Artikel/Kehamilan/Mengatasi Perasaan Moody Saat Hamil

Mengatasi Perasaan Moody Saat Hamil

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 16 Desember 2020
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Perasaan moody kerap dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan perubahan hormon kehamilan. Apakah ada cara tepat untuk mengatasinya?
mengatasi-perasaan-moody-saat-hamil

Anindita Budhi T., S.Psi

Perasaan moody selama hamil bisa disebabkan oleh banyak hal. Rasa tidak nyaman akibat perubahan bentuk tubuh bisa membuat Mama uring-uringan. Apalagi, mengingat dalam waktu dekat hidup Mama akan berubah total setelah menjadi ibu.

Adalah hal wajar ketika Mama merasa senang dengan kehamilan ini dan menit berikutnya terselip perasaan cemas dan khawatir, alias mood swings. Seberapa wajarkah perasaan moody ini berlangsung? Apa yang bisa Mama lakukan untuk mengatasinya?

Mood swings & hormon kehamilan
Alasan utama mengapa mood swings akrab dialami ibu hamil adalah perubahan hormon secara drastis dalam tubuh Mama, terutama estrogen dan progesteron.

Level estrogen meningkat hingga 100 kali pada 12 minggu pertama masa kehamilan. Para ahli menyatakan peningkatan kadar estrogen ini bisa membuat suasana hati Mama berubah-ubah. Rasa cemas dan mudah marah kerap diasosiasikan dengan perubahan hormon ini.

Sementara, hormon progesteron meningkat pesat selama trimester pertama. Hormon progesteron bertugas membuat tubuh Mama lebih rileks, khususnya mencegah kontraksi dini pada rahim. Namun, bagi beberapa ibu hamil, hormon ini justru membuat mereka mudah lelah, bahkan merasa sedih.

Terbayang, kan, bagaimana kombinasi kedua hormon itu membuat mood Mama berantakan selama hamil? Ini masih ditambah sederet perubahan fisik yang Mama alami sejak bulan-bulan pertama.

Cara mengatasi perasaan moody
Lalu, bagaimana Mama bisa bertahan dengan segala perubahan mood selama masa kehamilan?

  • Akui bahwa perasaan itu ada. Menerima fakta bahwa mood Mama mudah berubah adalah langkah pertama untuk berteman dengan mood swings sepanjang kehamilan. Jangan pernah merasa buruk karena apa yang Mama rasakan. Semua ibu hamil merasakan hal serupa, jadi Mama tidak sendirian.
  • Bicarakan perasaan Mama pada Papa, meski kadang perasaan itu tampak sepele. Ungkapkan secara jujur apa yang Mama alami saat ini. Dukungan dari Papa akan membuat Mama lebih siap menjalani masa kehamilan yang naik turun meliuk-liuk seperti roller coaster.
  • Perbanyak asupan informasi positif mengenai kehamilan, bukan informasi yang menakut-nakuti Mama dan menumbuhkan kecemasan berlebih. Lebih baik bertanya langsung pada dokter terkait keluhan yang Mama alami.
  • Coba berteman dengan morning sickness, mengingat kehamilan ini nyaris tidak mungkin Mama hindari. Rasa mual dan muntah kerap membuat Mama merasa sulit mengendalikan diri yang berujung pada kecemasan dan mudah moody.
    Untuk mengurangi kekhawatiran itu, siasati dengan membawa botol minum dan camilan di dalam tas ke manapun Mama pergi. Permen jahe atau buah jeruk juga bisa jadi senjata mengendalikan rasa mual yang bisa datang tanpa diduga.
  • Dorong tubuh Mama untuk tetap aktif dengan berolahraga atau melakukan aktivitas harian. Aktivitas fisik membantu pelepasan endorfin yang membuat mood Mama lebih baik. Namun, sesuaikan dengan kapasitas diri Mama dan beristirahatlah jika tubuh sudah mengisyaratkan rasa lelah.
  • Prioritaskan waktu istirahat Mama. Ambil waktu lebih banyak untuk beristirahat, terutama saat trimester pertama dan ketiga. Tubuh kelelahan adalah jalur utama menuju mood swings. Sebelum mood Mama bertambah parah, berhenti beraktivitas dan segera tidur untuk memulihkan diri.
  • Ngobrol dengan sesama teman yang juga tengah hamil, karena Mama akan menemukan banyak kesamaan. Membicarakan perubahan mood dan kecemasan akan menyadarkan Mama bahwa ini sesuatu yang normal dan bisa terjadi pada siapa saja.

Menjadi gampang moody selama kehamilan adalah hal normal, sebagai dampak dari perubahan hormon dan fisik, serta penantian akan Si Kecil yang mengubah hidup Mama. Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter terkait hal ini, supaya Mama dapat menikmati perjalanan kehamilan dengan bahagia.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
90
226
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
D

mulut rasanya pait aneh pokonya kaya orang sakit

  • 10
Admin MIMA

Hai Mama, wajar Ma karena adanya perubahan hormonal jadi mempengaruhi juga indra pengecapan. Yang penting perbanyak minum air putih, minimal sebanyak 8 gelas setiap harinya, hindari makanan yang berbahan dasar tepung, makan sedikit tapi sering 😊 ^ak

  • 0
YF

nafsu mkn mkin berkurang nih tp berasa laper pas mkn bawaann tampilkan selengkapnya

  • 8
Admin MIMA

Hai Mama, hal tersebut normal karena perubahan hormonal saat hamil. Mama bisa makan sedikit tapi sering, konsumsi biskuit ditambah susu, konsumsi apel, pepaya, semangka, ganti nasi dengan mie, ubi, singkong, dan kentang. Semangat Mama 😊 ^ak

  • 0
A

Alhamdulillah yang ke 2, semoga selamat dan risky yang melim tampilkan selengkapnya

  • 5
Admin MIMA

Hai Mama, amin Ma. Semoga Mama sehat dan saat persalinan nanti diberi kelancaran ya Ma 😊 ^ak

  • 0
N

masuk 6w gabisa telat makan langsung mual parah kadang smpe tampilkan selengkapnya

  • 5
Admin MIMA

Hai Mama, untuk mengatasinya Mama bisa makan sedikit tapi sering, hindari makanan pedas, berminyak, berlemak, dan mengandung gas ya 😊 ^ak

  • 0
K

Alhamdulillah di kehamilan ke 2 ini morning sickness tidak t tampilkan selengkapnya

  • 5
Admin MIMA

Hai Mama, amin Ma. Semoga sehat selalu 😊 ^ak

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image