Suami Tak Antusias Menyambut Kehamilan, Apa yang Harus Dilakukan?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/c-cwIa0fD7GCRYsxdTW4t/original/535suami-tak-antusias-menyambut-kehamilan-apa-yang-harus-dilakukan-by-vgstockstudio-shutterstock.jpg)
Anindita Budhi T., S.Psi
Ada banyak hal yang menjadi alasan di balik sikap dingin Papa dalam menyambut kehamilan Mama. Bisa saja kehamilan kali ini tidak direncanakan alias kebobolan. Kekhawatiran finansial juga dapat menjadi penyebab lainnya. Mungkin juga Papa terlalu cemas pada kesehatan Mama, sehingga ia memilih bersikap tidak antusias pada kehamilan ini.
Agar Papa lebih antusias dalam menyambut kehamilan
Suka tidak suka, Mama memang perlu membuat Papa sadar bahwa kehamilan ini nyata dan waktu terus berjalan. Janin dalam rahim Mama terus berkembang dari hari ke hari. Memaksanya untuk mengubah sikap dalam satu malam jelas tidak mungkin. Namun, bukan berarti tidak ada yang bisa Mama lakukan menghadapi sikap Papa seperti ini.
Berikut ini hal-hal yang bisa Mama lakukan saat Papa tidak menyambut baik kehamilan Mama.
- Dengarkan saja
Jangan buru-buru menghakimi Papa dengan semua penilaian yang muncul dalam benak Mama. Coba kesampingkan dulu pendapat Mama (ini sulit, tetapi wajib!) dan duduk dengarkan pendapatnya. Bersikap reflektif pada apa yang Papa katakan, berusaha memahami pandangannya.
Kebanyakan orang akan merasa lebih santai dan bisa menerima masukan saat kita mau mendengarkan serta menyimak dulu apa yang ada dalam pikirannya. - Bicarakan perasaan Mama pada pasangan
Akui bahwa Mama punya kekhawatiran serupa tentang kehamilan ini. Namun, saat ini Mama tengah berupaya menjalani kehamilan sebaik-baiknya, dan dukungan sekecil apa pun dari Papa akan sangat membantu kesehatan Mama serta Si Kecil dalam kandungan. - Coba gali perasaan Papa saat ini
Kehamilan jelas bukan peristiwa yang terjadi setiap hari. Wajar jika Papa begitu rentan dan ia merasa insecure. Ada banyak ketakutan yang bisa saja memenuhi pikirannya, seperti:
- Takut kehilangan Mama
- Khawatir perhatian Mama tercurah sepenuhnya pada anak dan tidak punya waktu lagi untuknya
- Keadaan finansial rumah tangga yang belum stabil
- Takut ia tidak bisa menjadi Papa yang baik
- Isu pengasuhan dalam keluarga Papa (misal, orang tua bercerai, kekerasan dalam rumah tangga, dan lainnya) - Jangan bahas semua hal secara bersamaan
Ya, lebih baik bicarakan satu per satu. Sebagai awalan, Mama bisa membuka dengan pertanyaan, “Bagaimana perasaanmu waktu tahu aku hamil?” Dengarkan saja, dan katakan jika Mama ingin menanggapi.
Lain waktu saat kondisi memungkinkan, coba bahas lagi kehamilan Mama dengan mengutarakan perasaan Mama hari ini atau perkembangan janin terkini, misalnya, “Eh, menurut aplikasi, usia 12 minggu janin sebesar jeruk lho! Lucu ya?” - Minta Papa menemani Mama kontrol kandungan rutin setiap bulan
Melihat sendiri bagaimana perkembangan janin dari bulan ke bulan lewat USG bisa menciptakan momen ajaib bagi Papa. Meski belum tampak antusias, percayalah lambat laun ia akan merasakan hal berbeda setelah berjumpa Si Kecil lewat layar monitor USG. - Ajak Papa ngobrol santai tentang perkembangan Si Kecil
Setiap hari sisihkan waktu untuk cuddling berdua. Coba taruh tangan Papa di perut Anda. Walau gerakan bayi belum terasa jelas, gestur seperti ini membuat Papa sadar bahwa Mama dan calon bayi membutuhkan dirinya untuk hadir selama masa kehamilan.
Harus Mama akui bahwa hal ini tidak selalu mudah dilakukan. Apalagi, ada banyak kemungkinan alasan mengapa Papa bersikap demikian. Namun, Mama bisa mencobanya dan amati respons Papa. Kuatkan diri untuk terus melembutkan hati Papa hingga akhirnya ia luluh dan mendukung kehamilan Mama sepenuhnya.




kondisi finansial yg pas2an... semoga allah beri jalan dan k tampilkan selengkapnya
- 8
Hai Mama, tetap semangat ya dan jangan pantang menyerah. Sehat selalu untuk Mama dan sekeluarga :) ^aw
- 0
udah 12 minggu tpi mual muntahnya semakin parah kadang nangi tampilkan selengkapnya
- 6
Hai Mama, hal ini normal ya saat hamil karena perubahan hormon. Tips untuk mengatasinya bisa makan sedikit tapi sering, hindari makanan yang berbau tajam, istirahat yang cukup, lakukan olahraga ringan seperti yoga, dan makan buah-buah yang segar :) ^aw
- 0
Makasih ya dek, di saat ibu diluar sana post ngidam makanan, tampilkan selengkapnya
- 6
Hai Mama, tetap semangat yaa dan selalu terapkan pola hidup sehat. Jangan pantang menyerah, sehat selalu untuk Mama dan Si Kecil :) ^aw
- 0
mulut juga suka pahit ga sih, mual muntah kek lebih air aja, tampilkan selengkapnya
- 4
Hai Mama, hal ini normal ya saat hamil karena perubahan hormon. Tips untuk mengatasinya bisa makan sedikit tapi sering, hindari makanan yang berbau tajam, istirahat yang cukup, lakukan olahraga ringan seperti yoga, dan makan buah-buah yang segar :) ^aw
- 1
disaat mood sendiri aja kadang berantakan, mesti ngertiin su tampilkan selengkapnya
- 2
Hai Mama, hal ini bisa dikomunikasikan dengan baik bersama Papa. Ajak Papa ngobrol santai tentang perkembangan Si Kecil disaat waktu yang santai atau weekend Ma :) ^aw
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)