Manfaat Pijat Perineum dan Cara Melakukannya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/3KXBViPbtAVY9P2mMazQs/original/656week-301-cegah-vagina-robek-saat-melahirkan-dengan-pijat-perineum.jpg)
Banyak Mama mungkin belum familiar dengan istilah pijat perineum, salah satu teknik yang dilakukan untuk membantu mempersiapkan area perineum menjelang persalinan.
Meski terdengar sederhana, teknik ini sering direkomendasikan karena dapat membantu tubuh lebih siap menghadapi proses melahirkan.
Tak hanya itu, ada berbagai manfaat pijat perineum yang bisa dirasakan, mulai dari membantu mengurangi risiko robekan hingga membuat proses persalinan terasa lebih nyaman. Yuk, Ma, pahami cara dan waktu yang tepat melakukannya di artikel ini.
Artikel lainnya: Spa Saat Hamil, Kenali Manfaat dan Bahayanya
Apa Itu Pijat Perineum?
Pijat perineum adalah teknik memijat area perineum, yaitu bagian antara vagina dan anus, yang biasanya dilakukan menjelang persalinan. Teknik ini bertujuan untuk membantu meningkatkan elastisitas jaringan di area tersebut agar lebih siap saat proses melahirkan.
Pada umumnya, pijat perineum untuk Ibu hamil dilakukan di trimester akhir. Dengan latihan yang rutin, area perineum diharapkan lebih lentur sehingga risiko cedera saat persalinan dapat berkurang.
Manfaat Pijat Perineum
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa manfaat pijat perineum cukup signifikan dalam membantu persiapan persalinan. Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan:
1. Mengurangi risiko robekan perineum
Pijat yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan elastisitas jaringan perineum. Dengan kondisi yang lebih lentur, jaringan dapat meregang lebih baik saat bayi lahir dan membantu menurunkan risiko robekan spontan saat persalinan berlangsung.
2. Mengurangi nyeri perineum setelah persalinan
Mama yang rutin melakukan pijat perineum cenderung mengalami nyeri yang lebih ringan setelah melahirkan. Hal ini karena jaringan sudah lebih siap menghadapi tekanan saat proses persalinan.
3. Meningkatkan kesadaran tubuh
Pijat perineum juga membantu Mama lebih mengenali area tubuh yang berperan saat persalinan. Hal ini dapat mengurangi rasa tegang dan cemas menjelang proses melahirkan.
4. Mempercepat pemulihan
Pijatan lembut di area perineum dapat membantu meningkatkan aliran darah. Sirkulasi yang baik berperan dalam mempercepat proses penyembuhan setelah persalinan. Jadi, jika terjadi robekan maupun tindakan medis, pemulihan bisa berlangsung lebih optimal.
5. Mengurangi kebutuhan episiotomi
Perineum yang lebih elastis dapat mengurangi kemungkinan perlunya tindakan episiotomi saat persalinan. Ini menjadi salah satu manfaat penting yang sering dipertimbangkan oleh banyak Mama. Dengan persiapan yang baik, proses persalinan dapat berlangsung lebih alami.
Artikel lainnya: Manfaat Senam Kegel Saat Hamil dan Cara Melakukannya
Kapan Waktu Terbaik Memulai Pijat Perineum?
Umumnya, waktu yang direkomendasikan untuk memulai pijat perineum adalah pada usia kehamilan sekitar 34–36 minggu. Pada periode ini, tubuh mulai mempersiapkan diri untuk persalinan.
Mama bisa melakukannya secara rutin beberapa kali dalam seminggu sesuai kenyamanan. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan kondisi kehamilan aman.
Persiapan Sebelum Pijat Perineum
Sebelum memulai, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan agar proses pijat berjalan aman dan nyaman:
- Cuci tangan hingga bersih.
- Pastikan kuku dalam keadaan pendek.
- Pilih posisi yang nyaman, seperti setengah duduk.
- Gunakan minyak khusus atau pelumas berbahan aman.
- Lakukan di tempat yang tenang dan rileks.
Persiapan ini penting agar cara pijat perineum dapat dilakukan dengan optimal dan tetap higienis.
Artikel lainnya: 9 Cara Ampuh Menyembuhkan Nyeri Punggung Saat Hamil Besar
Cara Melakukan Pijat Perineum Sendiri
Mama bisa melakukan pijat perineum secara mandiri di rumah. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa diikuti:
- Posisikan tubuh senyaman mungkin.
- Oleskan sedikit minyak pada area perineum.
- Masukkan ibu jari ke dalam vagina sekitar 2–3 cm.
- Tekan perlahan ke arah bawah dan samping.
- Lakukan gerakan pijat lembut selama beberapa menit.
- Ulangi secara rutin sesuai kebutuhan.
- Hentikan jika terasa tidak nyaman.
Cara Melakukan Pijat Perineum dengan Bantuan Pasangan
Jika Mama merasa lebih nyaman, pijat juga bisa dilakukan dengan bantuan pasangan. Cara ini bahkan bisa menjadi momen bonding menjelang persalinan.
Pasangan dapat membantu melakukan pijatan dengan langkah yang sama, tentu dengan memastikan tangan bersih dan gerakan dilakukan dengan lembut. Komunikasi tetap penting agar Mama merasa nyaman selama proses berlangsung.
Artikel lainnya: Tanda Persalinan Sudah Dekat yang Mama Wajib Kenali
Siapa yang Tidak Boleh Melakukan Pijat Perineum?
Meski bermanfaat, tidak semua Mama disarankan melakukan pijat perineum. Beberapa kondisi yang perlu dihindari antara lain:
- Mengalami infeksi pada area vagina.
- Memiliki risiko persalinan prematur.
- Mengalami komplikasi kehamilan tertentu,
- Disarankan dokter untuk tidak melakukan stimulasi area tertentu,
Jika Mama memiliki kondisi khusus, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum mencoba pijat perineum. Pijat perineum adalah salah satu cara sederhana yang bisa membantu mempersiapkan tubuh menjelang persalinan.
Meski begitu, penting untuk mengetahui kapan mulai pijat perineum serta memastikan kondisi kehamilan aman sebelum melakukannya.
Jika Mama masih memiliki pertanyaan seputar kehamilan atau ingin berbagi pengalaman dengan sesama Mama, yuk daftar di HalloBumil dan gabung Komunitas ibu hamil, Mama bisa tanya langsung kepada ahlinya.
Jangan lupa juga download aplikasi HalloBumil untuk mendapatkan informasi kehamilan dan parenting terlengkap, langsung di genggaman.
Mama juga bisa menggunakan fitur Kalender HPL serta bertukar cerita, berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event HalloBumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!
Pertanyaan Populer




Hai Mama, Ibu hamil disarankan untuk melakukannya saat usia kehamilan mendekati waktu prediksi melahirkan, yaitu sekitar 3–4 minggu sebelum melahirkan. :) ^sr
- 0
Hai Ma, pijat menggunakan minyak zaitun sangat aman dan dianjurkan untuk ibu hamil ya :) ^sr
- 0
Hai Mama, Pijat Parineum ini adalah Pijatan yang tidak disarankan untuk ibu hamil yang menderita pendarahan vagina, herpes di organ intim, atau memiliki luka di vagina dan perineumnya. Untuk pijatan ini dapat dikonsultasikan ke dokter dahulu ya :) ^aw
- 0
Hai Mama, pijat perineum tidak harus dilakukan oleh suami kok. Mama bisa melakukannya sendiri atau dengan bantuan tenaga kesehatan. Yang penting tekniknya benar dan dilakukan rutin menjelang persalinan ya.😊 ^lm
- 0
Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya



:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)