Sebelum Bed Rest Saat Hamil, Perhatikan Hal Ini
:strip_icc():format(webp)/hb-article/bHwbMD9pc7AcOt6BtWa68/original/629week-373-sebelum-bed-rest-saat-hamil-perhatikan-hal-ini.jpg)
dr. Marlene Abigail
Bed rest bukan lagi suatu istilah yang asing. Mama pasti pernah beberapa kali mendengar tentang ini.
Terkadang, dokter akan menyarankan Mama yang sedang hamil untuk bed rest, yang artinya Mama harus tetap berada di tempat tidur atau sofa sepanjang hari. Bed rest ada yang bisa dilakukan di rumah, ada pula yang harus dirawat di rumah sakit.
Kapan Harus Bed Rest?
Biasanya dokter akan menyarankan untuk bed rest apabila Mama mengalami kondisi berikut ini:
- Tekanan darah tinggi dan preeklampsia
- Perdarahan pada awal kehamilan dan ancaman keguguran
- Ketuban pecah dini
- Kontraksi prematur dan ancaman kelahiran prematur
- Kondisi leher rahim lemah atau memendek, biasanya pada kehamilan kembar atau terdapat kelainan pada leher rahim
- Perdarahan karena plasenta previa (letak plasenta rendah) atau solusio plasenta (plasenta lepas sebagian dari rahim)
- Perkembangan janin yang terhambat
Perlu tidaknya bed rest dalam penanganan berbagai masalah dalam kehamilan masih menjadi perdebatan para ahli. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bed rest tidak terbukti mengurangi komplikasi akibat masalah-masalah tersebut dan dapat menimbulkan efek samping.
Namun, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa bed rest dapat menolong. Banyak dokter menyarankan untuk bed rest karena memperhitungan keuntungan yang melebihi kerugiannya.
Adakah Efek Samping Bed Rest?
Beberapa penelitian menunjukkan efek samping dari bed rest, yakni berupa:
- Berkurangnya kepadatan tulang serta otot mengecil dan melemah
- Terbentuk gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah, biasanya pada kaki
- Turunnya berat badan atau berat badan tidak naik sebagaimana diperlukan
- Berat badan janin rendah
- Pemulihan pasca melahirkan yang lebih sulit dan lama
- Timbulnya stres, cemas, dan depresi
Apa yang Harus Dilakukan?
Jika Mama disarankan untuk bed rest, Mama boleh menanyakan pertanyaan yang mendetail kepada dokter, seperti:
- Mengapa Mama disarankan untuk bed rest? Apakah ada alternatif yang lain?
- Keuntungan dan risiko apa yang akan Mama dapatkan?
- Berapa lama bed rest diperlukan?
- Bed rest yang dimaksud adalah berbaring sepanjang hari atau boleh diselingi dengan duduk di sofa, pergi ke kamar mandi, serta melakukan aktivitas ringan? Aktivitas apa yang diperbolehkan? Apakah ada olahraga yang boleh Mama lakukan?
- Apakah Mama harus menghindari mengangkat barang berat?
- Dapatkah Mama mengurus si Kakak?
- Apakah boleh berhubungan badan?
Tips Menjalani Bed Rest Saat Hamil
Bed rest dapat menjadi situasi yang berat baik secara fisik maupun mental. Namun, Mama tetap harus fokus untuk membuat situasi ini dapat terlewati dengan baik. Berikut adalah beberapa tips untuk Mama:
- Tetaplah Memiliki Kegiatan
Bila perlu, buat jadwal sehari-hari. Setiap pagi tetaplah mandi dan berpakaian seperti mau beraktivitas. Mama bisa membaca, menonton, melakukan hobi, atau bahkan belajar sesuatu yang baru. - Olahraga
Lakukan olahraga ringan yang diperbolehkan dokter supaya otot Mama tetap terlatih, serta gerakkan kedua kaki Mama agar gumpalan darah tidak terbentuk. - Berbicara kepada Orang Terdekat
Mama akan mengalami pasang surut selama menjalani bed rest. Untuk itu, Mama memerlukan orang lain untuk menguatkan, menghibur, atau sekadar mendengarkan Mama. - Konsumsi Makanan yang Bergizi Seimbang
Makanlah banyak serat dan minum banyak air untuk mengurangi risiko sembelit. - Lakukan Pembagian Tugas
Delegasikan tugas untuk mengurus si Kakak dan rumah tangga kepada orang yang Mama percaya.
Itu tadi sekilas tentang bed rest saat hamil, Ma. Jangan sungkan untuk berdiskusi dengan Dokter untuk membahas terapi yang terbaik bagi Mama dan Si Kecil, ya.




Udh seminggu ga bsa jalan tulang mis v sakit bgt 😠pas peri tampilkan selengkapnya
- 8
keputihan terus setelah beraktivitas pada Minggu ke 37 wajar tampilkan selengkapnya
- 6
Hai Mama, selama kehamilan, keputihan cenderung lebih banyak karena peningkatan kadar hormon, seperti hormon estrogen, dan aliran darah tambahan ke area leher rahim atau serviks. Namun, untuk memastikan kondisi mama sebaiknya periksa dengan dokter 🙂 ^lm
- 0
nyeri perut bagian bawah sampai ke belakang dok dan nyeri pa tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Mama, mengenai kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kehamilan yang semakin membesar membuat ligamentum melar dan tertarik sehingga terasa nyeri. Semoga membantu😊 ^lm
- 0
beberapa hari ini setiap malam selalu nyeri di punggung sepe tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Ma, nyeri punggung bisa disebabkan perubahan hormon selama hamil, dan biasanya terlalu lama tidur dengan posisi tertentu, jadi menekan tubuh mama :) ^sr
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)