Artikel/Pasca Kehamilan/Separation Anxiety, Penyebab Si Kecil Menangis saat Ditinggal Mama

Separation Anxiety, Penyebab Si Kecil Menangis saat Ditinggal Mama

Athika Rahma | Diterbitkan pada 10 Juni 2026
Ditinjau oleh Anindita Budhi, S.Psi
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kecemasan berpisah atau separation anxiety adalah fase normal dalam tumbuh kembang anak. Pahami penyebab si kecil menangis saat ditinggal Mama dan temukan panduan cara mengatasinya dengan bijak.
separation-anxiety-pada-bayi-11-bulan

Melihat Si Kecil menangis saat Mama hendak pergi ke ruangan lain sering kali membuat hati terasa tidak tenang. Kondisi tersebut bisa menjadi bagian dari separation anxiety Si Kecil, yaitu fase perkembangan yang umum terjadi pada Si Kecil dan balita.

Meski sering membuat orang tua khawatir, kondisi ini sebenarnya menunjukkan bahwa Si Kecil sedang belajar memahami hubungan emosional dengan orang-orang terdekatnya.

Apa Itu Separation Anxiety pada Si Kecil?

Separation anxiety adalah kondisi ketika Si Kecil merasa cemas, sedih, atau tidak nyaman saat berpisah dari orang tua atau pengasuh utama yang selama ini memberikan rasa aman.

Kondisi ini merupakan bagian normal dari perkembangan emosional anak dan biasanya muncul ketika kemampuan kognitifnya mulai berkembang.

Pada masa awal kehidupan, Si Kecil belum memahami bahwa orang tua tetap ada meskipun tidak terlihat. Kemampuan tersebut mulai berkembang seiring bertambahnya usia, tetapi pada saat yang sama, muncul pula rasa khawatir ketika Mama tidak berada di dekatnya.

Istilah separation anxiety Si Kecil sering digunakan untuk menggambarkan fase ketika anak menjadi lebih lengket, mudah menangis, atau menunjukkan ketidaknyamanan saat harus berpisah dengan orang yang paling dikenalnya.

Kondisi ini bahkan dapat menjadi tanda positif bahwa ikatan emosional antara anak dan orang tua berkembang dengan baik.

Mengapa Separation Anxiety Memuncak di Usia 10–18 Bulan?

Meskipun dapat mulai muncul sejak usia sekitar enam bulan, separation anxiety sering mencapai puncaknya ketika Si Kecil berusia antara 10 hingga 18 bulan. Ada beberapa alasan mengapa fase ini terjadi pada rentang usia tersebut.

1. Si Kecil semakin mengenali orang terdekat

Pada rentang usia tersebut, Si Kecil semakin mampu mengenali orang-orang yang sering berinteraksi dengannya. Mama, Papa, maupun pengasuh utama menjadi sosok yang memberikan rasa aman dalam kesehariannya. Ketika orang yang dikenal pergi, Si Kecil dapat langsung menyadari perubahan tersebut dan menunjukkan reaksi emosional.

2. Si Kecil sudah paham Mama pergi, tetapi belum mengerti Mama akan kembali

Inilah yang sering menjelaskan “kenapa Si Kecil menangis saat ditinggal sebentar?”, meskipun Mama sebenarnya hanya pergi ke dapur atau kamar mandi.

Kemampuan berpikir Si Kecil berkembang lebih cepat daripada pemahamannya tentang waktu. Ia mulai mengetahui bahwa Mama sedang pergi, tetapi belum memahami bahwa perpisahan itu hanya sementara.

3. Rasa aman masih sangat bergantung pada orang tua

Si Kecil masih mengandalkan orang tua sebagai sumber kenyamanan utama. Kehadiran Mama membantu anak merasa terlindungi ketika menghadapi lingkungan baru atau situasi yang belum dikenalnya. Perpisahan yang terjadi secara mendadak dapat membuat rasa aman tersebut berkurang untuk sementara.

4. Fase belajar mandiri yang sedang berkembang

Pada usia ini, Si Kecil mulai belajar merangkak, berjalan, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Keinginan untuk mandiri berkembang bersamaan dengan kebutuhan untuk tetap merasa aman (kombinasi inilah yang sering membuat anak ingin menjelajah), tetapi tetap memastikan Mama berada di dekatnya.

