Artikel/Kehamilan/Penyebab Tumbuhnya Rambut di Tubuh Saat Hamil

Penyebab Tumbuhnya Rambut di Tubuh Saat Hamil

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 16 Desember 2020
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Pertumbuhan rambut berlebih adalah hal yang umum dialami ibu hamil. Bulu-bulu ini dapat tumbuh di perut atau area lain yang biasanya terjadi pada pria. Apa penyebabnya, dan adakah cara untuk menyingkirkannya?
penyebab-tumbuhnya-rambut-di-tubuh-saat-hamil

dr. Marlene Abigail

Banyak perubahan yang terjadi pada tubuh Mama saat hamil. Salah satunya adalah pertumbuhan rambut yang berbeda dari biasanya.

Beberapa wanita merasakan rambut tumbuh lebih banyak, seperti rambut kepala yang lebih lebat. Ada juga yang menemukan bulu-bulu di halus di bagian yang biasanya tidak ditumbuhi rambut, misalnya di bawah dagu.

Pertumbuhan rambut saat hamil
Pada keadaan yang normal, 85-95% dari rambut di kepala berada pada fase pertumbuhan, dan 5-15% di antaranya berada pada fase istirahat.

Setelah fase istirahat usai, rambut ini akan rontok dan digantikan dengan rambut yang baru. Selama kehamilan, tingginya hormon estrogen membuat fase istirahat ini menjadi lebih panjang yang menyebabkan rambut rontok berkurang dan rambut menjadi lebih lebat.

Tingginya hormon estrogen, ditambah dengan adanya hormon androgen selama kehamilan, dapat menyebabkan rambut bukan hanya bertambah lebat di kepala. Namun juga bisa tumbuh di daerah lain, seperti wajah, dada, perut, bokong, paha, punggung, leher, dan lengan.

Pertumbuhan rambut yang berlebihan ini, atau dikenal dengan istilah hirsutisme, dapat terjadi pada beberapa wanita hamil. Tapi pada umumnya tidak parah dan tidak permanen.

Hubungan lebatnya rambut dengan jenis kelamin Si Kecil
Ada mitos yang beredar di masyarakat bahwa jika perut Mama berbulu saat hamil, maka Mama mengandung bayi laki-laki.

Faktanya, tidak ada penelitian yang mendukung teori ini. Lebatnya rambut yang tumbuh juga tidak selalu berbanding lurus dengan tingginya kadar hormon ibu hamil. Satu-satunya cara untuk mengetahui jenis kelamin Si Kecil adalah dengan melakukan ultrasonografi atau USG.

Cara menyingkirkan rambut yang tak diinginkan
Jika Mama terganggu dengan tumbuhnya rambut di tempat yang tidak diinginkan, Mama dapat mencabutnya dengan pinset, mencukurnya dengan pisau cukur, atau waxing. Pastikan semua alat-alat yang Mama gunakan bersih dan tidak dipakai bersama dengan orang lain. Perlu diingat juga bahwa selama kehamilan kulit Mama mungkin lebih sensitif terhadap nyeri.

Hindari bahan kimia untuk merontokkan bulu, misalnya krim perontok bulu. Pasalnya bahan kimia tersebut dapat masuk ke aliran darah dan mungkin dapat membahayakan janin.

Teknik menghilangkan rambut yang permanen dengan laser bisa saja dilakukan dengan aman. Namun, risiko hiperpigmentasi (menggelapnya warna kulit) setelah prosedur laser ini lebih besar, karena selama hamil kulit Mama menjadi lebih rentan mengalaminya.

Tanpa perawatan apa pun, rambut-rambut ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya pada 3 sampai 6 bulan setelah melahirkan. Pada beberapa kasus, rambut-rambut baru menghilang 1 tahun setelah melahirkan.

Hal yang perlu diwaspadai
Umumnya, pertumbuhan rambut yang berlebihan pada tubuh saat hamil adalah normal. Namun pada kasus yang jarang, hal ini dapat menjadi tanda bahwa produksi hormon androgen terlampau tinggi, atau yang disebut dengan hiperandrogenisme.

Hiperandrogenisme dapat disebabkan oleh beberapa penyakit, seperti sindrom polikistik ovarium, tumor, dan kelainan bawaan pada Si Kecil.

Selain pertumbuhan rambut berlebih, tingginya hormon androgen dapat ditandai dengan:

  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas
  • Timbul jerawat
  • Siklus haid yang tidak teratur sebelum kehamilan
  • Suara menjadi lebih berat
  • Klitoris membesar
  • Otot menjadi lebih kekar

Walaupun jarang terjadi, hiperandrogenisme dan penyakit yang mendasarinya dapat membahayakan Si Kecil di dalam kandungan. Bicarakan dengan dokter apabila Mama mengalami tanda-tanda hiperandrogenisme ini.

Pertumbuhan rambut berlebih di kepala atau bagian tubuh lainnya adalah hal yang umum dialami ibu hamil, dan akan menghilang setelah 6 bulan pasca melahirkan. Namun jika terdapat tanda-tanda hiperandrogenisme, bicarakan dengan dokter.

 

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
19
37
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
SA

apakah normal sakit perut dan pinggang di trimester pertama

  • 3
NF

berapa Minggu ya Bun adanya gerakan bayi

  • 3
Admin MIMA

Hai Mama, biasanya Mama mulai bisa merasakan gerakan janin setelah usia 16-22 minggu, tapi ada juga yang baru ngerasain waktu usia hamil 25 minggu 😊 ^ak

  • 0
RI

brpa minggu adanya gerakan bayi

  • 3
Admin MIMA

Hai Mama, biasanya Mama mulai bisa merasakan gerakan janin setelah usia 16-22 minggu, tapi ada juga yang baru ngerasain waktu usia hamil 25 minggu 😊 ^ak

  • 0
YS

halloo Mima .. di usia kandungan 9 Minggu ini lebih sering b tampilkan selengkapnya

  • 2
EN

blom kersa gerakan janinn

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, biasanya Mama mulai bisa merasakan gerakan janin setelah usia 16-22 minggu, tapi ada juga yang baru ngerasain waktu usia hamil 25 minggu 😊 ^ak

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image