Kram Setelah Orgasme dalam Kehamilan
:strip_icc():format(webp)/hb-article/wByl28d_rDCH5NTYl3iAb/original/0kehamilan-kosong-blighted-ovum.jpg)
dr. Jessica Florencia
Pasangan suami dan istri yang sedang hamil seringkali mengalami masalah dalam hubungan seksual yang tidak terduga dan membuat was-was. Banyak sekali pertanyaan yang datang ke ruang praktik dokter untuk membicarakan masalah hubungan seksual dalam kehamilan. Termasuk salah satunya adalah keluhan kram dalam hubungan seksual pada kehamilan.
Kram yang dirasakan baik saat maupun setelah hubungan intim suami dan istri dalam kehamilan merupakan hal yang wajar dan tidak berbahaya pada kehamilan normal dengan risiko rendah.
Penyebabnya dapat berupa fisik dan psikologis:
1. Secara fisik, kram dapat terjadi karena kombinasi dari perlambatan dan penghambatan aliran darah pembuluh darah vena (pembuluh darah balik) di daerah panggul semasa kehamilan dengan perlambatan dan penghambatan aliran darah organ-organ seksual pada saat orgasme.
2. Secara psikologis, kram dapat terjadi karena rasa was-was Mama terhadap adanya kemungkinan penyakit atau membahayakan Si Kecil di dalam kandungan dengan melakukan hubungan seksual.
Pada kenyataanya, kram bukanlah suatu tanda bahwa hubungan intim suami istri melukai Si Kecil di dalam kandungan. Kebanyakan para ahli meyakini bahwa hubungan intim dan orgasme dalam kehamilan normal dan berisiko rendah adalah aman dan bukan merupakan penyebab terjadinya keguguran.
Beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi kram dalam hubungan seksual pada kehamilan adalah:
1. Komunikasikan dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan kehamilan Mama dan kesehatan Si Kecil di dalam kandungan.
2. Lakukanlah hubungan intim suami istri dengan pikiran yang tenang dan positif, jika memang tidak terdapat masalah dalam kehamilan Mama dan kesehatan Si Kecil di dalam kandungan.
3. Jika telah terjadi kram, maka mintalah suami untuk memberikan pijatan lembut pada daerah punggung belakang. Pijatan ini bukan hanya akan meredakan kram namun juga meredakan berbagai ketegangan yang mungkin dirasakan oleh Mama.
Komunikasi yang terjalin dengan baik antara suami dan istri akan dapat membuat hubungan suami dan istri yang sedang hamil semakin intim. Setiap masalah yang timbul dalam masa kehamilan Mama dapat diatasi bersama dengan lebih baik. Untuk itu, jalinlah komunikasi yang semakin mendalam antara suami dan istri selama masa kehamilan Mama. Niscaya, Mama sehat, Si Kecil di dalam kandungan pun sehat selalu. (JF)




dok mau tanya kandungn saya udah 29 minggu tp hpir tiap hat tampilkan selengkapnya
- 2
Hai Mama, ada beberapa hal yang bisa memicu timbulnya kontraksi palsu, yaitu saat mama ataupun janin sedang aktif, saat seseorang menyentuh perut mama, saat kandung kemih penuh, setelah hubungan seksual, dan dehidrasi Ma:) ^lm
- 0
sangat jelas skali pnjelasannya trimkshi dok, maf sya mw br tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Ma, orgasme memang dapat menyebabkan munculnya kram perut. sehingga ada baiknya cairan sperma dikeluarkan di luar vagina atau menggunakan kondom untuk mencegah kram atau pun kontraksi rahim ya Ma. :) ^sr
- 0
Hai Mama, terima kasih kembali ya Ma. Semoga informasi nya bermanfaat ya. Jangan lupa untuk membaca artikel Hallobumil yang lainnya juga ya Ma, semangat Mama. :) ^sr
- 1

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)