Pakai Celana Jeans Ketat Saat Hamil, Ini Risikonya!
:strip_icc():format(webp)/hb-article/39IH4IT5ad_3lXJAyZE32/original/700week-54-pakai-celana-jeans-ketat-saat-hamil-ini-risikonya.jpg)
dr. Indira Dewi Iriani
Kehamilan memang masa yang menyenangkan. Meski sedang berbadan dua, tentunya Mama tetap ingin tampil modis saat sedang bepergian. Misalnya, dengan memakai celana jeans favorit Mama.
Akan tetapi, memakai celana jeans saat hamil bisa terasa sulit, terutama dalam hal menutup ritsleting. Ukuran pinggang yang terus berubah seiring usia kehamilan dan ketatnya area selangkangan juga dapat membuat Mama tidak nyaman.
Sebenarnya, rahim belum berkembang keluar panggul sampai usia 12 minggu kehamilan, sehingga Mama masih bisa menggunakan celana yang biasa dipakai sampai usia kehamilan tersebut.
Setelah itu, ukuran perut mulai bertambah sehingga Mama perlu menyesuaikan pakaian yang digunakan, menjadi lebih longgar dan lebih elastis. Hal ini tentunya harus dibarengi dengan kenyamanan dalam berpakaian.
Efek Menggunakan Celana Jeans yang Terlalu Ketat
Selama Mama merasa nyaman dan pakaian tidak terlalu ketat, seharusnya pakaian tidak akan mempengaruhi perkembangan janin. Walau begitu, penggunaan celana jeans yang ketat mempunyai beberapa dampak yang kurang baik bagi Mama, seperti:
1. Sakit Punggung
Menurut penelitian dari British Chiropractic Association, penggunaan pakaian yang ketat akan membatasi pergerakan pinggul dan lutut yang bisa mempengaruhi seseorang dalam menopang tubuhnya untuk berdiri tegak.
Penelitian ini juga menemukan bahwa model celana jeans yang ketat merupakan penyebab sakit punggung yang diakibatkan oleh pakaian.
2. Varises
Penggunaan celana jeans yang ketat bisa membuat pembuluh darah vena di area tungkai bawah menebal, atau biasa disebut varises.
Pada awalnya Mama mungkin tidak merasakan adanya penebalan pembuluh darah, tetapi dengan berjalannya waktu, kebiasaan menggunakan celana jeans yang ketat akan memperbesar dan melemahkan dinding pembuluh darah.
3. Keputihan
Kondisi kehamilan akan membuat suhu tubuh Mama sedikit meningkat. Selain itu, pada saat hamil, Mama mungkin juga mengalami keputihan (yang normal), tetapi bisa menjadi sumber infeksi bakteri atau jamur jika area vagina ditutupi oleh bahan pakaian yang terlalu ketat.
4. Gangguan Pencernaan
Memakai celana jeans yang terlalu ketat dapat menghambat fungsi pencernaan Mama. Menurut penelitian, pakaian yang terlalu ketat bisa menambah waktu yang diperlukan oleh feses untuk melewati usus dan mengurangi jumlah feses, serta memperparah fungsi sistem saraf otonom.
Konstipasi adalah salah satu masalah yang biasa dialami oleh ibu hamil, dan pakaian ketat bisa jadi memperparah kondisi ini.
Saran Pakaian yang Baik Saat Hamil
Pakaian yang baik adalah pakaian yang nyaman digunakan, baik itu celana jeans maupun pakaian secara umum.
Lalu, apa saja saran berpakaian yang sebaiknya dipilih oleh ibu hamil?
- Memakai model celana atau rok yang elastis. Biasanya menggunakan karet atau tali pinggang yang ukurannya bisa disesuaikan dengan ukuran perut Mama.
- Memakai model pakaian yang cukup longgar.
- Memakai bahan pakaian yang ringan dan bisa menyerap keringat, seperti katun.
- Menjaga kebersihan pakaian. Gantilah pakaian yang sudah lembab karena keringat.
- Menghindari pemakaian stocking atau kaos kaki yang terlalu ketat. Penggunaan stocking untuk terapi perlu anjuran khusus dari dokter.
- Mencoba terlebih dahulu sebelum membeli celana jeans untuk memastikan kenyamanan Mama, baik saat berdiri ataupun duduk.
Jika ingin tetap gaya saat hamil, tak perlu dengan menggunakan celana jeans yang terlalu ketat. Mama tetap dapat tampil modis dengan model pakaian yang baik, asalkan Mama bisa memilih dengan tepat sesuai kenyamanan.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
