Macam-macam Posisi Melahirkan yang Perlu Mama Tahu
:strip_icc():format(webp)/hb-article/-q9sxo6nRa9raljqJcKFx/original/659week-396-macam-macam-posisi-melahirkan-normal-yang-perlu-mama-ketahui.jpg)
Menjelang persalinan, memahami berbagai pilihan posisi melahirkan normal dapat membantu Mama merasa lebih siap dan percaya diri. Setiap posisi memiliki manfaat tersendiri yang dapat memengaruhi kenyamanan Mama dan kelancaran proses kelahiran. Berikut diantaranya!
1. Posisi Litotomi (Berbaring Telentang)
Posisi litotomi adalah salah satu posisi persalinan normal yang paling umum digunakan di fasilitas kesehatan. Mama berbaring telentang dengan kedua kaki diangkat dan disangga penopang.
Posisi ini memudahkan dokter atau bidan memantau proses persalinan. Namun, pada sebagian Mama, posisi ini dapat meningkatkan tekanan pada punggung.
Artikel lainnya: Tahap Persalinan Normal dan Panduan Lengkap untuk Ibu Hamil
2. Posisi Setengah Duduk
Pada posisi ini, punggung Mama disangga sehingga tubuh berada dalam sudut setengah duduk yang lebih nyaman. Posisi ini membantu Mama memanfaatkan gaya gravitasi saat mengejan, sehingga bayi dapat turun lebih mudah ke jalan lahir.
Pernapasan Mama juga cenderung lebih lega dibandingkan posisi telentang karena dada tidak tertekan. Selain itu, posisi setengah duduk memudahkan Mama berkomunikasi dengan tenaga medis selama proses persalinan berlangsung.
3. Posisi Jongkok
Posisi jongkok dikenal dapat memperlebar panggul secara alami sehingga memberi ruang lebih luas bagi bayi untuk turun ke jalan lahir. Dengan memanfaatkan gaya gravitasi, posisi ini dapat membantu proses persalinan berlangsung lebih efektif dan mengejan terasa lebih terarah.
Mama dapat menggunakan alat bantu seperti bangku persalinan atau penopang khusus agar posisi tetap stabil dan nyaman. Meski demikian, posisi ini membutuhkan kekuatan otot kaki yang cukup, sehingga Mama perlu menyesuaikannya dengan kondisi tubuh dan anjuran tenaga medis.
4. Posisi Berlutut
Pada posisi berlutut, Mama bertumpu pada kedua lutut dengan tubuh condong ke depan sehingga tulang belakang berada pada posisi yang lebih rileks. Posisi ini dapat membantu mengurangi tekanan pada punggung bawah dan meredakan rasa tidak nyaman saat kontraksi berlangsung.
Selain itu, posisi berlutut sering dianjurkan bila bayi berada dalam posisi posterior karena dapat membantu perputaran bayi ke arah yang lebih optimal.
Untuk menambah kenyamanan dan menjaga stamina, Mama dapat bersandar pada bantal, kursi, atau sisi tempat tidur dengan pendampingan tenaga medis.
Artikel lainnya: Tips Melahirkan Normal & Lancar, Apa Saja Persiapannya?
5. Posisi Merangkak (All Fours)
Posisi merangkak memungkinkan Mama bertumpu pada tangan dan lutut. Posisi ini membantu meredakan nyeri punggung saat kontraksi dan memberi distribusi tekanan yang lebih merata.
Dengan pendampingan tenaga medis, posisi ini sering dipilih sebagai posisi melahirkan normal agar tidak dijahit, karena Mama memiliki kontrol lebih terhadap ritme mengejan. Selain itu, posisi merangkak dapat membantu rotasi bayi ke posisi yang lebih optimal.
6. Posisi Miring (Lateral)
Dalam posisi ini, Mama berbaring miring ke kiri atau kanan dengan tubuh berada pada posisi yang rileks. Posisi miring membantu menjaga aliran darah tetap optimal ke plasenta sehingga suplai oksigen bagi bayi tetap terjaga.
Cara ini sering direkomendasikan ketika Mama perlu beristirahat di sela kontraksi atau merasa kelelahan. Selain itu, posisi miring dapat mengurangi tekanan pada punggung dan membantu Mama tetap nyaman selama proses persalinan.
