Ketahui Tanda-Tanda Mama Akan Segera Melahirkan
:strip_icc():format(webp)/hb-article/jDlvbpKRHlCq4NParQONJ/original/716ketahui-tanda-tanda-mama-akan-segera-melahirkan-by-jpc-prod-shutterstock.jpg)
dr. Venny Beauty
Persalinan adalah pengalaman yang unik untuk tiap wanita, baik untuk Mama yang baru pertama kali mengalami maupun yang sudah pernah melahirkan sebelumnya. Terkadang bayi lahir dalam waktu yang tidak lama, namun di lain waktu, dibutuhkan waktu yang lebih lama agar bayi dapat lahir.
Saat proses persalinan, Mama mengalami kontraksi terus-menerus dari otot rahim yang membantu Si Kecil keluar dari rahim menuju dunia luar.
Dengan adanya kontraksi, mulut rahim menipis dan melebar sehingga Si Kecil dapat keluar dari rahim. Namun, kontraksi ini akan menyebabkan rasa nyeri pada punggung dan perut bagian bawah Mama.
Lamanya persalinan dapat berbeda-beda untuk tiap mama. Jika Mama baru pertama kali bersalin, proses ini biasanya berlangsung 12-18 jam. Sedangkan pada Mama yang sudah pernah melahirkan sebelumnya, waktu yang dibutuhkan lebih cepat, biasanya setengah dari mama yang melahirkan pertama kali.
Apa saja tanda-tanda melahirkan sudah dekat?
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mengetahui bagaimana proses persalinan seorang mama berlangsung atau berapa lama waktunya, Mama tidak perlu merasa takut atau khawatir akan hal tersebut. Tubuh biasanya akan memberikan petunjuk saat Mama akan melahirkan.
Beberapa tanda Mama akan segera melahirkan yang perlu diketahui, antara lain:
1. Bayi turun ke rongga panggul
Pada mama yang baru pertama kali melahirkan, bayi akan turun ke rongga panggul beberapa minggu sebelum kehamilan, biasanya 2-4 minggu.
Selain bayi turun ke rongga panggul, posisi bayi akan mulai berputar di mana kepala akan berada di bawah dan masuk ke dalam rongga panggul. Tanda yang bisa dilihat adalah perut Mama seperti membesar di bagian bawah.
2. Leher rahim melebar dan menipis
Salah satu tanda persalinan sudah dekat adalah ketika leher rahim (serviks) mulai melebar dan menipis. Hal ini umumnya mulai muncul pada beberapa minggu atau hari sebelum persalinan tiba.
Biasanya pelebaran leher rahim ini terjadi sangat lambat pada awalnya, dan ketika mulai masuk ke masa aktif, pelebaran leher rahim akan berlangsung dengan sangat cepat.
Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan dalam dengan menggunakan jari, guna melihat apakah leher rahim sudah mulai melebar.
Proses pelebaran atau “bukaan” ini diukur dalam skala sentimeter (cm) dan setelah lebar mulut rahim 10 cm, artinya pembukaan sudah lengkap dan Mama siap untuk menjalani proses persalinan.
Di samping mengalami pembukaan, leher rahim juga akan mulai menipis. Semakin tipis leher rahim, otomatis ia semakin mudah untuk melebar dan membuka selama proses persalinan berlangsung nantinya.
3. Kram perut dan nyeri punggung yang semakin berat
Menjelang persalinan, Mama mungkin merasakan tekanan atau kram di daerah panggul dan dubur sebagai tanda awal melahirkan.
Selain itu, Mama juga dapat merasakan nyeri di area paha dan punggung bagian bawah, terutama jika ini bukan kehamilan pertama kali.
4. Lebih mudah bernapas
Ketika bayi masuk ke rongga panggul, tekanan pada diafragma akan berkurang sehingga Mama lebih mudah untuk bernapas.
Namun, perubahan posisi ini juga memberikan tekanan pada kandung kemih sehingga Mama akan lebih sering buang air kecil.
5. Keluar lendir seperti keputihan
Tanda persalinan lainnya adalah keluarnya cairan vagina seperti keputihan tapi lebih kental. Selama kehamilan, terdapat sumbatan lendir yang menumpuk di dalam leher rahim. Ketika mulut rahim mulai menipis dan terbuka, lendir tersebut akan keluar melalui vagina.
