Artikel/Kehamilan/Tips Menyusui untuk Ibu Bekerja, Tetap Produktif & MengASIhi

Tips Menyusui untuk Ibu Bekerja, Tetap Produktif & MengASIhi

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 27 November 2025
Ditinjau oleh dr. Jessica Florencia
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Meskipun harus bekerja, Mama masih tetap dapat memberikan ASI pada Si Kecil. Yuk pahami dulu bagaimana manajemen ASI yang tepat agar tetap produktif dan ASI lancar di tempat kerja.
tips-menyusui-untuk-ibu-bekerja

Mama yang bekerja tentu tetap ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil, termasuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Kabar baiknya, meskipun Mama harus kembali bekerja, pemberian ASI eksklusif tetap bisa dilakukan jika Mama paham bagaimana manajemen ASI yang tepat.

Pada bulan-bulan pertama, bayi butuh menyusu sebanyak 8–12 kali dalam 24 jam. Itu sebabnya saat kembali bekerja, Mama perlu memompa ASI 2–3 kali dalam 8 jam kerja untuk mempertahankan produksi ASI. Meski kelihatan sulit, namun dengan strategi yang tepat, rutinitas ini tetap dapat berjalan lancar dan nyaman. Yuk simak sampai tuntas.

Apakah Ibu Bekerja Tetap Dapat Menyusui Bayinya Secara Eksklusif?

Jawabannya: Tentu bisa ya Ma!

Di Indonesia, hak Mama untuk menyusui dan memompa ASI dijamin oleh negara. Undang-Undang No. 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa perusahaan wajib memberikan kesempatan yang layak bagi ibu menyusui untuk memelihara bayinya. Ini mencakup waktu dan tempat yang mendukung untuk memerah ASI di lingkungan kerja.

Artinya, Mama tidak perlu merasa bersalah atau bingung. Secara hukum, Mama berhak untuk tetap memompa ASI di tempat kerja dan melanjutkan pemberian ASI eksklusif.

Strategi Manajemen Menyusui pada Ibu Bekerja

Manajemen menyusui bagi ibu bekerja dapat dibagi dalam 2 fase penting: sebelum kembali bekerja dan selama berada di tempat kerja. Keduanya saling berkaitan untuk memastikan produksi ASI Mama tetap lancar dan Si Kecil mendapat ASI sesuai kebutuhannya.

Sebelum Kembali Bekerja (Selama Kehamilan)

Persiapan sejak masa hamil dapat membantu Mama lebih percaya diri ketika waktunya kembali bekerja nanti. Berikut beberapa hal yang perlu Mama perhatikan:

  • Pelajari teknik menyusui dan memerah ASI: Mama bisa ikuti kelas laktasi atau konsultasi dengan konselor laktasi untuk memahami cara memompa, posisi menyusui, dan manajemen ASI perah.
  • Siapkan perlengkapan memompa: Beli atau siapkan pompa ASI yang nyaman, wadah penyimpanan, cooler bag, dan ice pack.
  • Bangun komunikasi dengan tempat kerja: Mama bisa berdiskusi dengan HRD atau atasan mengenai ruangan khusus menyusui (lactation room) dan jadwal memompa.
  • Mulai membangun stok ASI (freezer stash): Setelah ASI eksklusif berjalan stabil (biasanya ketika bayi usia 1 bulan), Mama dapat mulai menyimpan ASI sedikit demi sedikit untuk cadangan.

Saat di Tempat Kerja / Sedang Bekerja

Saat kembali bekerja, beberapa strategi berikut akan membantu Mama tetap produktif sekaligus menjaga produksi ASI:

  • Carilah tempat yang nyaman dan tenang: Pilih ruangan khusus laktasi jika tersedia. Jika tidak, cari ruang privat yang bersih dan aman.
  • Tetap rileks dan nyaman: Stres dapat menghambat refleks oksitosin. Mama bisa memutar musik lembut atau melihat foto/video Si Kecil untuk membantu proses let-down.
  • Pijat payudara sebelum memompa: Pemijatan membantu merangsang oksitosin sehingga ASI lebih mudah keluar.
  • Lakukan pemerasan puting secara lembut: Ini membantu memperlancar aliran ASI dan meningkatkan hasil perahan.
  • Pikirkan tentang Si Kecil: Melihat foto Si Kecil, pakaian kecil, atau rekaman suara bayi bisa membantu memperkuat refleks keluarnya ASI.
  • Jaga kebersihan: Pastikan tangan dan perlengkapan pompa dalam keadaan bersih sebelum digunakan.
  • Label ASI sesuai tanggal: Beri label tanggal pada setiap botol atau plastik ASI agar pemberiannya sesuai prinsip first in, first out.

Artikel lainnya: 8 Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Tips Memerah, Menyimpan, dan Memberikan ASI

Manajemen ASI yang benar sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan ASI selama Mama bekerja.

1. Memerah ASI

  • Pompa ASI 2–3 kali dalam 8 jam kerja.
  • Gunakan pompa elektrik atau manual sesuai kenyamanan Mama.
  • Pijat payudara sebelum memerah untuk merangsang refleks oksitosin.

2. Menyimpan ASI

ASI bisa disimpan dalam beberapa kondisi berikut:

  • Suhu Kamar: Bertahan hingga 6 jam. Jika tidak segera digunakan, segera simpan di kulkas.
  • Kotak Insulator (Cooler Bag/Box): Bertahan hingga 24 jam menggunakan ice pack. Setelah tiba di rumah, pindahkan ke kulkas atau freezer.
  • Kulkas (Chiller): Bertahan selama 5–8 hari. Simpan di bagian dalam kulkas, bukan di pintu.
  • Freezer: Bertahan 3–6 bulan (freezer kulkas 1 pintu). 6–12 bulan untuk freezer khusus/laci terpisah.

3. Memberikan ASI yang Dibekukan

  • Cairkan ASI di kulkas terlebih dahulu, lalu gunakan dalam 24 jam.
  • Jika ingin dihangatkan, rendam wadah ASI di mangkuk berisi air hangat.
  • Jangan menghangatkan ASI dengan microwave karena bisa merusak nutrisi dan berbahaya bagi Si Kecil.
  • Setelah dihangatkan, goyang perlahan wadah ASI—jangan dikocok keras.
  • Jika tidak habis, ASI harus dibuang dan tidak boleh dibekukan kembali.

Artikel lainnya: Mama Alergi, Apakah Aman Menyusui Si Kecil?

Mama bekerja tetap bisa memberikan ASI eksklusif dengan manajemen yang tepat, dukungan lingkungan kerja, dan pengetahuan seputar memerah, menyimpan, serta memberikan ASI. Kemampuan Mama dalam menjaga ASI tetap berkualitas akan sangat berarti bagi kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil.

Jika Mama ingin lebih nyaman melewati masa menyusui sambil bekerja, yuk join komunitas HalloBumil agar bisa saling berbagi pengalaman dengan ibu-ibu lainnya. Jangan lupa unduh aplikasi HalloBumil untuk memperoleh info terpercaya, health tools seperti kalkulator HPL, serta akses webinar bersama para ahli kesehatan. Cek event terbaru di HalloBumil sekarang!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
26
1
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
YD

saya dulu hamil anak pertama asi keluar sedikit, namun anak tampilkan selengkapnya

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image