loading

Bawang Merah Bantu Turunkan Demam Anak, Mitos atau Fakta?

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Bawang merah sering digunakan sebagai cara tradisional untuk menurunkan demam anak. Namun, apakah cara ini terbukti efektif? Kenali fakta medis, risikonya, dan cara tepat meredakan demam si kecil.
bawang-merah-bantu-turunkan-demam-anak

Demam pada anak sering membuat Mama mencari berbagai cara rumahan untuk membantu Si Kecil merasa lebih nyaman. Bawang merah untuk demam anak merupakan salah satu cara yang cukup dikenal di masyarakat, meski efektivitasnya belum didukung bukti medis yang memadai.

Mama perlu mengetahui fakta dan risikonya agar dapat memberikan perawatan yang sesuai ketika Si Kecil mengalami demam.

Apakah Bawang Merah Bisa Menurunkan Demam Anak?

Sampai saat ini, belum ada bukti klinis yang cukup untuk menyatakan bahwa bawang merah yang dibalur atau ditempelkan pada kulit dapat menurunkan suhu tubuh anak.

Sumber medis seperti American Academy of Pediatrics (AAP), NHS, dan Mayo Clinic tidak memasukkan bawang merah sebagai metode penanganan demam pada anak.

Pertanyaan “Apakah Bawang Merah Bisa Menurunkan Demam Anak?” masih sering muncul karena praktik ini telah lama digunakan sebagai pengobatan rumahan.

Manfaat bawang merah untuk anak demam lebih tepat dikaitkan dengan penggunaannya sebagai bahan makanan sesuai usia, bukan sebagai bahan yang dibalur atau ditempelkan pada kulit untuk menurunkan suhu tubuh.

Mama juga sebaiknya tidak menganggap penurunan suhu setelah pembaluran bawang sebagai bukti bahwa bawang telah mengatasi penyebab demam. Suhu tubuh dapat berubah secara alami sehingga diperlukan termometer untuk mengetahui kondisi anak secara lebih objektif.

Artikel lainnya: Penyebab Kejang Demam pada Anak dan Penanganannya

Bagaimana Cara Membalur Bawang Merah untuk Demam Anak?

Praktik membalur bawang merah pada tubuh anak merupakan pengobatan rumahan yang dikenal di sebagian masyarakat. Namun, tidak terdapat prosedur pembaluran bawang merah yang direkomendasikan oleh sumber medis utama sebagai terapi demam.

Karena itu, Mama sebaiknya tidak menjadikan cara menurunkan panas anak dengan bawang merah sebagai pengganti penanganan demam yang memiliki dasar medis.

Penggunaan bawang secara langsung pada kulit dapat memicu iritasi, sementara reaksi alergi kontak terhadap bawang tergolong jarang.

Jika Mama sudah terlanjur membalur bawang merah dan kulit Si Kecil menjadi merah, perih, gatal, atau muncul ruam, segera bersihkan area kulit tersebut dan hentikan penggunaannya. Keluhan kulit yang menetap atau semakin berat sebaiknya diperiksakan kepada dokter.

Artikel lainnya: Berapa Suhu Si Kecil yang Normal? Ini Panduannya

Bagian Tubuh Mana yang Boleh dan Tidak Boleh Dibalur?

Tidak ada bagian tubuh yang secara medis direkomendasikan untuk dibalur bawang merah sebagai cara menurunkan demam. Mama tidak perlu mengoleskan bawang pada telapak kaki, dada, punggung, perut, ketiak, leher, atau bagian tubuh lainnya untuk tujuan tersebut.

Mama juga sebaiknya menghindari penggunaan bawang pada:

  • Wajah dan area sekitar mata.
  • Hidung atau sekitar mulut.
  • Area genital dan selangkangan.
  • Kulit yang terluka.
  • Kulit yang sedang mengalami ruam atau iritasi.
  • Area yang sebelumnya mengalami reaksi terhadap bawang.

Kulit yang mengalami iritasi dapat menjadi lebih sensitif terhadap paparan berikutnya. Risiko tersebut dapat meningkat jika bahan iritan digunakan dalam jumlah banyak, dalam waktu lama, atau berulang kali.

Jadi, pencarian cara menurunkan demam anak dengan bawang merah sebaiknya tidak berujung pada penggunaan bawang secara langsung pada kulit Si Kecil.

Apakah Aman Membalur Bawang Merah saat Anak Demam di Malam Hari?

Demam memang dapat terasa lebih tinggi pada sore atau malam hari karena suhu tubuh secara alami mengalami perubahan sepanjang hari. Kondisi tersebut bukan berarti Mama perlu menggunakan bawang merah sebagai terapi khusus pada malam hari.

Lantas, bagaimana dengan cara mengatasi anak demam di malam hari dengan bawang merah? Tidak ada bukti medis yang cukup untuk menjadikan pembaluran bawang sebagai metode yang dianjurkan.

Mama dapat memantau suhu Si Kecil menggunakan termometer dan memperhatikan kondisi tubuhnya. NHS menyarankan orang tua tetap memeriksa kondisi anak secara berkala, termasuk pada malam hari, serta memastikan anak mendapatkan cukup cairan.

