Peran Ayah Saat Ibu Menyusui
:strip_icc():format(webp)/hb-article/31tsRvNeSWAJLhfgRZyuw/original/354peran-ayah-saat-ibu-menyusui-by-wong-sze-yuen-shutterstock.jpg)
Anindita Budhi T., S.Psi. Psikolog
Proses pemberian ASI kepada Si Kecil dapat berjalan lancar jika Papa juga terlibat aktif saat Mama menyusui.
Papa dan Mama, keberhasilan menyusui ternyata bukan hanya peran Mama semata. Meski Mama memegang peranan penting sebagai penyedia ASI, tetapi Papa juga punya peranan tidak kalah penting. Ada banyak cara yang bisa seorang Papa lakukan untuk mendukung Mama selama proses menyusui berlangsung. Apa sajakah itu?
- Mengantar Si Kecil kepada Mama
Minggu-minggu pertama pasca kelahiran Si Kecil, Mama masih butuh istirahat panjang karena tubuhnya belum pulih benar. Maka, ketika Si Kecil menangis, biarkan Mama tetap berada di tempat tidur dan Papa bertugas mengantarkan Si Kecil pada Mama. Bantu posisikan Si Kecil dalam dekapan Mama, beri tambahan bantal agar posisi Mama dan Si Kecil sama-sama nyaman.
- Siapkan camilan favorit Mama
Begitu Mama mulai menyusui, Papa bisa segera menyiapkan camilan favorit Mama. Pasti perut Mama akan terasa lapar usai menyusui Si Kecil. Sembari menunggu, bawakan Mama sepiring camilan untuk menambah kembali tenaga dan mengisi payudara dengan ASI kembali.
- Ambilkan minuman segar selagi Mama menyusui
Menyusui bisa membuat Mama kehausan lho! Pastikan di samping Mama selalu tersedia air putih atau minuman segar yang bisa meredakan dahaganya. Boleh juga kombinasi keduanya, yang paling penting Mama siap meneguk minuman itu dengan senang hati.
- Ciptakan suasana menyusui yang kondusif
Kalau Mama menyusui anak ke-2 atau ke-3, dst, ada kalanya kakak-kakak akan ikut nimbrung melihat adiknya menyusu. Namun, pada awal-awal masa menyusui, Mama dan Si Kecil sama-sama tengah beradaptasi. Suasana yang kondusif dan tenang lebih diperlukan. Maka, setelah memastikan Si Kecil sudah dalam dekapan Mama, Papa bisa mengajak kakak untuk bermain di ruangan lain.
- Biarkan Mama menyusui di tempat paling nyaman di rumah
Ya, Mama butuh tempat paling nyaman di rumah agar bisa menyusui dengan tenang. Jika perlu, ayah bisa menyediakan spot di salah satu sudut rumah yang tenteram dan sejuk. Mama dan Si Kecil pun bisa melakukan nyaman saat menyusu.
- Bantu Mama menyendawakan Si Kecil
Ketika Mama selesai menyusui, Papa bisa mengambil alih peran Mama dalam hal menyendawakan Si Kecil. Biarkan Mama rapi-rapi atau membersihkan diri usai menyusui. Papa dapat menggendong Si Kecil secara tegak sambil menepuk punggung perlahan hingga ia bersendawa.
- Ikut “menyusui” dengan ASI perah
Apabila Mama punya stok ASI perah, Papa juga bisa ikut “menyusui” Si Kecil lho. Caranya, tentu dengan memberi ASI perah kepada Si Kecil, menggunakan media berupa cup feeder atau sendok.
Sebisa mungkin hindari pemakaian dot jika tidak ingin Si Kecil mengalami bingung puting. Namun, Papa bisa melakukan sesi “menyusui” anak ini setelah ia berusia 3-4 minggu agar Si Kecil lebih dulu terbiasa menyusu langsung pada Mamanya.
- Ambil bagian dalam urusan kebersihan
Gumoh, muntah, buang air kecil, atau buang air besar saat tengah menyusui adalah hal wajar yang terjadi pada semua bayi baru lahir. Agar Mama tidak kewalahan, Papa bisa mengambil tugas kebersihan ini. Ambil Si Kecil dari Mama dan bersihkan ia sesegera mungkin. Meski hal kecil, sikap Papa demikian sangat berarti bagi Mama karena merasa Papa proaktif dalam mengurus Si Kecil.
- Peluk Mama sesering mungkin
Hormon oksitosin diyakini mampu meningkatkan produksi ASI. Cara mudah agar tubuh Mama bisa melepas lebih banyak hormon ini adalah lewat sentuhan kulit dengan Si Kecil dan juga Papa! Ya, Papa sangat dianjurkan memeluk Mama sesering mungkin sebagai bentuk support penuh selama proses menyusui. Ini juga menjadi semacam apresiasi ayah dalam mengungkapkan rasa terima kasih dan kasih sayang pada Mama yang telah berjuang melahirkan Si Kecil.
Papa, mudah kan mengambil peran sebagai ayah ASI selama proses menyusui? Yuk, tunjukkan rasa sayang Papa pada Mama dan Si Kecil dengan menjadi Papa yang suportif! (AB)
Betul mima , menceganh baby blues juga ini… Terimakasih inf tampilkan selengkapnya
Hai Mama, terima kasih atas sharingnya ya. :) ^sm