Pusar Menonjol Saat Hamil, Berbahayakah?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/Phdo1DFZtLmvwTzDghEG0/original/609week-336-pusar-menonjol-saat-hamil-berbahayakah.jpg)
dr. Venny Beauty
Pusar adalah tempat menempelnya janin dengan ari-ari atau plasenta dari Mama, yang dihubungkan oleh tali pusar. Fungsinya sangat penting karena lewat tali pusar inilah, nutrisi dan oksigen diantarkan serta zat-zat sisa metabolisme dibuang dari tubuh Si Kecil.
Setelah lahir, tali pusar sudah tidak berguna dan akan dipotong. Setelah beberapa minggu, maka tali pusar yang tersisa di perut Si Kecil akan terlepas, dan tinggallah pusar.
Selama kehamilan, pusar Mama dapat tampak lebih menonjol daripada biasanya. Hal ini terkadang membuat Mama khawatir, apalagi jika penonjolannya berlebihan dan baru pertama kali dialami. Nah, di artikel ini kita akan membahas mengenai hal tersebut lebih lanjut.
Penyebab Pusar Menonjol Saat Hamil
Ketika memasuki trimester dua atau tiga, ukuran Si Kecil akan semakin besar. Hal ini menyebabkan tekanan di dalam rongga perut semakin meningkat. Penekanan inilah yang membuat pusar Mama menjadi terdorong dan menonjol.
Tak perlu khawatir, Ma. Ini merupakan hal yang wajar dialami oleh ibu hamil dan biasanya tidak disertai dengan rasa nyeri. Selain itu, pusar yang menonjol ini akan kembali normal dalam beberapa minggu setelah melahirkan.
Selain akibat penekanan dari Si Kecil yang membesar, terdapat keadaan lain yang juga dapat menyebabkan pusar terlihat menonjol, yakni hernia umbilikalis.
Hernia, atau yang lebih dikenal dengan usus turun, ternyata dapat timbul di perut. Hal ini terjadi akibat kelemahan dinding perut, sehingga isi dari rongga perut bisa masuk ke dalam bagian yang mengalami kelemahan tersebut.
Mama dapat membedakan sendiri keadaan ini dengan penonjolan pusar yang normal. Pada penonjolan pusar normal, biasanya yang menonjol hanya bagian pusar yang masuk ke dalam. Sedangkan pada hernia umbilikalis, daerah sekitarnya akan ikut menonjol dibandingkan dengan kulit perut.
Selain itu, pada hernia umbilikalis dapat terasa nyeri yang bersifat tumpul, sehingga titik asal nyeri sulit ditunjuk. Sedangkan pada penonjolan pusar normal biasanya tidak ada rasa nyeri.
Cara lainnya untuk membedakan adalah dengan mencoba batuk atau mengejan. Jika benjolan makin besar saat batuk atau mengejan, mungkin benjolan tersebut adalah hernia umbilikalis.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Mama memiliki pusar yang menonjol, namun tidak merasakan nyeri dan tidak terdapat tanda-tanda yang menunjukkan kemungkinan hernia umbilikalis, tidak perlu khawatir dan cukup menjaga kesehatan Mama serta Si Kecil.
Selain itu, Mama sebaiknya tidak menggosok-gosok bagian pusar yang menonjol tersebut karena malah akan menyebabkan iritasi dan infeksi.
Apabila Mama merasa curiga benjolan pada pusar tersebut merupakan hernia umbilikalis, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Pada dasarnya, hernia umbilikalis tidak berbahaya dan dapat ditangani dengan memakai korset untuk memperkuat dinding perut. Namun, jika terdapat bagian usus yang masuk dan terjepit, tentu saja keadaan ini dapat membahayakan, sehingga perlu ditangani segera oleh dokter.
Walaupun pusar menonjol saat hamil umumnya tidak berbahaya dan dapat kembali seperti sedia kala setelah melahirkan, beberapa wanita mungkin merasa risih dan kurang percaya diri akibat penonjolan tersebut.
Jika demikian, Mama dapat menggunakan pakaian yang agak longgar. Selain lebih nyaman dipakai, pakaian longgar akan menyamarkan pusar Mama yang menonjol.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
