangi dampak negatif lemak jenuh.
4. Perhatikan respons tubuh
Setiap Mama memiliki kondisi tubuh berbeda. Bila setelah makan santan muncul keluhan seperti diare, perut tidak nyaman, atau bayi tampak lebih rewel, cobalah evaluasi kembali konsumsi santan. Oleh karenanya, penting untuk memperhatikan reaksi tubuh terhadap makanan tertentu.
5. Hindari makanan bersantan yang terlalu berminyak
Sering kali masakan bersantan juga menggunakan banyak minyak. Pilih metode memasak yang lebih sehat dan tidak terlalu berminyak agar efek santan untuk ibu menyusui tetap minimal.
Kuncinya adalah seimbang, tidak berlebihan, serta memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Dengan pola makan yang tepat, Mama tetap bisa menikmati makanan bersantan tanpa rasa khawatir berlebihan.
Kalau masih ragu soal menu harian selama menyusui, yuk gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk berbagi pengalaman seputar ASI dan pola makan bersama sesama ibu menyusui.
Mama juga bisa mengikuti berbagai event Hallobumil yang rutin diadakan, mulai dari webinar hingga kelas edukasi menyusui.
Langsung juga download aplikasi Hallobumil supaya bisa memantau tumbuh kembang si kecil sekaligus mendapatkan edukasi terpercaya setiap hari.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