Lendir ini memiliki tekstur yang kental, dengan warna bening, merah muda, atau agak merah karena darah. Biasanya keluar beberapa menit, jam, atau hari sebelum persalinan.
6. Timbul kontraksi dengan pola yang kuat dan teratur
Pada awalnya, kontraksi menjelang persalinan akan berpola tidak beraturan dan muncul jarang-jarang, yang disebut kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu (bukan merupakan tanda persalinan).
Biasanya kontraksi Braxton Hicks mulai muncul saat memasuki trimester ketiga, meski ada beberapa juga yang merasakannya di trimester kedua. Kontraksi ini merupakan hal normal yang terjadi sebelum kontraksi persalinan yang sebenarnya.
Kontraksi persalinan yang sebenarnya biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman atau sakit di punggung dan perut bagian bawah, adanya tekanan di sekitar panggul, serta bergerak seperti gelombang yang dimulai dari bagian atas rahim hingga menjalar ke bawah rahim.
Kontraksi ini muncul dalam frekuensi yang teratur, rata-rata setiap 5-10 menit sekali dan berlangsung selama 30-60 detik tiap kontraksi. Kontraksi yang dirasakan akan semakin nyeri, dan tidak berkurang walaupun dengan perubahan posisi.
6. Air ketuban pecah
Kantong ketuban adalah selaput pembungkus cairan yang berguna untuk melindungi Si Kecil selama berada di dalam rahim. Pecahnya air ketuban merupakan salah satu tanda pasti bahwa persalinan sudah dekat.
Pecahnya air ketuban tidak selalu terjadi di awal sebelum Mama masuk ke ruang bersalin. Beberapa Mama juga bisa mengalami pecah ketuban selama proses persalinan berlangsung.
Setelah ketuban pecah, Si Kecil tidak lagi terlindungi. Karenanya, setelah bukaan lengkap dan air ketuban pecah, Mama biasanya akan segera dipimpin untuk melahirkan Si Kecil guna mencegah risiko bayi terlalu lama di dalam rahim tanpa pelindung.
Mengetahui tanda-tanda melahirkan ini sangatlah penting supaya Mama dapat mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental. Semoga kelahiran Si Kecil lancar ya, Ma!





di usia 40 mggu kehamilan apa masih ada kontraksi palsu ya d tampilkan selengkapnya
- 7
Hai Mama, trimester ketiga ini Mama masih dapat merasakan kontraksi palsu ya. Hal ini membantu rahim untuk mempersiapkan persalinan. Bagian perut bawah sakit dikarenakan peregangan otot dan ligamen untuk menopang rahim ya. :) ^sm
- 0
klau perut kencang2 dan sakitbagian bawah apakah itu kontrak tampilkan selengkapnya
- 5
Hai Mama, perut kencang itu normal ya karena pertumbuhan janin yang cepat jadi tubuh meresponnya dan memberi rasa lapar. Semakin besar juga ukuran rahim dan janin akan menekan bagian bawah tubuh Mama, ya. :) ^sm
- 0
bund aku udh 40 Minggu tapi belum ada gelombang cinta yaa sa tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Mama, jika Mama belum merasakan tanda-tanda untuk melahirkan dan sudah lewat jauh dari HPL Mama dapat segera datang ke dokter kandungan Mama untuk evaluasi kehamilan Mama ya. :) ^sm
- 0
sudah ada flek dan mules tapi blm intens malah kalo tidur ti tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Mama, kedua hal ini normal ya saat mendekati HPL. Mama dapat melakukan hal ini untuk mengurangi kondisi tersebut seperti mengatur pernapasan, banyak bergerak atau berjalan kaki, cukupi cairan dan jika semakin kencang segera datang ke dokter ya. :) ^sm
- 0
Hai Mama, keluarnya flek saat hamil bisa menandakan tanda persalinan ya. Mama dapat mengatasinya dengan istirahat total, menjaga kebersihan organ intim, menghindari berhubungan dan dapat berkonsultasi ke dokter jika disertai dengan nyeri ya. :) ^sm
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)