Apakah Bayi Sudah Bisa Melihat Sejak dalam Kandungan?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/8A8q9BzIJy2mRca4_Cvlf/original/701week-174-apakah-bayi-sudah-bisa-melihat-sejak-dalam-kandungan.jpg)
dr. Indria Sari
Ada banyak fakta unik dan menarik mengenai Si Kecil, yang mungkin belum Mama tahu. Salah satu hal yang kerap membuat penasaran dan ditanyakan adalah, apakah Si Kecil dalam kandungan bisa melihat?
Ketahuilah bahwa pembentukan organ mata pada Si Kecil dimulai sejak awal kehamilan. Cikal bakal mata mulai terbentuk pada usia kehamilan sekitar 3-4 minggu. Kemudian, perkembangan ini terus berlanjut sehingga terbentuk bola mata dan kelopak mata pada usia kehamilan 8-10 minggu.
Salah satu bagian mata yang penting untuk fungsi penglihatan adalah retina, yang terbentuk pada minggu ke-7 kehamilan. Akan tetapi, kelopak mata atas dan bawah baru akan terpisah pada akhir trimester kedua, sehingga sampai saat itu mata Si Kecil akan tetap tertutup.
Apakah Si Kecil dalam Kandungan Bisa Melihat?
Pada usia kehamilan 28 minggu, kelopak mata Si Kecil sudah mulai membuka sebagian.
Perkembangan ini akan terus berlanjut sehingga pada usia kehamilan 30 minggu, kelopak mata dapat membuka sepenuhnya. Kemudian pada usia kehamilan 33 minggu, pupil Si Kecil akan dapat membesar dan mengecil, yang menunjukkan bahwa pada saat ini ia telah bisa mengenali cahaya.
Dengan kemajuan teknologi seperti USG, para peneliti dapat melihat bahwa bayi dalam kandungan bereaksi terhadap rangsangan cahaya terang dan gelap dari luar kandungan.
Suatu penelitian pada tikus menunjukkan bahwa rangsangan cahaya diperlukan untuk perkembangan mata yang sehat sejak di dalam kandungan. Hal ini membuat para ahli berpikir mungkin hal yang sama juga berlaku pada manusia, namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.
Meski demikian, proses perkembangan fungsi penglihatan merupakan hal yang kompleks dan memerlukan waktu untuk berkembang sempurna, terutama pada saat Si Kecil telah lahir.
Mama dapat terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil sejak di dalam kandungan dengan mengkonsumsi asupan yang bernutrisi (termasuk suplemen/vitamin sesuai anjuran Dokter), tetap aktif berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
