Pentingnya Pemakaian Car Seat untuk Bayi dan Balita
:strip_icc():format(webp)/hb-article/gl6_N0Zb1kqCNLv18M-jC/original/607week-326-pentingnya-pemakaian-car-seat-untuk-bayi-dan-balita.jpg)
dr. Indira Dewi Ariani
Salah satu prioritas orang tua adalah memastikan keamanan dan keselamatan Si Kecil, termasuk saat berkendara dengan mobil.
Di Indonesia, Polri mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2019 sebanyak 107.500 peristiwa, dengan angka kematian berjumlah 23.530 orang. Sementara di Amerika Serikat (NHTSA, 2017), 675 anak di bawah 12 tahun meninggal karena kecelakaan mobil.
Penggunaan kursi mobil khusus anak-anak (car seat) bisa menurunkan risiko cedera berat seorang bayi sampai 71 persen.
Sistem penahan benturan ini dibuat untuk mengurangi risiko terlemparnya penumpang saat kecelakaan, menyalurkan energi benturan ke tulang-tulang yang lebih kuat dibanding ke jaringan lunak, dan membatasi kontak penumpang dengan bagian interior mobil.
Jenis-Jenis Car Seat
Terdapat beberapa tipe car seat yang dibuat oleh pabrik. Tipe apa yang dipilih perlu disesuaikan dengan pertumbuhan Si Kecil.
1. Rear-facing-only. Tipe ini dipasang khusus untuk posisi duduk hadap belakang, digunakan oleh bayi baru lahir sampai usia sekitar 1 atau 2 tahun (tergantung merk). Car seat ini bentuknya kecil dan memiliki pegangan di atas untuk mengangkatnya.
2. Convertible seat. Tipe ini digunakan untuk posisi duduk hadap belakang, dan seiring pertumbuhan anak, bisa diubah menjadi posisi hadap depan. Convertible seat lebih besar daripada rear-facing-only seat.
3. All-in-one seat. Tipe ini digunakan mulai dari posisi duduk hadap belakang, posisi hadap depan, dan kemudian posisi sabuk pengaman dengan booster untuk anak yang sudah lebih besar.
4. Booster seat. Tipe ini untuk anak yang lebih tua, diletakkan untuk membantu anak mencapai sabuk pengaman supaya terpasang dengan pas.
5. Seat belt. Untuk anak yang sudah melewati batas booster seat (biasanya di atas usia 12 tahun), gunakan sabuk pengaman bawaan mobil.
Empat Posisi Duduk Car Seat Sesuai Pertumbuhan Anak

Sumber: NHTSA
American Association of Pediatrics (AAP) pada tahun 2018 memberikan rekomendasi terbaru mengenai posisi duduk car seat. Rekomendasi ini dibuat setelah melalui berbagai penelitian mengenai kasus cedera anak-anak akibat kecelakaan mobil.
Setelah sang buah hati lahir, Mama perlu mengikuti prinsip berikut ini untuk menjaga keselamatan Si Kecil saat berkendara:
1. Semua bayi dan balita harus mengendarai mobil dengan posisi kursi menghadap ke belakang (rear-facing car seat). Posisi rear-facing ini dipakai selama mungkin, sampai mereka mencapai berat atau tinggi badan maksimal yang diizinkan oleh pabrik merk car seat tersebut.
2. Semua anak yang telah mencapai batas berat atau tinggi badan maksimal rear-facing car seat mereka, perlu duduk menghadap depan (forward-facing) dengan tali pengaman (harness).
Penggunaan posisi forward-facing ini selama mungkin, sampai mereka mencapai tinggi dan berat badan maksimal yang diizinkan oleh pabrik merk car seat tersebut.
3. Semua anak yang telah melewati batas berat atau tinggi badan maksimal forward-facing car seat mereka, perlu menggunakan booster seat dengan sabuk pengaman, sampai sabuk pengaman mobil bisa pas di bahu dan pangkuan mereka. Biasanya sampai tinggi badan 145 cm dan usia di antara 8-12 tahun.
4. Ketika usia anak dan badan anak sudah cukup, mereka harus menggunakan sabuk pengaman bawaan mobil untuk proteksi optimal.
5. Semua anak di bawah usia 13 tahun harus duduk di kursi belakang untuk proteksi optimal.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Car Seat
Dalam menggunakan car seat, Mama harus selalu memperhatikan hal-hal berikut ini untuk menjaga keselamatan Si Kecil di dalam mobil dengan optimal.
- Baca instruksi dengan baik
Selalu baca instruksi yang dikeluarkan oleh merek car seat yang dipakai. Di dalam instruksi tersebut tercantum nomor serial merek, batas tinggi dan berat badan anak sesuai merek, cara pemasangan car seat dengan benar, dan hal-hal lain yang perlu dipelajari oleh Mama. - Jangan pernah memasang car seat di kursi depan
Bahkan, jangan pernah membiarkan anak berkendara di kursi depan. Hal ini bisa berbahaya karena terdapat sistem kantong udara (airbag) yang bisa melempar car seat atau menutup muka anak. - Kenakan pakaian yang ringkas
Pakaikan anak pakaian yang ringkas sehingga pemasangan tali pengaman tidak kendur. Jaket atau selimut harus dilepas terlebih dahulu, kemudian disampirkan di atas tubuh anak setelah anak terkunci dengan aman di car seat.
Disarankan untuk tidak memakai pakaian berbahan wol supaya tidak tersangkut ke kuncian tali pengaman. - Ganjal tubuh bayi kecil dengan gulungan kain
Untuk bayi kecil, ganjal tubuh mereka dengan gulungan kain di sisi kanan, kiri, dan di antara kaki setelah tali pengaman mereka terpasang. Bisa juga menggunakan kain pelapis (insert) untuk mengganjal tubuh mereka. Namun, pastikan insert tersebut bawaan langsung sesuai merek car seat yang dipakai. - Jangan gunakan car seat untuk di luar mobil
Misalnya untuk menidurkan atau menyuapi Si Kecil. Terdapat angka kejadian SIDS (sudden infant death syndrome) pada penggunaan car seat yang terlalu lama dan tidak pada tempatnya. - Perhatikan kualitas dari car seat bekas
Bila Mama mau menggunakan car seat bekas, pilih yang masih berumur muda, tidak ada retak, tidak pernah ditarik kembali oleh pabrik, dan tidak pernah mengalami tabrakan.
Kunci dari kesuksesan Mama dalam penggunaan car seat adalah konsistensi. Mama harus konsisten untuk meletakkan Si Kecil di car seat setiap kali berkendara dengan mobil. Sebagai seseorang yang selalu diperhatikan oleh buah hati, Mama juga harus selalu memakai sabuk pengaman. Happy travelling, Ma!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
