Artikel/Kehamilan/Mengapa Ibu Hamil Suka Bersih-Bersih?

Mengapa Ibu Hamil Suka Bersih-Bersih?

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 16 Desember 2020
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Insting bersih-bersih atau nesting instinct umum dialami oleh ibu hamil. Ini fakta seputar nesting instinct yang perlu Mama tahu.
mengapa-ibu-hamil-suka-bersih-bersih

Anindita Budhi, S.Psi

Mama pernah dengar tentang nesting instinct?

Insting bersih-bersih ‘sarang’ sebagai persiapan kelahiran Si Kecil ini ternyata umum dilakukan semua ibu hamil. Nesting instinct adalah keinginan menggebu-gebu dari ibu hamil yang kerap muncul pada minggu-minggu akhir jelang persalinan, yang mendorong ibu hamil untuk bersih-bersih rumah demi menyambut kehadiran Si Kecil.

Yuk, simak beberapa hal penting terkait nesting instinct berikut ini.

Kapan Biasanya Nesting Instinct Ini Muncul?

Insting bersih-bersih ini kerap muncul pada akhir trimester ketiga, mulai usia 38-39 minggu maupun beberapa minggu sebelum HPL (hari perkiraan lahir). Rupanya, ini adalah cara alamiah yang dilakukan manusia dalam menyambut bayinya. Hal serupa juga dilakukan oleh para hewan, lho.

Dinamakan demikian karena terjadi penambahan adrenalin dalam sistem tubuh yang mendorong Mama produktif soal bersih-bersih rumah. Mulai dari mengatur ulang kamar Si Kecil, memastikan semua perlengkapannya sudah tersedia, hingga mengecek apakah rumah sudah baby proof atau belum.

Itulah mengapa sebagian orang berpendapat jika nesting instinct ini muncul, tanda waktu melahirkan sudah dekat.

Maka, jangan ragu mengikuti insting Mama untuk berbenah. Begitu Si Kecil lahir, yakinlah bahwa beres-beres rumah adalah hal terakhir yang dapat dilakukan. Semua energi dan perhatian Mama hanya tercurah pada Si Kecil saja.

Bagaimana jika Mama tidak mengalami nesting instinct ini? Tenang, Ma, itu masih normal, kok. Tidak merasakan desakan bersih-bersih tak lantas membuat Mama menjadi orang tua yang buruk. Ingat bahwa setiap kehamilan berbeda, maka pengalamannya pun juga tak selalu sama.

Apa yang Bisa Mama Lakukan?

Beberapa hal yang bisa Mama lakukan dan perhatikan saat nesting instinct ini muncul, antara lain:

1. Jangan Angkat Benda-Benda Berat

Tetap patuh pada aturan satu ini. Hamil tua berarti gerakan Mama agak terbatas. Maka, mengangkat benda-benda berat atau menggeser sesuatu jelas tidak aman.

2. Jangan Memanjat

Ini juga jelas, Ma. Hindari naik tangga atau sekadar mengambil barang dengan bantuan kursi. Risiko terpeleset atau terjatuh bisa terjadi kapan saja.

3. Sering Beristirahat dan Makan Camilan

Akui saja meski niat bersih-bersih menggebu-gebu, tetapi tenaga Mama tidak seprima semasa belum hamil. Tidak usah ngoyo seharian penuh beberes. Sisipkan waktu istirahat, makan camilan, dan meluruskan kedua kaki agar tidak lekas lelah.

4. Penuhi Kulkas dengan Bahan Makanan

Cek lagi isi kulkas apakah ada bahan makanan yang sudah kedaluwarsa. Perbanyak stok makanan yang siap santap, seperti susu, yoghurt, jus, buah-buahan segar, salad, atau kue.

Saat menyusui nanti, pasti setiap jam perut terasa lapar. Boleh juga menyiapkan makanan beku supaya mudah diolah, termasuk oleh Papa sekalipun.

5. Pastikan Stok Makanan Aman di Lemari Dapur

Cek juga semua bahan makanan di lemari dapur, apakah masih layak konsumsi. Isi lagi dengan bahan makanan kering yang mudah dimasak, seperti pasta, adonan premiks pancake atau bolu, sereal, hingga biskuit.

6. Masak Per Porsi dan Bekukan

Makanan beku siap saji sedang tren. Alih-alih membeli frozen food olahan, Mama bisa memasaknya sendiri selagi bisa. Masak dalam porsi agak banyak, lalu tempatkan per porsi sekali makan dalam wadah terpisah. Simpan rapat dan bekukan.

Beberapa jenis makanan yang bisa dibekukan, antara lain rendang, semur, ayam ungkep, dan pasta. Saat hendak disantap, tinggal panaskan di microwave atau wajan.

7. Cuci Semua Pakaian Bayi Lebih Dulu

Terutama pakaian yang akan banyak dikenakan pada minggu-minggu pertama. Misalnya, popok tali, baju dan celana newborn, kain bedong, selimut, hingga sapu tangan.

8. Jangan Ragu Minta Tolong pada Orang Lain

Mama bisa meminta tolong pada Papa atau asisten rumah tangga untuk membantu Mama. Tidak perlu memaksa diri sendiri melakukan semuanya dalam satu hari penuh. Dengarkan sinyal yang dikirimkan tubuh Mama. Tetap cukup istirahat dan makan minum tepat waktu.

Bagaimana, Ma, sudah siap bersih-bersih rumah menyambut kelahiran Si Kecil?

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
13
43
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
A

assalamualaikum 🙏. kehamilan saya jalan 37. mau tanya 2 har tampilkan selengkapnya

  • 4
Admin MIMA

Hai Ma, keluar darah setelah berhubungan ada beberapa hal: kurangnya penetrasi sebelum berhubungan, kurangnya pelumas, gesekan yang kuat, robeknya vaginal. Selama darah yang keluar nggak banyak dan nggak disertai kram perut, mama nggak perlu khawatir. ^sr

  • 0
N

pastinya dong🥰

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, terima kasih atas sharingnya ya Ma. Semoga sehat selalu. :) ^sr

  • 0
ED

saya dari awal masuk trimester 3 sudah rajin bersih-bersih

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, terima kasih atas sharignya, sehat selalu :) ^lm

  • 0
WF

maa aku udh masuk 37 Minggu, keluhan untuk saat ini perut sa tampilkan selengkapnya

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, keluarnya lendir bercampur darah di usia 37 minggu bisa menjadi tanda awal persalinan. Jika disertai kontraksi teratur atau pecah ketuban, segera ke RS/tenaga kesehatan ya Ma.😊 ^lm

  • 1
SM

mams AQ da 37minggu kok blom da tanda2 trs didaerah kemaluan tampilkan selengkapnya

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, di usia 37 minggu wajar bila belum ada tanda persalinan. Nyeri di perut dan area kemaluan bisa karena peregangan otot serta kepala janin mulai turun. Bila ada kontraksi teratur, pecah ketuban, atau keluar lendir darah, segera ke dokter ya :) ^lm

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image