Artikel/Kehamilan/Ketika Papa Cemas Mengenai Kehamilan

Ketika Papa Cemas Mengenai Kehamilan

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 16 Desember 2020
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Selama masa kehamilan ini, Papa juga bisa ikut cemas seperti Mama. Sebenarnya, apa saja alasan di balik kecemasan Papa?
ketika-papa-cemas-mengenai-kehamilan

Anindita Budhi, S.Psi

Kehamilan Mama ternyata bisa membuat Papa merasa cemas. Benar, Mama yang mengandung dan merasakan berbagai perubahan fisik maupun psikologis. Namun, bukan berarti Papa tidak mengalami hal serupa.

Mengapa Papa Merasa Cemas?
Menanti kehadiran bayi bagi para pria ternyata dapat membangkitkan berbagai isu. Sementara Mama bergulat dengan perubahan hormon dalam tubuh yang berwujud dalam perubahan bentuk tubuh dan roller coaster emosi, Papa mengkhawatirkan banyak hal.

Posisi Papa sebagai suami sekaligus kepala keluarga membuatnya memandang kehamilan Mama dari sudut pandang berbeda. Jika Mama cemas pada pertumbuhan dan perkembangan janin, maka Papa cemas akan kesehatan Mama dan bayi, kondisi finansial rumah tangga, hingga kesiapan dirinya menjadi orang tua.

Beberapa hal berikut bisa jadi alasan di balik kecemasan Papa:

1. Perasaan campur aduk mendengar berita kehamilan Mama
Ada kemungkinan Papa panik, terkejut, biasa saja, atau excited ketika mengetahui kehamilan Mama. Respons demikian muncul lantaran ia perlu beradaptasi dengan situasi yang baru sama sekali. Apalagi, Papa tidak mengalami sendiri deretan perubahan fisik dan psikologis kehamilan.

2. Merasa “ditinggalkan” dalam setiap momen kehamilan
Mama dan bayi adalah bintang utama. Orang lain kerap fokus pada kesehatan Mama maupun bayi, tetapi lupa ada Papa yang juga butuh sorotan.

3. Bingung harus bersikap bagaimana
Melihat Mama mual muntah, mengeluh pegal-pegal, susah tidur, buang air kecil terus-menerus, atau kaki kram, Papa bingung harus berbuat apa. Di satu sisi Papa berempati pada deretan perubahan yang Mama alami. Di sisi lain, ia ingin berusaha mengurangi keluhan Mama, tetapi tidak tahu mulai dari mana.

4. Khawatir waktu berkualitas berdua Mama saja berkurang
Bahkan, sejak Mama hamil, melihat perhatian Mama terfokus pada bayi dalam kandungan bisa membuat Papa sedikit cemburu. Ia tentu kangen masa-masa bisa ngobrol santai berdua saja atau berhubungan seksual tanpa khawatir. Namun, kehamilan mengubah semua kebiasaan lama.

5. Merasa tidak siap menjadi ayah
Sama seperti Mama, Papa juga cemas akan hal ini. Penyebabnya beragam, mulai dari ketidaktahuan mengurus bayi, takut menggendong dan merawat bayi, hingga cemas apakah bisa menjadi orang tua yang baik.

Bantu Papa Melalui Situasi Ini
Hal penting yang perlu Mama lakukan pertama kali saat mendengar kecemasan Papa adalah menerima dan mengakuinya. Bukan malah bersikap meremehkan, misal, “Lah, kan aku yang hamil, kok kamu sampai cemas begitu?”

Ia butuh waktu guna mencerna situasi yang sama sekali baru baginya. Apalagi, Papa tidak mengalami langsung perubahan-perubahan seperti yang Mama alami. Wajar jika ia cemas dan ragu bersikap maupun bertindak terkait masalah seputar kehamilan.

Untuk mengurangi kecemasan, Mama bisa meminta Papa melakukan hal-hal berikut:

  • Terlibat dalam semua momen kehamilan
    Dorong Papa untuk mengenali bayi dalam kandungan dengan mengajaknya ngobrol, mengusap perut Mama dan merasakan tendangan bayi, hingga menemani Mama kontrol kehamilan.
  • Ikuti kelas kehamilan bersama
    Saat ini ada banyak kelas kehamilan yang bisa Mama ikuti berdua, mulai dari kelas senam hamil, laktasi, hingga menggendong. Libatkan Papa dalam setiap pertemuan supaya ia tahu apa saja yang perlu dipersiapkan.
  • Bangun support system untuk Papa juga
    Sama seperti Mama, ia juga butuh dukungan dari orang terdekat yang bisa mendampinginya dalam perjalanan menjadi seorang ayah.
    Beri Papa kesempatan berbicara dengan keluarga atau sahabat untuk berbagi pengalaman dan diskusi seputar masa kehamilan dari sudut pandang pria. Ini jadi bekal berharga yang kelak membantu Papa saat si Kecil lahir nanti.
  • Diskusikan bersama berbagai skenario kehamilan, persalinan, hingga setelah bayi lahir
    Bicarakan tentang rutinitas sehari-hari dan hubungan Mama Papa yang bakal berubah. Contoh, berbagi pengasuhan bayi, pembagian tugas rumah tangga, dsb.
  • Jangan ragu mengungkapkan kebutuhan Mama saat ini
    Sampaikan apa pun kebutuhan Mama, karena Papa bisa jadi bingung menghadapi keluhan Mama. Ingat, Papa bukan mind reader. Terbuka dan jelas menyampaikan maksud Mama akan mempermudah situasi, sekaligus memperlancar komunikasi antara Mama dan Papa.

Semoga Mama dan Papa bisa sama-sama menikmati momen kehamilan istimewa ini, ya!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
35
23
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
AJ

udah masuk trimester ke2 tapi perut belum ada keliatan sama tampilkan selengkapnya

  • 6
YP

hai dok kalo mnginjak tm2 makanan apa yg di sarankan ya ? at tampilkan selengkapnya

  • 1
EN

Alhamdulillah dari anak pertama dn smpe anak yg ke 4ini suam tampilkan selengkapnya

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, terima kasih atas sharingnya. Bahagia selalu untuk Mama dan keluarga 😊 ^ak

  • 0
UR

halo dok, saya mengalami pusing, dan gampang cape.. juga ken tampilkan selengkapnya

  • 0
M

hai dok, jika di hitung hpht sudh masuk 12wk, di tespack gar tampilkan selengkapnya

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, untuk hal ini Mama juga bisa melakukan pemeriksaan USG ke dokter kandungan untuk mengetahui kehamilan Mama. Selain itu, Mama juga bisa menggunakan aplikasi Hallobumil untuk melihat usia kehamilan, perkiraan HPL dan fitur lainnya :) ^aw

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image