Tips Menghadapi Cuaca Panas Saat Hamil
:strip_icc():format(webp)/hb-article/ebwxdu21-SINbvk9WkhEA/original/569week-251-menghadapi-cuaca-panas-saat-hamil-rev.jpg)
dr. Indira Sari
Melakukan aktivitas harian di tengah cuaca yang panas memang tidak menyenangkan. Apalagi bagi ibu hamil.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika, ibu hamil termasuk ke dalam kelompok yang rentan terkena serangan panas. Karena saat cuaca panas, tubuh ibu hamil harus bekerja lebih keras, tidak hanya untuk menurunkan suhu tubuhnya sendiri namun juga Si Kecil yang dikandung.
Selain itu, ibu hamil lebih mudah terkena dehidrasi sehingga menjadi lebih sulit untuk mendinginkan diri. Ditambah dengan perubahan iklim yang terjadi belakangan ini, semakin banyak ibu hamil yang dilaporkan mengalami serangan panas atau bahkan masuk rumah sakit karena cuaca yang terlalu panas.
Gejala Serangan Panas
Cuaca panas dapat menimbulkan gejala serangan panas pada tubuh, antara lain:
- Kulit terasa hangat
- Sakit kepala dan pusing
- Kram otot
- Mual
- Suhu tubuh meningkat di atas 39 derajat Celsius
Apabila Mama merasakan satu atau lebih gejala tersebut, segeralah pindah ke tempat yang lebih dingin, longgarkan pakaian, gunakan handuk basah untuk menyeka tubuh, atau berendam di dalam bak mandi berisi air dingin jika tersedia.
Jika gejala tidak juga membaik atau bahkan memburuk dalam waktu satu jam, Mama harus segera mencari pertolongan medis.
Cara Mencegah Serangan Panas
Berikut tips yang dapat Mama lakukan agar terhindar dari serangan panas:
1. Minum yang Banyak
Asupan cairan yang cukup dapat menghindarkan Mama dari dehidrasi. Jangan lupa untuk selalu membawa botol minum dan menghabiskan isinya, terutama apabila Mama beraktivitas saat cuaca panas dan banyak berkeringat.
2. Gunakan Pakaian yang Tepat
Tidak hanya membantu dalam mendinginkan tubuh, menggunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat dapat mencegah iritasi atau kemerahan yang sering terjadi di bawah payudara atau perut ibu hamil.
Mama juga bisa memilih pakaian yang menutupi tubuh, karena dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara langsung.
3. Hindari Berolahraga di Luar Ruangan
Berolahraga di luar ruangan, terutama jika cuaca sedang sangat panas atau lembap, dapat meningkatkan risiko terkena serangan panas.
Apabila memungkinan, sebaiknya Mama berolahraga di dalam ruangan yang ber-AC atau ruangan dengan ventilasi yang baik. Namun jika Mama tetap ingin berolahraga di luar, pilihlah waktu ketika cuaca sedang tidak terlalu panas, misalnya pada pagi atau sore hari.
4. Berteduh
Jika Mamaa sedang beraktivitas di luar ruangan, jangan berdiri di tempat panas secara terus-menerus. Cobalah sering-sering berteduh untuk memberi kesempatan tubuh mendinginkan diri. Akan lebih baik jika Mama memakai topi atau payung saat beraktivitas di luar.
5. Waspadai Gejala Serangan Panas
Kenali gejala serangan panas dan selalu dengarkan sinyal dari tubuh Mama. Tidak ada salahnya jika Mama membawa handuk basah atau kipas saat beraktivitas di cuaca yang panas.
Apabila Mama mulai merasakan satu atau beberapa gejala serangan panas, segera dinginkan tubuh dan cari pertolongan medis jika gejala tidak membaik atau malah memburuk.
Pada umumnya gejala serangan panas dapat diatasi dengan baik. Namun, CDC mengatakan bahwa belum diketahui efek pastinya terhadap perkembangan janin. Artinya, tidak dapat dipastikan apakah serangan panas dapat menyebabkan gangguan perkembangan organ di dalam kandungan atau tidak.
Selain itu, toleransi panas setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang bisa saja lebih sensitif terhadap serangan panas dibandingkan yang lainnya. Karena itu, hal yang terbaik adalah melakukan pencegahan agar Mama tidak sampai mengalami serangan panas.




minn apakah boleh ketika gerah kita diem didepan kipas angin tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Ma, penggunaan kipas angin pada umumnya tidak memiliki efek terhadap janin. Namun, jangan langsung berada di depan kipas angin, sebab udara yang dingin dapat membuat saluran pernapasan kering dan mudah terjadi iritasi. :) ^sr
- 1

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)