:strip_icc():format(webp)/hb-article/986gALXlbPyQqGI6zHKRS/original/nfkekd48oo1aeece8714w9b0gsfyf6wc.png)
Anak bungsu adalah sebutan untuk anak yang lahir paling akhir dalam sebuah keluarga. Karena tumbuh bersama kakak-kakaknya, tidak sedikit orang yang percaya bahwa anak bungsu memiliki karakter dan cara berpikir yang khas. Lalu, benarkah anggapan tersebut?
Yuk, Ma, cari tahu apa itu anak bungsu, ciri-cirinya menurut psikologi, hingga cara mengasuhnya agar Si Kecil dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri. Simak tips selengkapnya di bawah ini ya, Ma!
Artikel lainnya: Apa Itu Anak Sulung? Ini Penjelasan Lengkap untuk Mama
Apa Itu Anak Bungsu?
Anak bungsu adalah anak yang lahir paling akhir atau terakhir dalam urutan kelahiran di dalam sebuah keluarga. Dengan kata lain, anak bungsu adalah anak terakhir setelah semua kakaknya.
Karena itulah, jika Mama bertanya anak bungsu anak ke berapa, jawabannya adalah anak terakhir, berapa pun jumlah saudaranya.
Menurut psikologi, urutan kelahiran memang dapat memengaruhi pengalaman tumbuh kembang anak. Namun, hal tersebut bukan satu-satunya faktor yang membentuk kepribadian.
Pola asuh, lingkungan, hubungan antaranggota keluarga, hingga karakter bawaan juga memiliki peran besar dalam membentuk sifat setiap anak.
Artikel lainnya: Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Mama Ketahui
Apa Ciri-Ciri dan Sifat Anak Bungsu Menurut Psikologi?
Meski setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda, beberapa penelitian mengenai urutan kelahiran menunjukkan bahwa anak bungsu cenderung memiliki karakter tertentu. Perlu diingat, sifat-sifat berikut hanyalah kecenderungan dan tidak berlaku pada semua anak.
1. Mudah bergaul dengan orang lain
Anak bungsu sering tumbuh bersama kakak-kakaknya sehingga terbiasa berinteraksi dengan banyak orang sejak kecil. Pengalaman tersebut dapat membantu mereka menjadi lebih mudah bergaul dan cepat beradaptasi dalam lingkungan baru.
2. Memiliki selera humor yang baik
Tidak sedikit anak bungsu yang senang mencairkan suasana dengan bercanda atau melontarkan humor. Mereka sering menggunakan cara tersebut untuk menarik perhatian keluarga maupun teman-temannya.
Artikel lainnya: Manfaat Mengikuti Toddler Class untuk Si Kecil
3. Kreatif dan imajinatif
Karena sering melihat berbagai contoh dari kakaknya, anak bungsu terkadang mengembangkan cara berpikir yang lebih fleksibel. Hal ini dapat membuat mereka memiliki kreativitas dan imajinasi yang baik dalam menyelesaikan masalah.
4. Cenderung santai atau easy going
Salah satu sifat anak bontot adalah lebih santai dalam menghadapi berbagai situasi. Mereka umumnya lebih mudah menikmati proses dan tidak terlalu tertekan ketika menghadapi tantangan baru.
5. Berani mencoba hal baru
Anak bungsu juga kerap memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dukungan dari keluarga dan pengalaman melihat kakak-kakaknya mencoba berbagai hal dapat membuat mereka lebih berani mengeksplorasi pengalaman baru.
Artikel lainnya: Ide Permainan Sensory untuk Stimulasi Perkembangan Anak
6. Menyukai kebebasan dan petualangan
Beberapa anak bungsu senang mencoba aktivitas baru, mengunjungi tempat baru, atau mempelajari hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sifat ini dapat membantu mereka lebih mudah beradaptasi dengan perubahan.
7. Senang mendapat perhatian keluarga
Sebagai anggota keluarga yang paling kecil, anak bungsu sering memperoleh perhatian lebih dari orang tua maupun kakaknya. Kondisi ini dapat membuat mereka menikmati perhatian dari orang-orang terdekat. Namun, bukan berarti semua anak bungsu akan menjadi manja.
8. Belajar dari pengalaman kakak-kakaknya
Salah satu keuntungan menjadi anak bungsu adalah memiliki banyak contoh dari kakak-kakaknya. Mereka bisa belajar dari pengalaman, keberhasilan, maupun kesalahan sang kakak sehingga lebih siap menghadapi situasi tertentu.
