:strip_icc():format(webp)/hb-article/8DoK1VxIGLcQwsMv_nYjG/original/77p2z8l8acfr1aqyrs2q7gjfo1fv8ry0.png)
Menjelang hari perkiraan lahir, sebagian Mama mungkin mulai mendengar istilah membrane sweep dari dokter atau bidan. Prosedur ini dapat ditawarkan ketika usia kehamilan sudah cukup bulan dan persalinan belum juga dimulai.
Membrane sweep adalah tindakan yang dilakukan dengan menyapu bagian selaput ketuban di sekitar leher rahim menggunakan jari saat pemeriksaan dalam.
Tujuannya adalah membantu merangsang pelepasan prostaglandin yang berperan dalam pematangan serviks dan memulai kontraksi.
Artikel lainnya: Wajib Tahu, Manfaat Air Ketuban bagi Pertumbuhan Janin
Apa Itu Membrane Sweep dan Bagaimana Cara Kerjanya
Mungkin banyak Mama penasaran, apa itu membrane sweep? Membrane sweep, yang juga dikenal sebagai membrane stripping atau cervical sweep, merupakan tindakan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dengan memasukkan jari yang sudah menggunakan sarung tangan ke dalam vagina hingga mencapai serviks.
Jika kondisi serviks memungkinkan, jari kemudian digerakkan secara melingkar untuk memisahkan sebagian selaput ketuban dari dinding bagian bawah rahim.
Tindakan ini tidak sama dengan memecahkan ketuban karena tujuannya bukan membuat kantung ketuban pecah.
Gerakan tersebut diharapkan merangsang tubuh untuk melepaskan prostaglandin. Hormon ini membantu membuat serviks lebih lunak dan matang sehingga tubuh lebih siap memasuki persalinan.
Namun, membrane sweep tidak menjamin persalinan langsung dimulai. Respons setiap Mama dapat berbeda, dan sebagian mungkin tetap membutuhkan metode induksi persalinan lainnya jika kontraksi tidak kunjung muncul.
Membrane sweep juga berbeda dengan induksi persalinan menggunakan obat. Prosedur ini dapat dilakukan saat kunjungan antenatal tanpa harus langsung menjalani induksi di rumah sakit.
Pedoman National Institute for Health and Care Excellence (NICE) menyebutkan bahwa membrane sweep dapat membuat persalinan spontan lebih mungkin terjadi dan berpotensi mengurangi kebutuhan terhadap metode induksi farmakologis atau mekanis berikutnya.
Artikel lainnya: Tanda 24 Jam Sebelum Melahirkan yang Perlu Mama Kenali
Kapan Membrane Sweep Biasanya Ditawarkan?
Membrane sweep umumnya mulai dibicarakan ketika kehamilan sudah memasuki usia cukup bulan, terutama setelah 39 minggu.
NICE merekomendasikan agar pilihan membrane sweep didiskusikan pada kunjungan antenatal setelah usia kehamilan 39 minggu, sedangkan NHS juga menyebutkan bahwa prosedur ini biasanya ditawarkan setelah 39 minggu. Keputusan untuk menjalaninya tetap perlu didasarkan pada kondisi kehamilan dan persetujuan Mama.
Usia kehamilan dan kesiapan serviks
Membrane sweep biasanya lebih memungkinkan dilakukan ketika serviks sudah mulai mengalami perubahan, seperti melunak, menipis, atau sedikit membuka.
Jika serviks masih tertutup rapat dan sulit dijangkau, dokter atau bidan mungkin tidak dapat melakukan sweep atau menilai bahwa prosedur tersebut belum sesuai.
American College of Obstetrics and Gynecologist (ACOG) juga menjelaskan bahwa stripping the membranes dilakukan ketika serviks sudah mengalami dilatasi sebagian.
Usia kehamilan juga menjadi pertimbangan penting. Pada kehamilan yang sehat, prosedur ini umumnya didiskusikan mulai sekitar 39 minggu.
Jika kehamilan sudah melewati waktu yang diharapkan, dokter dapat membicarakan pilihan untuk membantu memulai persalinan, termasuk membrane sweep maupun induksi persalinan sesuai kondisi Mama dan Si Kecil.
Pertimbangan kondisi Mama dan janin
Selain usia kehamilan dan kondisi serviks, dokter akan mempertimbangkan kondisi Mama, posisi janin, kondisi plasenta, riwayat kehamilan, serta apakah persalinan melalui vagina aman untuk dilakukan. Bila terdapat kondisi yang membuat persalinan vaginal tidak aman, membrane sweep mungkin tidak menjadi pilihan.
Sebagai contoh, ACOG mencantumkan beberapa kondisi yang dapat membuat persalinan vaginal tidak aman, seperti plasenta previa, posisi janin melintang, prolaps tali pusat, infeksi herpes genital aktif, atau jenis operasi rahim tertentu sebelumnya. Kondisi tersebut perlu dinilai secara individual oleh dokter sebelum menentukan rencana persalinan.
Bagaimana Prosedur Membrane Sweep Dilakukan?
