Tips Menerima Tamu Setelah Melahirkan
:strip_icc():format(webp)/hb-article/OC8cY0C7KeFxpJAIdOSWO/original/626week-34-6-tips-menerima-tamu-usai-melahirkan.jpg)
Anindita Budhi, S.Psi
Setelah Si Kecil lahir, ada perasaan lega dan senang ya, Ma, terutama saat menyadari Mama dan Si Kecil sama-sama sehat. Namun, berita kelahiran kerap mengundang keluarga, teman, dan kerabat untuk datang berbondong-bondong menengok. Mulai dari ingin mengucapkan selamat, turut berbahagia, hingga keinginan menggendong Si Kecil.
Di satu sisi, Mama mungkin merasa senang atas perhatian yang diberikan. Ada banyak doa yang mengharapkan Mama lekas pulih dan Si Kecil cepat pintar menyusui.
Di sisi lain, Mama juga butuh istirahat mengingat melahirkan adalah proses panjang dan melelahkan. Belum lagi jika Si Kecil masih sedang belajar menyusui. Jadi dilema, ya?
Tips Menerima Tamu Setelah Melahirkan
Beberapa tips berikut bisa jadi pertimbangan Mama terkait isu menerima tamu setelah melahirkan:
1. Tunda Pengumuman Kelahiran Si Kecil
Batasi hanya pada keluarga inti dan teman dekat. Cara ini cukup efektif untuk menghindari permintaan menjenguk Si Kecil, terutama pada hari-hari awal pasca persalinan.
Mama cukup menyampaikan berita kelahiran Si Kecil pada keluarga inti mengingat merekalah yang akan banyak membantu Mama mengurus Si Kecil. Jadi, Mama bisa fokus memulihkan diri sembari beradaptasi dengan kehadiran Si Kecil.
2. Minta Teman, Keluarga, atau Rekan Kerja Berkunjung ke Rumah dengan Perjanjian
Segera setelah Mama mengumumkan kelahiran Si Kecil, biasanya orang lain ingin datang menjenguk. Tak ada salahnya bila Mama minta mereka membuat janji lebih dulu supaya Mama bisa bersiap-siap.
3. Pastikan Tamu dalam Kondisi Sehat Saat Berkunjung
Daya tahan tubuh bayi baru lahir masih belum matang. Mereka pun rentan untuk terinfeksi virus dan bakteri dari orang lain. Karena itu, pastikan tamu dalam kondisi sehat saat berkunjung. Jika mereka sedang flu, batuk, atau sakit apa pun, silakan tolak secara halus.
4. Sediakan Tempat Cuci Tangan di Depan Rumah atau Hand Sanitizer
Minta tamu mencuci kedua tangannya lebih dulu sebelum masuk rumah dan memegang benda apapun di dalam rumah. Saat punya bayi, kebersihan adalah isu utama yang harus dipegang teguh. Tidak apa-apa jika Mama dibilang cerewet atau bawel, asalkan Si Kecil dan Mama sehat selalu.
5. Gendong Bayi Selalu
Tujuannya adalah supaya tamu tidak leluasa menyentuh apalagi mencium Si Kecil! Ya, sedekat apa pun hubungan Mama dan para tamu, tentu Mama tak ingin mereka sembarang menyentuh Si Kecil yang masih membangun kekebalan tubuhnya.
6. Bersikap Asertif Itu Perlu dengan Tetap Menjaga Perasaan dan Sopan Santun
Mama boleh-boleh saja mengutarakan kekhawatiran pada tamu yang mulai bertindak agak di luar batas, seperti meminta menggendong atau mencium Si Kecil, maupun bertamu terlalu lama.
Coba katakan perlahan, misalnya, “Maaf, sebentar lagi waktunya adik menyusui nih” atau “Nanti kapan-kapan kita ngobrol lagi ya? Saya mau menyusui Si Kecil dulu”, sembari permisi pergi ke kamar.
7. Berbagi Tugas dengan Papa Saat Menerima Tamu
Biarkan Papa jadi “seksi repot” dalam menerima tamu yang datang berkunjung. Fokuskan perhatian Mama hanya pada Si Kecil sehingga bisa segera merespons apa pun kebutuhannya.
Sementara, Papa bisa mengambil alih urusan menyediakan minum, menerima barang yang dibawa tamu, sampai menemani mereka bercakap-cakap saat Mama harus melipir ke kamar menyusui Si Kecil.
8. Jangan Merasa Bersalah Hanya Karena Mama sedang Tidak Ingin Menerima Tamu
Mama bukan satu-satunya ibu baru yang merasa demikian usai melahirkan. Kurang tidur, kesulitan menyusui, tangisan Si Kecil, semua cukup untuk membuat Mama merasa lelah luar biasa. Satu-satunya hal yang Mama inginkan hanya tidur tanpa gangguan apa pun.
Jadi, tidak apa jika Mama harus menolak kunjungan seorang teman atau kerabat. Mereka bisa menunggu lain waktu, tetapi kesehatan diri Mama tidak.
Pendek kata, jujur dengan situasi diri terkini akan membantu Mama lebih siap menerima tamu yang ingin menjenguk Si Kecil. Diskusikan juga pada Papa soal aturan bertamu ini sehingga sama-sama punya satu tujuan, yaitu mengutamakan kebahagiaan keluarga kecil Mama Papa.




iya pasti anaku nggak boleh asal nyium & pegang selain tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Bunda, terima kasih atas tanggapannya. Semoga sehat selalu 😊 ^ak
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)