Tanda-tanda Si Kecil Mengalami Separation Anxiety

Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan kecemasan saat berpisah. Berikut tanda-tanda yang umum muncul pada Si Kecil cemas saat ditinggal:

  • Menangis saat Mama atau Papa keluar dari ruangan.
  • Tidak mau lepas dari gendongan dan ingin selalu berada dekat orang tua.
  • Rewel saat bertemu orang yang tidak dikenal.
  • Sulit ditinggal bersama pengasuh, kakek, nenek, atau anggota keluarga lain.
  • Menolak tidur sendiri tanpa kehadiran orang tua di dekatnya.
  • Sering terbangun pada malam hari dan mencari Mama atau Papa.
  • Menjadi lebih lengket dari biasanya dan terus mengikuti Mama ke mana pun.
  • Mudah panik meski perpisahan hanya berlangsung dalam waktu singkat.
  • Menolak bermain ketika Mama menjauh.
  • Menunjukkan ketakutan pada situasi atau lingkungan baru.

Cara Mengatasi Separation Anxiety

Separation anxiety merupakan fase yang dapat dilalui dengan baik ketika orang tua memberikan pendampingan yang tepat. Berikut cara mengatasi separation anxiety Si Kecil yang dapat diterapkan secara bertahap.

1. Selalu berpamitan sebelum pergi

Anak perlu mengetahui bahwa Mama akan pergi dan akan kembali lagi. Sampaikan dengan kalimat sederhana seperti, "Mama ke dapur sebentar, nanti kembali."

Kebiasaan berpamitan membantu membangun rasa percaya sekaligus mengajarkan anak bahwa perpisahan hanya bersifat sementara. Hindari berpamitan terlalu lama karena justru dapat membuat Si Kecil semakin sulit berpisah.

2. Tunjukkan wajah yang tenang dan ceria

Si Kecil sangat peka terhadap emosi orang tua. Jika Mama terlihat cemas atau sedih, Si Kecil akan menangkap hal tersebut dan merasa bahwa situasinya tidak aman. Sebaliknya, ekspresi tenang dan ceria dari Mama dapat membantu anak merasa bahwa situasi yang dihadapi baik-baik saja.

3. Buat rutinitas perpisahan yang konsisten

Pelukan, ciuman di pipi, atau lambaian tangan yang dilakukan secara konsisten setiap kali berpisah membantu anak memahami pola yang terjadi. Si Kecil akan belajar bahwa Mama memang pergi di waktu tertentu dan selalu kembali dengan rutinitas yang sama setiap hari.

4. Latih perpisahan dalam durasi singkat

banner

Mulailah dengan meninggalkan Si Kecil selama beberapa menit bersama orang yang sudah dikenalnya, kemudian kembali lagi.

Cara ini bertujuan menunjukkan kepada Si Kecil bahwa Mama pergi dan akan kembali menemaninya. Durasi perpisahan dapat ditambah secara perlahan sesuai kemampuan anak beradaptasi.

5. Perhatikan kondisi fisik anak sebelum pergi

Si Kecil yang lapar, mengantuk, atau kurang sehat biasanya lebih sulit menghadapi perpisahan dan lebih mudah menangis. Sebelum pergi, pastikan kebutuhan dasar Si Kecil sudah terpenuhi agar proses berpisah bisa berlangsung lebih tenang.

6. Kenalkan pengasuh atau orang baru secara bertahap

Waktu adaptasi penting untuk membantu anak membangun rasa nyaman dengan pengasuh atau anggota keluarga lain. Pertemukan Si Kecil dengan pengasuh lebih sering sebelum Mama benar-benar menitipkannya. Jika perlu, lakukan kunjungan terlebih dahulu sebelum hari pertama penitipan.

7. Berikan benda favorit yang menenangkan

Boneka, selimut, atau mainan kesayangan dapat menjadi sumber kenyamanan ketika Mama sedang tidak berada di dekatnya. Benda-benda familiar ini membantu Si Kecil merasa tetap terhubung dengan rasa aman meski Mama sedang pergi.

8. Ajak bermain cilukba

Permainan sederhana ini sangat efektif untuk membantu Si Kecil memahami konsep bahwa seseorang tetap ada meskipun tidak terlihat untuk sementara waktu. Si Kecil perlahan belajar bahwa "menghilang" tidak berarti pergi selamanya dengan bermain cilukba secara rutin.

9. Bacakan buku cerita tentang perpisahan

Buku cerita yang mengangkat tema perpisahan dapat membantu anak memvalidasi perasaannya. Si Kecil akan belajar bahwa perasaan cemas saat Mama pergi adalah hal yang wajar dan dialami banyak anak. Cara ini juga membantu anak merasa lebih lega ketika harus berpisah dari orang-orang terdekatnya.

10. Berikan perhatian dan pelukan ekstra

Sering menghibur dan memeluk Si Kecil menciptakan rasa aman dan nyaman. Luangkan waktu untuk bermain bersama dan berikan perhatian ekstra. Anak akan merasa lebih percaya diri serta ikatan yang kuat saat harus berpisah dengan Mama dan Papa di kemudian hari.

