:strip_icc():format(webp)/hb-article/EkKSktDuKuuHxLFwmfUJk/original/677week-133-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasi-melasma-saat-hamil.jpg)
dr. Marlene Abigail
Apakah pada kulit wajah Mama timbul bercak-bercak berwarna kecokelatan atau keabuan saat hamil? Jika ya, Mama mungkin mengalami suatu kondisi kulit yang dinamakan melasma.
Hingga 50 persen ibu hamil dapat mengalami melasma. Karena itu, mari kita mengenal lebih dalam apa itu melasma.
Apa Itu Melasma?
Melasma adalah suatu kondisi ketika kulit mengalami hiperpigmentasi, sehingga muncul bercak-bercak berwarna lebih gelap dengan bentuk yang tidak beraturan pada kulit wajah.
Melasma paling sering muncul pada area dahi, pipi, hidung, atas bibir, dan dagu. Bercak-bercak ini tidak disertai rasa sakit maupun gatal.
Apa Penyebab Melasma?
Penyebab pasti dari melasma masih menjadi perdebatan. Namun, ada tiga hal yang berperan dalam munculnya melasma, yaitu:
- Hormon
Meningkatnya kadar hormon estrogen dan progesteron pada kehamilan dapat merangsang sel kulit untuk memproduksi lebih banyak melanin, yang menyebabkan sebagian kulit berwarna lebih gelap. Karena itu, melasma juga sering ditemukan pada individu yang menggunakan kontrasepsi hormon. - Genetik
Walaupun mekanismenya belum jelas, beberapa penelitian menunjukkan bahwa 55-64 persen penderita melasma memiliki anggota keluarga lain yang mengalami hal serupa, sehingga genetik kemungkinan besar turut berperan. - Paparan Sinar UV
Sinar UV, terutama yang didapat dari sinar matahari, disebut sebagai pemicu munculnya melasma, khususnya pada individu yang memiliki risiko tinggi (mereka yang sedang hamil atau memiliki riwayat keluarga). Sinar UV ini juga dapat memperburuk melasma yang sudah ada.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Terapi melasma terdiri dari penggunaan krim, peeling, dan laser sebagai pilihan terakhir. Namun, ketiga cara ini tidak dapat dilakukan oleh Mama yang sedang hamil karena tidak aman untuk janin.
Kabar baiknya, melasma yang muncul karena kehamilan biasanya akan menghilang setelah melahirkan atau pada beberapa kasus, setelah selesai menyusu. Oleh karena itu, dokter akan merekomendasikan Mama untuk menunda terapi melasma hingga melahirkan.
Meski demikian, ada hal yang bisa Mama lakukan untuk mencegah melasma muncul atau semakin parah, yaitu dengan menghindari sinar UV. Berikut tipsnya:
1. Hindari Beraktivitas di Luar Ruangan pada Pukul 10.00 Hingga 14.00
Pada waktu tersebut, sinar UV sedang tinggi-tingginya. Sinar UV lebih aman terutama pada pukul di bawah 09.00 dan di atas 16.00.
2. Gunakan Krim Tabir Surya pada Wajah Setiap Hari
Gunakan krim tabir surya berspektrum luas yang dapat menghalau sinar UVA dan UVB, dengan SPF minimal 30. Mama bisa mengoleskan krim tabir surya saat akan beraktivitas di luar ruangan maupun di dalam ruangan.
Penting untuk memakai krim tabir surya walaupun beraktivitas di dalam ruangan, karena Mama bisa tetap terpapar sinar UV yang masuk melalui jendela.
Krim tabir surya yang bersifat blocking atau memantulkan sinar UV dianggap lebih efektif dalam mencegah melasma, yaitu tabir surya yang mengandung bahan aktif zinc oxide dan/atau titanium dioxide. Selain itu, tabir surya ini lebih aman untuk kulit sensitif.
Mama perlu memakai krim tabir surya 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan dioleskan kembali setiap 2 jam.
3. Gunakan Pelindung Tambahan
Pelindung tambahan ini bisa berupa kacamata hitam dan topi yang lebar untuk menutupi wajah Mama.
Jika melasma menetap setelah melahirkan atau bahkan setelah Mama selesai menyusui, Mama dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit untuk menentukan terapi yang tepat.




:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)