Tips Menyusui untuk Ibu Bekerja
:strip_icc():format(webp)/hb-article/Oav1wBSa-rwb1fL37cE-B/original/0payudara-menyusui1.jpg)
dr. Jessica Florencia
Mama yang bekerja pasti tetap ingin dapat memberikan yang terbaik bagi Si Kecil. Meskipun harus bekerja, Mama masih tetap dapat memberikan ASI bagi Si Kecil Mama.
Pada bulan-bulan pertama kehidupan, seorang bayi butuh menyusui sebanyak 8-12 kali dalam 24 jam. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut maka Mama yang bekerja harus memompa ASI sekitar 2-3 kali sehari dalam 8 jam bekerja. Ketika memompa ASI, pastikanlah bahwa kebersihan tangan dan tempat menyimpan ASI terjaga dengan benar. Jangan lupa untuk memberikan label tanggal agar pemberian ASI dapat disesuaikan dengan memberikan ASI yang lebih lama terlebih dahulu.
Agar sukses memompa ASI, usahakanlah agar Mama:
1. Carilah tempat yang nyaman dan tenang untuk memompa ASI
2. Tetaplah rileks dan merasa nyaman
3. Lakukan pemijatan pada payudara untuk merangsang refleks oksitosin
4. Lakukan pemijatan puting payudara untuk merangsang refleks oksitosin
5. Pikirkanlah tentang Si Kecil Mama dan kasih sayang Mama padanya untuk membuat Mama lebih percaya diri dan nyaman
Setelah memompa ASI, Mama juga perlu memastikan agar penyimpanan ASI jangan sampai merusak ASI.
Penyimpanan ASI
ASI dapat disimpan di:
1. Suhu kamar
Pada suhu ruang, ASI hanya dapat bertahan selama 6 jam. Jika tidak ingin segera digunakan maka sebaiknya ASI segera dimasukkan ke dalam pendingin.
2. Kotak Insulator (Cooler Box)
Dalam kotak insulator, ASI dapat bertahan hingga 24 jam. Jika tidak ingin segera dipakai maka harus segera disimpan di kulkas atau freezer.
3. Kulkas
Di dalam kulkas, ASI dapat disimpan untuk 5-8 hari. Pastikan ASI disimpan di bagian dalam kulkas.
4. Freezer
Di dalam freezer, ASI dapat disimpan hingga 3-6 bulan. Dalam freezer laci, dapat disimpan hingga 6-12 bulan.
Pemberian ASI yang Beku
Jika ingin memberikan ASI yang sudah dibekukan di dalam freezer maka sebaiknya ASI dicairkan terlebih dahulu di kulkas untuk kemudian langsung diberikan pada Si Kecil atau paling tidak ASI harus diberikan dalam 24 jam. Jika Si Kecil tidak suka minum ASI yang dingin maka Mama dapat menghangatkannya dengan meletakkan wadah penyimpan ASI di bawah air hangat yang mengalir atau di dalam mangkuk berisi air hangat. Setelah penghangatan, goyanglah wadah ASI dengan putaran perlahan agar kandungan ASI merata. Jangan mengocok dengan keras. Jangan menghangatkan ASI di dalam microwave karena dapat merusak kandungan nutrisi susu. Selain itu karena pemanasan cairan oleh microwave biasanya tidak merata maka dapat terjadi ada bagian ASI yang terlalu panas yang dapat melukai Si Kecil.
Jika ASI yang sudah dicairkan dan dihangatkan tidak habis, maka sisa ASI harus dibuang. Jangan membekukan atau menghangatkan kembali ASI. (JF)