loading

Rekomendasi Obat Cacing Anak yang Aman dan Dosisnya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Infeksi parasit cacing pada anak dapat menghambat tumbuh kembang. Berikut rekomendasi obat cacing anak yang aman beserta dosis dan cara pakainya, biar Mama tidak salah memberikan obat untuk Si Kecil.
rekomendasi-obat-cacing-anak-yang-aman-dan-dosisnya

Obat cacing anak perlu diberikan dengan jenis, dosis, dan aturan pakai yang tepat agar efektif membasmi cacing sekaligus tetap aman untuk Si Kecil. Karena itu, Mama juga perlu memahami cara minum obat cacing yang benar, mulai dari usia yang diperbolehkan hingga waktu pemberiannya.

Sebelum mencari tahu obat cacing untuk anak yang bagus apa, ada baiknya Mama memahami kapan sebenarnya obat ini dibutuhkan, efek sampingnya, serta rekomendasi yang tepat agar anak bisa segera pulih dan kembali beraktivitas dengan nyaman.

Artikel Lainnya: Cacingan pada Anak: Tanda, Jenis, dan Cara Mengobatinya

Kapan Anak Perlu Minum Obat Cacing?

Di Indonesia, pencegahan cacingan sangat diperhatikan. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan pemberian obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali, terutama bagi anak yang tinggal di daerah dengan prevalensi infeksi cacing yang tinggi. Selain pemberian rutin, obat cacing juga wajib diberikan apabila Si Kecil menunjukkan gejala cacingan.

Obat cacing umumnya terbagi berdasarkan zat aktifnya, seperti pyrantel pamoate yang dapat dibeli bebas di apotek, serta mebendazol dan albendazol yang tergolong obat keras sehingga penggunaannya memerlukan resep dokter.

Rekomendasi Obat Cacing Anak di Apotek

Berikut adalah pilihan obat cacing anak yang aman sesuai dengan zat aktif dan batas usianya. Perlu dicatat, dosis obat cacing yang paling akurat umumnya dihitung berdasarkan berat badan anak (per kilogram). Dosis berdasarkan usia di bawah ini merupakan patokan umum.

1. Combantrin Suspensi

Combantrin Suspensi merupakan obat cacing anak yang mengandung pyrantel pamoate 125 mg/5 ml. Kandungan ini bekerja dengan melumpuhkan cacing di saluran pencernaan sehingga cacing dapat keluar bersama feses. Bentuk sirup membuat Combantrin anak lebih mudah diberikan kepada Si Kecil yang belum bisa menelan tablet.

Usia penggunaan:

  • Dapat digunakan untuk anak usia 2 tahun ke atas sesuai aturan pakai. Untuk anak di bawah usia 2 tahun, berikan hanya atas anjuran dokter.

Dosis dan cara minum:

  • Anak usia 2–6 tahun: 1–2 sendok takar (5–10 ml), diminum 1 kali.
  • Anak usia 6–12 tahun: 2–3 sendok takar (10–15 ml), diminum 1 kali.
  • (Catatan: Pastikan Mama selalu menggunakan sendok takar bawaan kemasan berukuran 5 ml, bukan sendok makan biasa di rumah agar dosisnya presisi).

Artikel lainnya: Kenali Ciri-Ciri Pencernaan Si Kecil yang Sehat

2. Combantrin Tablet

Combantrin Tablet mengandung pyrantel pamoate 250 mg yang bekerja melumpuhkan cacing sehingga mudah dikeluarkan melalui tinja. Obat ini cocok untuk anak yang sudah dapat mengunyah obat.

Usia penggunaan:

  • Dapat diberikan pada anak usia 2 tahun ke atas.

Dosis dan cara minum:

  • Anak usia 2–6 tahun: ½–1 tablet, sekali minum. (Bila tablet sulit dibelah rata atau anak belum pandai mengunyah, bentuk suspensi lebih disarankan).
  • Anak usia 6–12 tahun: 1–1½ tablet, sekali minum.

3. Konvermex Suspensi

Konvermex Suspensi merupakan obat cacing anak di apotek yang mengandung pyrantel pamoate 250 mg/5 ml. Obat ini digunakan untuk membantu mengatasi infeksi cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang.