Sebelum prosedur, dokter atau bidan biasanya menjelaskan tujuan, kemungkinan rasa tidak nyaman, serta efek yang mungkin muncul setelahnya. Mama juga perlu memberikan persetujuan sebelum pemeriksaan dilakukan.
NICE secara khusus merekomendasikan agar pilihan membrane sweep didiskusikan terlebih dahulu dan persetujuan verbal diperoleh sebelum tindakan. Secara umum, prosesnya berlangsung singkat dan dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan vagina.
1. Pemeriksaan serviks
Dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui kondisi serviks, termasuk apakah serviks sudah cukup terbuka dan memungkinkan jari mencapai bagian yang diperlukan. Jika serviks belum cukup terbuka, membrane sweep mungkin tidak dapat dilakukan.
2. Penyapuan membran
Jika kondisi memungkinkan, dokter atau bidan memasukkan satu atau dua jari yang sudah menggunakan sarung tangan ke area serviks.
Jari kemudian digerakkan secara melingkar di sekitar bagian dalam serviks untuk memisahkan selaput ketuban dari area dinding rahim di sekitarnya.
Proses ini bertujuan merangsang pelepasan prostaglandin yang dapat membantu mempersiapkan serviks dan memicu kontraksi.
Tindakan biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Mama mungkin merasakan tekanan, kram, atau rasa tidak nyaman selama prosedur.
Intensitas rasa tidak nyaman dapat berbeda pada setiap orang sehingga penting untuk memberi tahu dokter atau bidan apabila terasa terlalu sakit.
Artikel lainnya: Ciri-Ciri Pembukaan 1–10, Tahapan, dan Cara Mama Menghadapinya
Manfaat Membrane Sweep
Membrane sweep utamanya dilakukan untuk membantu meningkatkan kemungkinan persalinan dimulai secara spontan ketika kehamilan sudah cukup bulan. Namun, manfaatnya tidak berarti persalinan pasti terjadi segera setelah prosedur.
Terdapat kemungkinan peningkatan persalinan spontan, tetapi tingkat kepastian bukti masih terbatas dan hasilnya dapat berbeda antarindividu. Berikut sejumlah manfaat membrane sweep:
Membantu memicu persalinan spontan
Salah satu manfaat yang diharapkan adalah membantu tubuh memulai proses persalinan tanpa langsung menggunakan obat induksi. Pelepasan prostaglandin setelah stimulasi membran dapat membantu proses pematangan serviks dan munculnya kontraksi.
Berpotensi mengurangi kebutuhan induksi formal
Cochrane menemukan bahwa dibandingkan tidak melakukan tindakan atau sham procedure, membrane sweep mungkin meningkatkan kemungkinan persalinan dimulai secara spontan dan berpotensi menurunkan kebutuhan terhadap induksi persalinan formal.
Namun, peneliti juga menekankan bahwa kepastian bukti masih rendah sehingga manfaatnya tidak dapat dijamin untuk setiap Mama.
Dapat menjadi pilihan sebelum induksi dengan obat
Pada sebagian kehamilan, membrane sweep dapat dibicarakan sebagai salah satu langkah sebelum menggunakan metode induksi lain.
Jika persalinan tidak dimulai setelah prosedur, dokter dapat kembali mendiskusikan pilihan berikutnya berdasarkan usia kehamilan dan kondisi Mama serta janin.
Artikel lainnya: Induksi Persalinan: Pengertian, Indikasi, Metode, dan Risikonya
Apa Efek Samping yang Normal Setelah Membrane Sweep?
Setelah menjalani membrane sweep, Mama mungkin merasakan beberapa perubahan. Sebagian besar berkaitan dengan stimulasi serviks dan tidak selalu berarti persalinan sudah dimulai.
Mengingat respons setiap tubuh berbeda, penting untuk memperhatikan pola gejala yang muncul setelah prosedur.
Beberapa efek yang dapat terjadi antara lain:
- Kram atau nyeri seperti menstruasi. Serviks yang distimulasi dapat menimbulkan rasa mulas atau kram setelah prosedur.
- Kontraksi yang belum teratur. Mama mungkin merasakan perut mengencang setelah membrane sweep, tetapi kontraksi tersebut belum tentu langsung berkembang menjadi persalinan aktif.
- Flek atau perdarahan ringan. Sedikit perdarahan atau lendir bercampur darah dapat muncul karena serviks mengalami iritasi selama pemeriksaan.
- Keluarnya lendir bercampur darah. Kondisi ini dapat terjadi ketika serviks mulai mengalami perubahan menjelang persalinan.
- Ketuban pecah. Meski bukan tujuan prosedur, selaput ketuban dapat mengalami pecah secara tidak sengaja sehingga Mama perlu mengetahui apa yang harus dilakukan jika cairan ketuban keluar.
Jika Mama mengalami kontraksi setelah membrane sweep, perhatikan apakah kontraksi menjadi semakin teratur, lebih kuat, dan semakin berdekatan. Pola tersebut lebih sesuai dengan tanda persalinan dibandingkan kontraksi yang hanya muncul sesekali.
