Artikel/Kehamilan/Cara Mengelola Perubahan Psikologis Saat Hamil Trimester 3

Cara Mengelola Perubahan Psikologis Saat Hamil Trimester 3

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 17 Maret 2021
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Selain akibat ketidaknyamanan dari segi fisik, semakin dekatnya hari perkiraan lahir bayi juga menimbulkan kecemasan dalam diri Mama. Bagaimana cara mengelola perubahan psikologis selama trimester 3 ini?
cara-mengelola-perubahan-psikologis-saat-hamil-trimester-3

Anindita Budhi, S.Psi

Memantau setiap perubahan kecil selama masa kehamilan penting demi keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan. Perubahan fisik maupun psikologis bisa jadi pertanda seperti apa situasi terkini yang tengah dihadapi ibu, sekaligus mengambil langkah penanganannya.

Apa yang Mama rasakan, seperti emosi, berpengaruh pula pada kesehatan fisik saat hamil dan kesehatan bayi. Bahkan, kondisi psikologis Mama juga berpengaruh pada hubungan dengan Papa. Maka, beradaptasi dengan setiap perubahan psikologis jadi kunci untuk menikmati kehamilan hingga waktu melahirkan tiba.

Lalu, apa saja perubahan psikologis yang dialami ibu hamil trimester 3? Bagaimana cara mengelolanya?

Perubahan Psikologis Ibu Hamil pada Trimester 3
Berlangsung pada usia kehamilan 28 minggu hingga hari perkiraan lahir bayi, masa trimester 3 mengharuskan Mama kontrol dokter lebih sering.

Secara umum dokter akan mengecek tekanan darah Mama, detak jantung bayi, mengukur tinggi fundal (dari rahim hingga puncak perut), serta melihat apakah ada pembengkakan kaki atau tangan.

Mama umumnya mulai merasakan gejala tertentu yang membuat kenyamanan berkurang. Perut yang kian membesar tidak hanya membatasi pergerakan, tetapi juga membuat Mama susah tidur, bolak-balik ke kamar mandi, serta tubuh lebih cepat lelah.

Sebagian ibu hamil juga mengalami kram kaki, sakit punggung, dan kaki tangan yang bengkak. Belum lagi heartburn dan kontraksi palsu yang kadang datang di saat tidak terduga. Ketidaknyamanan yang terus bertambah bisa membuat mood Mama memburuk atau justru frustasi jika tidak tertangani dengan baik.

Selain akibat ketidaknyamanan dari segi fisik, semakin dekatnya hari perkiraan lahir bayi juga menimbulkan kecemasan dalam diri Mama. Mulai dari khawatir soal metode persalinan, takut akan rasa sakit saat melahirkan, hingga kesehatan dan keselamatan bayi.

Bahkan, Mama bisa merasakan kecemasan atau ketakutan apakah kelak Mama Papa bisa jadi orang tua yang baik atau tidak.

Di sisi lain seiring pertumbuhan bayi dalam rahim, Mama mulai memandang bayi sebagai sosok individu yang nyata. Mama mungkin punya nama panggilan untuk si Kecil dan senang ngobrol atau melakukan aktivitas bersama. Mama menikmati setiap gerakan bayi karena bisa merasakan kehadirannya.

Pendek kata, ke mana pun Mama pergi, Mama merasa ditemani oleh si Kecil dalam kandungan. Perasaan istimewa ini tumbuh dan menguat seiring dekatnya waktu persalinan. Keterikatan emosional Mama bersama bayi tentu akan berpengaruh pula pada tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

Atasi dengan Cara Ini
Apa yang dapat Mama lakukan untuk menghadapi perubahan psikologis di trimester 3 ini?

1. Cari Tahu Lebih Banyak Informasi Seputar Persalinan
Rasa cemas dan takut tentang persalinan wajar terjadi, terlebih jika ini pengalaman pertama Mama. Menghadapi sesuatu yang baru dan tidak diketahui sebelumnya memang menantang, sekaligus membuat dag dig dug.

Namun, rasa excited menyambut kehadiran si Kecil yang telah dinanti selama sembilan bulan juga tak kalah membuncah. Perasaan campur aduk ini memang harus Mama lalui juga nikmati.

Salah satunya dengan mencari tahu lebih banyak informasi seputar persalinan dari sumber terpercaya. Dengan begitu, Mama bisa lebih siap lahir dan batin untuk menghadapi situasi yang mungkin terjadi saat melahirkan nanti.

2. Berbagi Perasaan pada Papa
Sama seperti trimester terdahulu, selalu pastikan Mama memberi tahu Papa apa saja yang dirasakan dan dialami setiap hari. Ini akan meringankan perasaan Mama, sekaligus menguraikan kecemasan yang mungkin menumpuk dalam diri.

Bangun waktu berkualitas bersama Papa lebih intensif. Selain membicarakan rencana persalinan, apa yang perlu disiapkan, serta nama bayi, tak ada salahnya juga untuk menyempatkan diri berhubungan intim.

Kedekatan fisik dengan Papa akan membuat tubuh Mama lebih rileks dan perasaan lebih tenang sehingga emosi Mama pun terjaga.

3. Atur Me-Time untuk Mama
Begitu bayi lahir, semua akan berubah drastis. Mulai dari kegiatan sehari-hari, pola tidur, relasi dengan Papa, hingga kebutuhan Mama untuk menghabiskan waktu sendirian. Trimester 3 jadi kesempatan penting bagi Mama untuk me-time demi membangun relasi yang sehat dengan diri sendiri.

Sekadar tidur dengan posisi nyaman tanpa gangguan, membaca buku, mendengarkan musik, olahraga ringan, atau melakukan hal-hal lain yang Mama suka, bisa membantu suasana hati lebih stabil.

Bangun afirmasi positif pada diri sendiri bahwa tubuh Mama sudah bekerja keras selama sembilan bulan terakhir. Mama pun akan lebih siap menghadapi persalinan karena kebutuhan emosi diri sudah cukup terpenuhi.

Kehamilan trimester 3 memang membuat diri Mama lebih waswas tetapi juga senang karena penantian akan kelahiran si Kecil sudah mendekati garis akhir.

Persiapkan setiap hal sebaik mungkin, termasuk membangun waktu berkualitas dengan diri sendiri. Jadi, Mama akan siap menghadapi waktu kelahiran bayi yang mungkin saja lahir sewaktu-waktu.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image