Pakaikan Si Kecil pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal. Hindari membungkus anak dengan terlalu banyak pakaian atau selimut karena dapat membuat tubuh lebih sulit melepaskan panas.

Artikel lainnya: Bintik Merah pada Si Kecil: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Risiko Bawang Merah untuk Kulit Anak dan Bayi?

Bawang mentah memiliki sifat yang dapat mengiritasi kulit. Paparan bawang secara langsung pada kulit dapat memicu iritasi, sedangkan reaksi alergi kontak terhadap bawang tergolong lebih jarang.

banner

Beberapa reaksi yang dapat muncul setelah kulit terkena bawang antara lain:

  • Ruam.
  • Rasa perih atau terbakar.
  • Gatal.
  • Kulit kering atau mengelupas.
  • Peradangan.

Risiko tersebut menjadi pertimbangan penting ketika Mama melihat informasi tentang anak demam dibalur bawang merah. Pembaluran bukan hanya belum terbukti menurunkan demam, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kulit pada sebagian anak.

Mama sebaiknya menghentikan penggunaan jika muncul reaksi pada kulit. Dokter dapat membantu menilai kondisi kulit jika keluhan tidak membaik setelah area tersebut dibersihkan.

Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Selain Membalur saat Anak Demam?

Perawatan di rumah dapat difokuskan pada menjaga kenyamanan dan mencegah dehidrasi. Demam sendiri merupakan respons tubuh terhadap infeksi sehingga tujuan utama penanganan bukan selalu membuat suhu langsung kembali normal, tetapi membantu anak tetap nyaman sambil memantau kondisi yang menyertainya.

1. Berikan cairan yang cukup

Pastikan Si Kecil mendapatkan cairan sesuai usia. Bayi yang masih menyusu dapat tetap diberikan ASI seperti biasa, sedangkan anak yang lebih besar dapat diberikan cairan yang sesuai.

Perhatikan tanda dehidrasi seperti mulut kering, berkurangnya air mata saat menangis, buang air kecil lebih jarang, atau anak tampak sangat lemas.

2. Berikan pakaian yang nyaman

Gunakan pakaian yang ringan dan nyaman. Anak tidak perlu dibungkus terlalu tebal untuk membuatnya berkeringat karena cara tersebut tidak direkomendasikan untuk menangani demam.

3. Biarkan anak beristirahat

Istirahat dapat membantu Si Kecil memulihkan kondisi tubuh. Mama tetap dapat mengajak anak beraktivitas ringan sesuai kondisinya, tetapi tidak perlu memaksanya bermain ketika sedang tidak nyaman.

4. Gunakan obat penurun demam bila diperlukan

Paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada anak tertentu. Penggunaan obat perlu mengikuti usia, berat badan, petunjuk kemasan, atau anjuran tenaga kesehatan.

Paracetamol tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 2 bulan tanpa arahan tenaga kesehatan. Ibuprofen juga memiliki batasan tertentu, termasuk pada anak yang mengalami dehidrasi atau berusia terlalu muda. Aspirin tidak dianjurkan untuk anak dan remaja.

Artikel lainnya: Rekomendasi Obat Demam Anak yang Ampuh dan Aman

Kapan Anak Demam Perlu Dibawa ke Dokter?

Mama perlu memperhatikan usia Si Kecil, suhu tubuh, lama demam, serta kondisi umum anak. Angka pada termometer penting, tetapi perubahan perilaku dan gejala lain juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kapan anak perlu diperiksa.

Bayi di bawah 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih perlu segera mendapatkan penilaian medis, meskipun terlihat cukup baik. Anak juga perlu diperiksakan jika demam disertai:

  • Sulit bernapas.
  • Sangat mengantuk atau sulit dibangunkan.
  • Tidak mau minum atau menunjukkan tanda dehidrasi.
  • Muntah atau diare berulang.
  • Kejang.
  • Leher kaku.
  • Ruam yang tidak biasa.
  • Kondisi semakin memburuk.

AAP juga menyarankan orang tua menghubungi dokter jika demam berlangsung lebih dari 24 jam pada anak berusia di bawah 2 tahun atau lebih dari 3 hari pada anak berusia 2 tahun ke atas.

Bawang merah yang dibalur pada kulit belum terbukti secara medis dapat menurunkan demam anak dan juga memiliki risiko menyebabkan iritasi kulit.

Mama dapat membantu Si Kecil melalui pemberian cairan yang cukup, pakaian yang nyaman, istirahat, serta obat penurun demam bila diperlukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pemeriksaan medis diperlukan jika demam terjadi pada bayi yang masih sangat kecil, berlangsung cukup lama, atau disertai tanda yang mengkhawatirkan.

Unduh aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan Mama dan Si Kecil dalam satu aplikasi.

Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil dan mengikuti berbagai event Hallobumil untuk mendapatkan informasi serta berbagi pengalaman bersama Mama lainnya.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image