Mengenal Diastasis Recti pada Kehamilan
:strip_icc():format(webp)/hb-article/6JRu4rv43EOoqs5IKZb08/original/0agarhamil.jpg)
dr. Citra Roseno
Diastasis recti sebenarnya merupakan perubahan normal yang terjadi selama kehamilan. Namun, diastasis recti dapat berdampak pada melemahnya otot perut, meningkatkan risiko nyeri punggung bawah dan pinggang, hernia, serta gangguan otot dasar panggul sehingga mempengaruhi aktivitas sehari-hari.
Apa itu diastasis recti?
Pada perut, terdapat otot penting yang disebut rektus abdominis. Otot ini berfungsi untuk menjaga organ dalam tubuh tetap berada di tempatnya, membentuk postur tubuh, dan berperan dalam pernapasan.
Otot rektus abdominis kanan dan kiri dipisahkan oleh sebuah jaringan ikat yang dapat meregang, disebut linea alba. Pada kondisi tertentu, seperti kehamilan atau pasca melahirkan, terjadi pemisahan otot perut kanan dan kiri, serta peregangan linea alba yang disebut sebagai diastasis recti atau diastasis recti abdominis. Peregangan ini terjadi untuk mengakomodasi ukuran rahim yang membesar selama kehamilan.
Pemisahan ini terlihat sebagai penonjolan di bawah kulit pada bagian tengah perut, terutama ketika otot perut dalam keadaan tegang seperti saat sedang batuk. Jarak yang tercipta akibat pemisahan otot rektus abdominis ini umumnya lebih dari 2.5 cm, setinggi area pusar, yang memanjang dari ulu hati hingga pusar.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)