7. Posisi Duduk
Posisi duduk dilakukan dengan Mama duduk di tempat tidur atau kursi persalinan dengan punggung disangga dengan baik. Posisi ini memanfaatkan gaya gravitasi untuk membantu bayi turun ke jalan lahir secara lebih alami.
Dengan posisi duduk, Mama dapat mengejan dengan lebih terkontrol dan menyesuaikan ritme napas sesuai arahan tenaga medis. Dukungan punggung yang stabil sangat penting agar Mama tetap merasa nyaman dan tidak cepat lelah selama proses persalinan.
8. Posisi Berdiri
Beberapa Mama merasa lebih nyaman melahirkan sambil berdiri dengan bantuan pegangan yang stabil. Posisi ini memanfaatkan gaya gravitasi sehingga kontraksi dapat bekerja lebih efektif membantu bayi turun ke jalan lahir.
Selain itu, tekanan pada punggung dan panggul dapat berkurang sehingga Mama merasa lebih leluasa saat mengejan. Meski demikian, posisi ini tetap memerlukan pengawasan ketat dari tenaga medis untuk menjaga keamanan Mama dan bayi selama proses persalinan.
Artikel lainnya: 7 Olahraga untuk Memperlancar Persalinan
9. Posisi Water Birth
Water birth dilakukan di dalam air hangat dengan pengawasan tenaga medis yang berpengalaman. Suhu air yang hangat membantu Mama merasa lebih rileks, mengurangi ketegangan otot, serta memberikan efek menenangkan selama kontraksi berlangsung.
Pada sebagian Mama, metode ini dapat membantu meredakan nyeri kontraksi dan membuat proses persalinan terasa lebih nyaman. Meski demikian, water birth hanya dapat dilakukan pada kondisi kehamilan tertentu dan perlu disesuaikan dengan rekomendasi tenaga medis.
10. Posisi Squat dengan Bantuan
Posisi ini mirip jongkok dan termasuk salah satu posisi ibu melahirkan normal yang sering dipilih dengan pendampingan. Mama dibantu oleh pasangan atau alat penopang untuk menjaga keseimbangan dan menghemat tenaga.
Posisi ini tetap memberikan manfaat pelebaran panggul sehingga proses persalinan dapat berlangsung lebih optimal. Komunikasi dengan pendamping sangat penting selama proses ini.
Memahami macam-macam posisi persalinan normal dapat membantu Mama merasa lebih tenang dan siap saat hari kelahiran tiba. Diskusikan pilihan posisi dengan dokter atau bidan agar persalinan berjalan aman dan nyaman, ya, Ma.
Untuk mendapatkan informasi tepercaya seputar kehamilan dan persalinan, unduh aplikasi Hallobumil sekarang. Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari sesama Mama!
Mama juga bisa ikuti event hallobumil dengan para ahli untuk belajar langsung seputar persalinan dan perawatan pasca melahirkan. Selain itu, jangan lupa akses tools hitung HPL agar Mama bisa tahu kapan si kecil siap lahir.




Hai Mama, tenggang waktu yang bisa diterima untuk melahirkan normal adalah +14 hari dan maksimal 42 minggu yang penting untuk merangsang kontraksi bisa dengan senam hamil, jalan kaki santai, gymball, hubungan intim sama suami. :) ^sr
- 0
semoga segera di kasih gelombang cinta bentar lgi hpl tp,blm tampilkan selengkapnya
- 3
Hai Mama, tenggang waktu yang bisa diterima untuk melahirkan normal adalah +14 hari dan maksimal 42 minggu yang penting untuk merangsang kontraksi bisa dengan senam hamil, jalan kaki santai, gymball, hubungan intim sama suami. :) ^sr
- 0
Hai Mama, tenggang waktu yang bisa diterima untuk melahirkan normal adalah +14 hari dan maksimal 42 minggu yang penting untuk merangsang kontraksi bisa dengan senam hamil, jalan kaki santai, gymball, hubungan intim sama suami. :) ^sr
- 0
Hai Mama, biasanya dokter menganjurkan untuk melakukan USG minimal 4 kali selama kehamilan: 1 kali di trimester pertama, 1 kali di trimester kedua, 2 kali di trimester ketiga kehamilan supaya pertumbuhan dan perkembangan janin bisa lebih terpantau. :) ^sr
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