11. Tepati janji ketika akan kembali

Konsistensi adalah kunci. Jika Mama mengatakan akan kembali dalam waktu dekat, pastikan hal tersebut ditepati. Pola yang konsisten membantu anak belajar bahwa perpisahan bukan berarti kehilangan orang yang dicintainya, sehingga ia akan lebih mudah menerima momen berpisah ke depannya.

12. Berikan apresiasi setelah anak berhasil

Pujian sederhana setelah anak berhasil melewati momen perpisahan dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Apresiasi ini memotivasi Si Kecil untuk terus belajar bahwa ia mampu menghadapi perpisahan dengan tenang.

Yang Sebaiknya Mama Hindari saat Si Kecil Cemas Ditinggal

Selain melakukan berbagai langkah yang membantu anak beradaptasi, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar prosesnya berjalan lebih lancar:

  • Pergi diam-diam tanpa berpamitan: Cara ini dapat membuat anak bingung dan justru meningkatkan kecemasan pada perpisahan berikutnya.
  • Menganggap perasaan anak berlebihan: Perasaan cemas yang dialami Si Kecil adalah bagian dari proses perkembangan yang nyata. Respons yang penuh empati membantu anak merasa dipahami.
  • Menunjukkan kecemasan berlebihan: Anak yang merasakan kegelisahan Mama akan merasa situasinya memang perlu dikhawatirkan.
  • Memaksa anak langsung beradaptasi: Setiap anak memiliki kecepatan adaptasi yang berbeda. Kesabaran adalah kunci dalam proses ini.
  • Mengubah rutinitas terlalu sering: Rutinitas yang konsisten membuat anak lebih mudah memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.
  • Menggunakan ancaman atau hukuman: Pendekatan yang hangat dan positif jauh lebih efektif dibandingkan ancaman.
  • Langsung kembali setiap kali anak menangis: Memberikan kesempatan kepada anak untuk beradaptasi secara bertahap juga penting, selama tetap dalam situasi yang aman dan terpantau.

Perlukah Periksa ke Dokter?

Pada sebagian besar kasus, separation anxiety merupakan fase perkembangan yang normal dan akan membaik seiring waktu.

Kondisi ini umumnya muncul sejak usia sekitar enam bulan dan berangsur mereda saat anak memasuki usia tiga tahun. Namun, konsultasi dengan dokter perlu dipertimbangkan apabila:

  • Kecemasan berlangsung sangat lama dan tidak menunjukkan perbaikan.
  • Kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari anak secara signifikan.
  • Anak kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sekitar sesuai usianya.

Mama dapat berkonsultasi dengan dokter anak, psikolog anak, atau klinik tumbuh kembang untuk memperoleh penilaian yang sesuai. Tenaga kesehatan biasanya akan mengevaluasi tumbuh kembang anak, pola perilaku, serta kondisi emosionalnya secara menyeluruh.

Situasi Si Kecil menangis saat ditinggal ibunya memang sangat umum terjadi dan mudah diatasi dengan pendampingan yang tepat dari orang tua. Evaluasi profesional dapat memberikan ketenangan pikiran sekaligus panduan yang lebih spesifik jika Mama memiliki kekhawatiran tertentu.

Separation anxiety merupakan bagian alami dari perjalanan tumbuh kembang anak. Fase ini muncul ketika Si Kecil mulai memahami kedekatan emosional dengan orang tua, tetapi belum sepenuhnya mengerti bahwa perpisahan hanya berlangsung sementara.

Kesabaran, konsistensi, dan pendampingan yang penuh kehangatan dapat membantu anak melewati fase ini dengan lebih nyaman.

Yuk, download aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi terpercaya seputar kehamilan, tumbuh kembang anak, dan parenting dalam satu aplikasi.

Bergabung juga dengan komunitas HalloBumil serta ikuti berbagai event edukatif untuk berbagi pengalaman bersama sesama Mama.

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
3
7
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
L

Keren banget artikelnya terimakasih

  • 2
Admin MIMA

Hai Mama, terima kasih atas responnya ya dan jangan lupa share ya, Ma. :) ^sm

  • 0
D

sangatt membantuuu

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, terima kasih atas responnya ya. :) ^sm

  • 1
DN

keren bgt yaa pantes anakku dlm fase ni usianya sbntr lg 11 tampilkan selengkapnya

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, terima kasih atas sharingnya ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan perhatian dan pengertian pada Si Kecil secara bertahap ya, Ma. :) ^sm

  • 1
H

masyaalloh berada di fase ini..dan ini sangat membantu

  • 0

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image