Artikel lainnya: Cara Agar Tetap Mama Tenang dan Optimis Jelang Persalinan
Kapan Membrane Sweep Tidak Dianjurkan?
Membrane sweep tidak dilakukan secara otomatis pada semua kehamilan. Dokter perlu memastikan bahwa persalinan vaginal memang merupakan pilihan yang aman dan tidak ada kondisi tertentu yang membuat pemeriksaan atau stimulasi serviks berisiko.
Misalnya, NICE merekomendasikan pemeriksaan riwayat pemeriksaan USG untuk memastikan tidak terdapat plasenta letak rendah sebelum membrane sweep dilakukan.
Prosedur juga tidak dilakukan apabila kondisi kehamilan membutuhkan persalinan melalui operasi caesar atau terdapat kondisi lain yang membuat persalinan vaginal tidak aman.
ACOG menyebutkan plasenta previa, posisi janin melintang, prolaps tali pusat, herpes genital aktif, dan beberapa jenis operasi rahim sebelumnya sebagai kondisi yang dapat membuat persalinan vaginal tidak aman.
Apabila ketuban sudah pecah, rencana persalinan perlu ditentukan berdasarkan usia kehamilan, kondisi Mama dan janin, serta lama waktu sejak ketuban pecah.
Untuk itu, Mama sebaiknya tidak mencoba melakukan pemeriksaan atau membrane sweep sendiri di rumah.
Artikel lainnya: Persiapan Operasi Caesar yang Wajib Diketahui Mama
Kapan Mama Harus Menghubungi Dokter Setelah Membrane Sweep?
Kram ringan dan flek dapat terjadi setelah membrane sweep, tetapi Mama perlu segera menghubungi dokter, bidan, atau fasilitas persalinan apabila mengalami perdarahan yang banyak, nyeri hebat, atau keluhan yang terasa tidak wajar.
Cleveland Clinic juga menyarankan segera menghubungi tenaga kesehatan jika terjadi perdarahan berat atau nyeri hebat setelah prosedur.
Mama juga perlu menghubungi tenaga kesehatan jika ketuban pecah. Cairan ketuban dapat keluar sebagai rembesan atau tiba-tiba mengalir dalam jumlah lebih banyak.
ACOG menyarankan ibu hamil menghubungi dokter atau tenaga kesehatan apabila mengalami pecah ketuban dan mengikuti instruksi yang diberikan.
Selain itu, segera cari pertolongan apabila gerakan Si Kecil terasa berkurang atau berubah dari biasanya. Perubahan gerakan janinmerupakan salah satu kondisi yang perlu segera dibicarakan dengan tenaga kesehatan, terutama menjelang persalinan.
Membrane sweep adalah prosedur yang dapat ditawarkan setelah kehamilan cukup bulan untuk membantu merangsang persalinan secara spontan.
Tindakan ini dilakukan dengan menyapu selaput ketuban di sekitar serviks menggunakan jari dan dapat merangsang pelepasan prostaglandin.
Meski berpotensi meningkatkan kemungkinan persalinan spontan dan mengurangi kebutuhan induksi formal, membrane sweep tidak menjamin persalinan akan langsung dimulai dan tidak cocok untuk semua kondisi kehamilan.
Jika dokter atau bidan menawarkan membrane sweep, Mama dapat mendiskusikan manfaat, risiko, kondisi serviks, serta pilihan lainnya sebelum menentukan keputusan. Yang terpenting, tindakan dilakukan oleh tenaga kesehatan dan disesuaikan dengan kondisi Mama serta Si Kecil.
Menjelang persalinan, wajar kalau Mama punya banyak pertanyaan, mulai dari tanda-tanda persalinan hingga kapan harus mulai bersiap ke rumah sakit.
Yuk, temani perjalanan kehamilan Mama dengan informasi dan fitur kehamilan dengan mengunduh aplikasi Hallobumil.
Pastikan Mama mendaftarkan data diri di aplikasinya dan dapatkan berbagai informasi yang bisa membantu Mama lebih siap menyambut Si Kecil.
Sedang menunggu hari persalinan sambil bertanya-tanya, “Ini sudah tanda mau lahiran atau belum, ya?” Mama nggak harus mencari jawabannya sendirian.
Yuk, bergabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk bertukar cerita dan mendapatkan informasi seputar kehamilan bersama Mama lainnya.
Jika Mama sedang memasuki trimester akhir dan mulai menghitung hari menuju persalinan, coba cek kembali perkiraan hari lahir Si Kecil.
Gunakan Health Tools Hitung HPL untuk membantu memperkirakan tanggal persalinan berdasarkan informasi kehamilan Mama.
Persiapan persalinan bukan hanya soal menunggu kontraksi datang. Mama juga bisa membekali diri dengan pengetahuan langsung dari para ahli.
Pantau dan ikuti event dan webinar kesehatan untuk mendapatkan kesempatan belajar lebih banyak tentang kehamilan, persalinan, dan persiapan menjadi orang tua.






:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
