Hepatitis pada Ibu Hamil: Gejala, Penyebab & Penanganannya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/JIpE9kbVCW-j2bt2_l3Ap/original/0waspada-plasenta-previa-pada-kehamilan.jpg)
Kehamilan adalah masa penting bagi kesehatan Mama dan janin, sehingga kondisi medis apa pun harus diperhatikan secara serius, termasuk hepatitis pada ibu hamil.
Hepatitis adalah peradangan hati yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun dapat pula dipicu oleh konsumsi alkohol, obat-obatan, atau penyakit autoimun.
Pada masa kehamilan, infeksi hepatitis bisa menimbulkan risiko bagi Mama maupun bayi, terutama bila tidak terdeteksi sejak dini.
Oleh karena itu, sangat penting bagi Mama mengenali gejala hepatitis ibu hamil, penyebab, hingga cara penanganannya untuk meminimalkan risiko hepatitis saat hamil serta mencegah penularan hepatitis dari Mama ke bayi.
Artikel lainnya: Vaksinasi Hepatitis B Sebelum Hamil, Lindungi Mama dan Janin
Apa Itu Hepatitis pada Ibu Hamil?
Hepatitis pada ibu hamil adalah kondisi ketika Mama mengalami peradangan hati selama masa kehamilan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus hepatitis, baik itu hepatitis A, B, C, D, dan E yang masing-masing memiliki cara penularan dan tingkat keparahan berbeda.
Hepatitis B ibu hamil menjadi salah satu yang paling sering dibahas karena dapat menular ke janin bila tidak dilakukan skrining hepatitis B kehamilan sejak trimester pertama. Pemeriksaan dini penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan mencegah transmisi dari Mama ke bayi.
Gejala Hepatitis pada Ibu Hamil
Gejala hepatitis ibu hamil sering kali mirip dengan keluhan umum saat hamil sehingga mudah terabaikan. Beberapa tanda yang perlu Mama waspadai meliputi:
- Mual dan muntah berkepanjangan.
- Warna mata dan kulit menguning (jaundice).
- Urine berwarna gelap.
- Nyeri perut kanan atas.
- Kelelahan berat.
- Hilang nafsu makan.
Meski beberapa gejala tampak ringan, hepatitis tetap harus diperiksa dokter karena dapat berkembang menjadi kondisi yang serius apabila tidak ditangani.
Penyebab Hepatitis pada Ibu Hamil dan Dampaknya
Hepatitis pada kehamilan dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus. Risiko dan dampaknya berbeda, tergantung jenis virus penyebabnya. Berikut beberapa penyebabnya:
Penularan fekal-oral (virus hepatitis A & E)
Hepatitis A dan E biasanya ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Pada ibu hamil, hepatitis E perlu diwaspadai karena memiliki risiko komplikasi lebih tinggi, termasuk gagal hati akut dan persalinan prematur.
Menghindari makanan tidak matang, mencuci tangan, dan menjaga sanitasi adalah langkah pencegahan terbaik.
Penularan melalui darah dan cairan tubuh (hepatitis B, C, D)
Hepatitis B, C, dan D menular melalui darah, hubungan seksual tanpa pengaman, atau penggunaan jarum yang terkontaminasi.
Hepatitis B ibu hamil menjadi perhatian besar karena berisiko tinggi menular ke bayi saat persalinan bila tidak ditangani. Kondisi ini dapat dicegah melalui skrining hepatitis B kehamilan dan pemberian vaksin hepatitis B untuk bumil yang belum memiliki kekebalan.
Artikel lainnya: Sebaiknya Mama Melakukan Pemeriksaan Hepatitis B Sebelum Hamil!
Komplikasi Hepatitis saat Hamil
Infeksi hepatitis dapat berdampak serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Komplikasi bisa muncul pada Mama maupun janin.
Komplikasi pada ibu hamil
Ibu hamil yang mengalami hepatitis, terutama hepatitis B dan E, berisiko mengalami:
- Gagal hati akut.
- Kelahiran prematur.
- Infeksi kronis (khusus hepatitis B dan C).
- Perburukan penyakit hati yang sudah ada sebelumnya.
Mama dengan hepatitis juga membutuhkan pemantauan ketat untuk mencegah kondisi memburuk selama kehamilan.
Komplikasi pada janin
Penularan hepatitis dari ibu ke bayi menjadi risiko terbesar, terutama untuk hepatitis B dan C. Bayi dapat lahir dengan infeksi hepatitis kronis yang berpotensi menyebabkan sirosis atau kanker hati saat dewasa. Selain itu, hepatitis pada Mama dapat menyebabkan:
- Berat badan lahir rendah.
- Kematian janin.
- Persalinan prematur.
Artikel lainnya: Jenis Kuman dan Infeksi pada Kehamilan, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Bagaimana Jika Mama Positif Hepatitis Saat Hamil?
Jika Mama dinyatakan positif hepatitis saat hamil, langkah utama adalah mematuhi anjuran dokter dan melakukan pemantauan rutin. Dokter akan mengevaluasi jenis hepatitis, tingkat keparahan, serta menentukan apakah Mama memerlukan terapi antivirus khusus.
Pada hepatitis B, bayi akan mendapatkan imunoglobulin hepatitis B (HBIG) dan vaksin hepatitis B dalam 12 jam pertama setelah lahir untuk mencegah infeksi jangka panjang. Hal ini adalah langkah yang sangat efektif.
Selain pengobatan, Mama juga bisa memperkuat dukungan dan edukasi selama kehamilan. Salah satu cara praktis adalah menggunakan aplikasi yang menyediakan fitur kesehatan lengkap.
Mama dapat menghitung HPL (Hari Perkiraan Lahir) lewat health tools khusus, bergabung dengan komunitas edukatif seperti WhatsApp Hallobumil untuk berbagi pengalaman.
Mama juga bisa mengikuti webinar kesehatan bersama para ahli, hingga mengunduh aplikasi Hallobumil untuk pantau kehamilan harian. Dengan dukungan ini, pengelolaan hepatitis menjadi lebih mudah, terarah, dan tidak terasa sendirian.




Hai Mama, pusing disebabkan oleh perubahan hormonal, terlalu capek, pola makan kurang tepat dan kurang istirahat. Tips nya Mama dapat melakukan relaksasi, konsumsi cemilan sehat, tidur cukup. Segera konsultasi ke dokter jika keluhan berlanjut ya. :) ^sm
- 0
Aku di nyatakan hepatitis B reaktif, makanan apa saja yaa yg tampilkan selengkapnya
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)