Bagaimana Cara Memberitahukan Kehamilan pada Anak?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/17Tqccski-swp-iy1G9Fe/original/548week-273-bagaimana-cara-memberitahukan-kehamilan-pada-anak.jpg)
Anindita Budhi, S.Psi
Mama sudah positif hamil anak kedua? Selamat, Ma!
Artinya, masa mual muntah maupun ngidam bakal mengisi hari Mama selama 9 bulan ke depan. Tentu saja Papa jadi orang berikutnya yang wajib mengetahui kabar gembira ini. Namun, bagaimana dengan Si Kecil yang akan jadi kakak?
Memberitahukan soal kehamilan pada anak dapat berubah jadi tantangan. Sementara kita berharap anak akan antusias dengan kabar gembira ini, nyatanya respons anak kerap muncul di luar dugaan. Simak bagaimana cara memberitahukan kehamilan pada anak berikut ini.
Kapan Waktu yang Tepat?
Semua bergantung pada kondisi anak, situasi keluarga, hingga kesiapan Mama Papa sendiri. Usia kandungan mencapai trimester kedua dapat menjadi timing tepat. Pasalnya, perut Mama mulai kelihatan membuncit.
Lebih mudah menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh Mama jika Si Kecil bisa melihat sendiri buktinya, bukan? Waktu ini berlaku bagi semua kelompok usia anak, mulai dari batita, prasekolah, hingga usia sekolah.
Bagaimana jika anak bertanya terus-menerus mengapa Mama mual muntah hebat setiap hari? Hal ini biasa dialami Mama saat trimester pertama sehingga anak berpersepsi Mama sedang sakit.
Boleh-boleh saja memberitahukan saat memang siap. Namun, Mama bisa menjawab seperti ini, “Mama agak kecapekan saja, harus tidur lebih banyak. Mau temani Mama?”
Bagaimana Cara yang Tepat?
Sebaiknya usia anak jadi pertimbangan utama dalam menyampaikan berita ini. Coba beberapa tips berikut.
1. Batasi Pembicaraan Hanya dalam Keluarga Inti
Tidak perlu lakukan pengumuman besar-besaran. Jaga pembicaraan tetap intim dengan hanya melibatkan Mama, Papa, dan anak.
2. Minta Anggota Keluarga Lain Tidak ‘Membocorkan’ Berita
Ya, biasanya Mama akan memberitahukan pada orang tua atau saudara lebih awal. Namun, Mama tentu tak ingin anak justru tahu kabar ini dari orang lain. Jadi, minta mereka menyimpan ‘rahasia’ ini sampai Mama menyampaikannya sendiri kepada anak.
3. Pastikan Mood Anak Sedang Positif
Salah satu cara mengumumkan kehamilan yang tepat adalah dengan melihat mood anak saat itu. Misalnya, saat ia sudah makan, tidak mengantuk, atau sedang bermain. Waktu santai keluarga dapat jadi momen tepat untuk memberitahukan kehamilan pada si calon kakak.
4. Sampaikan dalam Bahasa yang Mudah Dimengerti Anak
Anak usia berapapun bisa mengalami kesulitan memahami kata ‘kehamilan.’ Maka, sampaikan dalam bahasa sederhana dan mudah dimengerti anak. Lebih baik jika dibarengi dengan bukti nyata kehadiran calon adik mereka, seperti perut Mama dan hasil USG.
Contoh, Mama memberitahukan ketika kehamilan menginjak usia 16 minggu dan perut mulai terlihat buncit. Mama bisa berkata, “Nak, dalam tubuh Mama ada bagian spesial yang disebut rahim. Itulah tempat bayi tumbuh. Sekarang ada calon adikmu di situ. Saat dia lahir, kamu bakal jadi kakak!”
5. Coba Memahami Respons Anak
Tanggapan anak bisa beragam. Ada yang diam dan tidak memahami maksudnya, ada yang khawatir Mama kesakitan, sampai ada yang penasaran soal tumbuh kembang bayi.
Coba pahami respons anak dengan mengakui apa yang ia rasakan sebagai sesuatu yang wajar. Jika ia bertanya, jawab singkat sesuai usia pemahamannya alih-alih menjabarkan terlalu detail.
6. Akhiri dengan Pelukan
Pelukan adalah cara tepat mengakhiri momen ini. Terlepas dari bagaimana respons anak, memeluknya akan membantu anak memahami bahwa kehamilan Mama tidak akan mengurangi rasa cinta dan kasih sayang Mama Papa pada anak.
Setelah itu, pantau perubahan sikap dan perilaku anak, apakah ada perubahan pola tidur atau nafsu makan. Jika terjadi, kemungkinan itu terkait perasaan cemas dan khawatir karena akan punya adik.
Perlu disadari, berapapun usia si sulung, ia tetap membutuhkan kehadiran Mama. Bantu ia mengakui dan menerima perasaan itu, pahami bagaimana situasi yang ia hadapi, sembari menikmati kebersamaan dengannya sampai waktu persalinan tiba. Semoga berhasil, Ma!




kamu punya kka anak ku, tapi dia sudah berda di syurga nya A tampilkan selengkapnya
- 0
kamu punya kakak, dan dia brjanji akan ikut serta menjagamu tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, sehat selalu ya untuk keluarga dan terima kasih atas responnya. Jangan lupa untuk dishare ya Ma :) ^aw
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)