Usia penggunaan:

  • Dapat digunakan pada anak usia 2 tahun ke atas.

Dosis dan cara minum:

  • Anak usia 2–6 tahun: ½–1 sendok takar (2,5–5 ml), sekali minum.
  • Anak usia 6–12 tahun: 1–1½ sendok takar (5–7,5 ml), sekali minum.
  • Usia ≥12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), sekali minum.

Artikel lainnya: 13 Makanan Prebiotik Alami untuk Pencernaan Anak

4. Vermoran Tablet Kunyah

Vermoran Tablet Kunyah mengandung mebendazol 500 mg yang bekerja menghambat penyerapan glukosa oleh cacing sehingga cacing mati secara bertahap. Karena mengandung mebendazol, obat ini disarankan dibeli dengan petunjuk atau resep dokter.

Usia penggunaan:

  • Dianjurkan untuk anak usia 5 tahun ke atas. Tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 5 tahun tanpa petunjuk dokter.

Dosis dan cara minum:

  • Anak usia 5 tahun ke atas: 1 tablet kunyah, sekali minum.
  • (Khusus untuk infeksi cacing kremi, pengobatan umumnya perlu diulang setelah dua minggu untuk membunuh telur cacing yang baru menetas).

5. Albendazol Suspensi

Albendazol Suspensi merupakan obat cacing anak (dengan resep dokter) yang efektif untuk mengatasi berbagai infeksi cacing usus, termasuk cacing cambuk, cacing gelang, cacing tambang, dan cacing kremi.

Usia penggunaan:

  • Digunakan untuk anak usia 2 tahun ke atas sesuai petunjuk dokter.

Dosis dan cara minum:

  • Karena albendazol termasuk obat keras (resep), dosisnya ditentukan secara spesifik oleh dokter sesuai jenis infeksi cacing dan berat badan anak. Jangan berikan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak 1 Tahun ke Atas

6. Albendazol Tablet Kunyah

Albendazol Tablet Kunyah mengandung albendazol 400 mg dan menjadi alternatif obat resep untuk anak yang sudah dapat mengunyah tablet. Obat ini bekerja dengan menghambat metabolisme cacing sehingga infeksi dapat teratasi.

Usia penggunaan:

  • Diberikan pada anak usia 2 tahun ke atas, sesuai indikasi dokter.

Dosis dan cara minum:

  • Umumnya 1 tablet sekali minum, tetapi dosis dapat berbeda tergantung jenis infeksi cacing dan rekomendasi dokter.

7. Vermox Tablet

Sama halnya dengan Vermoran, Vermox Tablet mengandung zat aktif mebendazol 500 mg yang efektif membantu mengatasi berbagai infeksi cacing usus.

Usia penggunaan:

  • Dianjurkan untuk anak usia di atas 5 tahun atau berdasarkan petunjuk dokter.

Dosis dan cara minum:

  • 1 tablet sekali minum, sesuai aturan penggunaan dokter. Tablet ini dapat dikunyah, ditelan langsung, atau dicampurkan ke dalam makanan bila anak kesulitan meminum obat.

Artikel lainnya: Serat untuk Anak: Manfaat dan Sumber Makanannya

Efek Samping Obat Cacing Anak

Obat cacing umumnya aman dan ditoleransi dengan sangat baik oleh tubuh anak. Namun, seperti halnya obat medis lain, efek samping ringan bisa saja muncul, di antaranya:

  • Mual ringan atau muntah.
  • Sakit perut atau kram perut sementara.
  • Pusing atau sakit kepala ringan.

Mama harus segera menghentikan pengobatan dan mencari pertolongan medis ke IGD jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi berat, seperti ruam kulit yang menyebar, pembengkakan pada area wajah atau bibir, hingga sesak napas mendadak.

Jika Mama masih bingung menentukan obat cacing untuk anak yang bagus apa atau ragu mengenai pemberian obat cacing, terutama untuk anak berusia di bawah 2 tahun, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter agar Si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat.

Masi punya pertanyaan seputar kondisi Si Kecil? Yuk, temukan berbagai informasi terpercaya dengan gabung Komunitas HalloBumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli atau Mama lainnya.

Jangan lupa juga download aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi parenting lengkap dan terbaru. Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event HalloBumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image