Artikel/Kehamilan/Penggunaan Obat Nyamuk untuk Bumil, Aman atau Tidak?

Penggunaan Obat Nyamuk untuk Bumil, Aman atau Tidak?

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 16 Desember 2020
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Beberapa penyakit yang disebabkan nyamuk dapat berdampak buruk bagi ibu hamil maupun janin. Namun, amankah jika ibu hamil menggunakan obat antinyamuk?
penggunaan-obat-nyamuk-untuk-bumil-aman-atau-tidak

dr. Venny Beauty

Apakah Mama merasa lebih sering digigit nyamuk saat hamil ketimbang sebelum hamil? Jika ya, itu bukan hanya perasaan Mama saja. Ibu hamil memang cenderung lebih sering digigit nyamuk.

Hal itu karena nyamuk menyukai gas karbondioksida, dan ibu hamil lebih banyak mengeluarkan gas karbondioksida sehingga lebih menarik nyamuk. Selain itu, nyamuk tergolong serangga yang senang mencari panas, dan ibu hamil biasanya memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi.

Gigitan nyamuk tidak hanya mengganggu karena menyebabkan kulit Mama menjadi gatal, kemerahan, dan bentol, tetapi juga berisiko menularkan beragam jenis penyakit. Contohnya adalah demam berdarah, chikungunya, dan sebagainya.

Bahkan, beberapa penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk dapat mengakibatkan kelainan pada janin. Misalnya, infeksi virus Zika yang bisa menyebabkan mikrosefali, kondisi di mana ukuran kepala bayi lebih kecil dari normalnya.

Amankah Menggunakan Obat Antinyamuk Saat Hamil?
Untuk mencegah gigitan nyamuk, berbagai langkah dapat Mama lakukan, salah satunya dengan penggunaan obat antinyamuk. Ada banyak jenis obat antinyamuk yang tersedia di pasaran, mulai dari obat antinyamuk bakar, semprot, elektrik, maupun losion.

Dari berbagai jenis obat antinyamuk tersebut, Mama lebih disarankan untuk menggunakan obat antinyamuk oles, yang biasanya disebut dengan repellent.

Kandungan obat antinyamuk yang dianggap aman untuk ibu hamil adalah yang mengandung N-diethyl-m-toluamide atau DEET.

Selain itu, Mama juga dapat menggunakan obat antinyamuk yang mengandung picaridin atau icaridin, IR3535. Repellent dengan bahan ini dapat memberikan perlindungan pada ibu hamil dalam jangka waktu yang lebih lama, dari 6 hingga 12 jam.

Repellent yang mengandung para-menthane-diol dan 2-undecanone juga dapat digunakan untuk memberikan perlindungan dalam jangka waktu yang lebih pendek, biasanya 3 sampai 5 jam.

Saat ini, repellent yang mengandung bahan alami banyak dianjurkan untuk digunakan walaupun efektivitasnya masih belum dapat dibuktikan. Repellent jenis ini mengandung minyak yang diekstrak dari citronella atau lemon dan eucalyptus.

Cara Menggunakan Obat Antinyamuk dengan Tepat
Sebelum menggunakan repellent, sebaiknya Mama terlebih dahulu membaca label pada kemasan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kandungan obat yang ada di dalamnya dan seberapa sering produk sebaiknya dioleskan pada tubuh.

Selain itu, sebaiknya Mama mengoleskan repellent dengan cara-cara berikut:

  • Oleskan losion antinyamuk secara tipis pada area kulit yang terbuka atau tidak tertutupi oleh pakaian
  • Hindari mengoleskan pada kulit yang luka atau iritasi
  • Jangan gunakan di sekitar mata dan mulut
  • Hentikan penggunaan jika kulit bereaksi seperti muncul kemerahan, mengelupas, terasa perih dan panas

Lakukan Ini untuk Menghindari Gigitan Nyamuk
Selain penggunaan repellent, Mama juga sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut sebagai pencegahan dari gigitan nyamuk:

  • Selalu jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal
  • Kuras bak tempat penampungan air
  • Menggunakan abate atau larvasida pada tempat penampungan air
  • Tidak membiarkan baju-baju menggantung atau air menggenang
  • Kubur botol-botol yang rentan menjadi sarang nyamuk
  • Tanam tumbuhan antinyamuk di sekitar rumah
  • Gunakan kawat nyamuk di ventilasi rumah
  • Gunakan kelambu
  • Usahakan untuk tidur dalam ruangan yang ber-AC
  • Gunakan pakaian tertutup jika sedang bepergian

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
1
1
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
NN

hallo dok, apakah ibu hamil boleh pakai skincare atau tidak? tampilkan selengkapnya

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, mengenai penggunaan skincare sebenarnya boleh saja Ma. Baiknya pilih produk yang berbahan organik dan sudah teruji klinis. Mama bisa konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu ya agar disesuaikan dengan kondisi Mama. :) ^sr

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image