Apa Itu Sindrom Anak Bungsu (Youngest Child Syndrome)?
Youngest Child Syndrome atau sindrom anak bungsu merupakan istilah yang menggambarkan kumpulan sifat atau perilaku yang dianggap lebih sering muncul pada anak terakhir dalam keluarga.
Istilah ini bukan merupakan diagnosis medis maupun gangguan psikologis. Sebaliknya, konsep tersebut berasal dari teori urutan kelahiran yang dikembangkan oleh psikolog Alfred Adler. Menurut teori ini, posisi anak di dalam keluarga dapat memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain.
Pada sebagian anak, perhatian yang lebih besar dari keluarga bisa membuat mereka lebih bergantung pada orang lain atau kurang percaya diri saat mengambil keputusan sendiri. Namun, banyak juga anak bungsu yang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan sukses.
Karena itu, Mama tidak perlu khawatir jika Si Kecil merupakan anak bungsu. Kepribadian anak tetap dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan, serta pengalaman hidup yang dijalaninya.
Artikel lainnya: Panduan Golden Age Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal
Bagaimana Cara Mengasuh Anak Bungsu yang Tepat?
Meski sering mendapat perhatian lebih dari orang tua maupun kakaknya, bukan berarti anak bungsu tidak bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Dengan pola asuh yang tepat, anak bungsu dapat berkembang sesuai potensi yang dimilikinya. Berikut beberapa cara yang dapat Mama lakukan.
1. Berikan tanggung jawab sesuai usianya
Karena anak bungsu artinya anak yang paling kecil di rumah, orang tua terkadang tanpa sadar terlalu sering membantu atau memanjakannya.
Padahal, memberikan tanggung jawab sederhana, seperti merapikan mainan, membereskan tempat tidur, atau membantu menyiapkan meja makan sesuai usia dapat melatih rasa tanggung jawab sejak dini.
Artikel lainnya: Hak dan Kewajiban Anak di Rumah yang Perlu Diketahui
2. Latih anak mengambil keputusan sendiri
Berikan kesempatan kepada Si Kecil untuk menentukan pilihan sederhana, misalnya memilih pakaian, buku cerita, atau camilan sehat. Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus melatih kemampuan mengambil keputusan.
3. Berikan apresiasi atas usahanya
Selain memuji hasil yang dicapai, jangan lupa memberikan apresiasi terhadap usaha yang telah dilakukan Si Kecil. Dengan begitu, anak akan lebih termotivasi untuk terus belajar dan mencoba hal-hal baru tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain.
4. Dorong anak untuk mandiri
Hindari terlalu sering membantu anak dalam melakukan hal-hal yang sebenarnya sudah mampu ia kerjakan sendiri. Memberikan kesempatan untuk belajar mandiri dapat membantu membangun rasa tanggung jawab dan kepercayaan dirinya.
Artikel lainnya: Montessori, Metode Belajar Mandiri untuk Anak
5. Libatkan anak dalam aktivitas keluarga
Meski anak bontot adalah anggota keluarga yang paling kecil, bukan berarti pendapatnya tidak perlu didengar. Ajak Si Kecil ikut berdiskusi atau berpartisipasi dalam kegiatan keluarga sesuai usianya agar ia merasa dihargai sekaligus belajar berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.
6. Perlakukan anak sesuai tahap perkembangannya
Meski menjadi anak paling kecil, usahakan Mama tetap memperlakukan Si Kecil sesuai usia dan tahap perkembangannya. Hindari terus menganggapnya sebagai "bayi" ketika ia sudah mampu melakukan banyak hal sendiri, karena hal tersebut dapat menghambat kemandiriannya.
Pada dasarnya, anak bungsu adalah anak yang lahir paling akhir dalam keluarga. Meski sering dikaitkan dengan sifat-sifat tertentu, kepribadian setiap anak tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pola asuh, lingkungan, hingga pengalaman hidupnya. Karena itu, tidak semua anak bungsu akan memiliki karakter yang sama.
Masih punya pertanyaan seputar parenting, Ma? Yuk, temukan berbagai informasi terpercaya dengan gabung Komunitas Hallobumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli atau Mama lainnya.
Jangan lupa juga download aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi parenting lengkap dan terbaru. Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
