Artikel/Kehamilan/5 Mitos Kehamilan yang Tak Perlu Dipercaya Lagi

5 Mitos Kehamilan yang Tak Perlu Dipercaya Lagi

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 16 Desember 2020
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Ada banyak sekali mitos seputar kehamilan yang masih dipercaya orang. Mitos-mitos ini sebagian besar tidak terbukti secara ilmiah. Karenanya, ibu hamil perlu tahu mana pernyataan yang sekadar mitos dan mana yang fakta.
5-mitos-kehamilan-yang-tak-perlu-dipercaya-lagi

dr. Junita Tarigan

Ketika hamil, biasanya perempuan mendapatkan saran dari para kerabat dan teman seputar apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan ibu hamil. Mulai dari tidak boleh makan nanas, harus makan untuk dua orang, hingga tidak disarankan ke Dokter Gigi.

Namun tahukah Mama, beberapa informasi seputar kehamilan yang sering Mama dengar ternyata hanyalah mitos? Sayangnya, mitos-mitos tentang kehamilan ini masih dipercaya oleh banyak orang.

Mitos-mitos seputar kehamilan
Dengan banyaknya informasi yang berseliweran mengenai kehamilan, wajar jika Mama merasa bingung. Karenanya, penting bagi Mama untuk mengecek ulang agar tidak terjebak atau justru membahayakan kehamilan.

Ini adalah beberapa mitos kehamilan yang tak perlu Anda percaya lagi:

1. Mitos: “Jenis kelamin Si Kecil dapat ditebak dari ukuran perut Mama.”
Mama mungkin pernah mendengar anggapan kalau untuk memperkirakan jenis kelamin Si Kecil, bisa dilakukan dengan melihat penampilan wajah Mama. Ada juga yang percaya kalau jenis kelamin Si Kecil nantinya bisa ditebak dari ukuran perut Mama.

Padahal, tidak ada metode yang benar-benar akurat untuk memperkirakan jenis kelamin bayi. Proses pembentukan jenis kelamin bayi terjadi pada usia 16-18 minggu dan ditentukan oleh adanya hormon testosteron. Karena itu, pada awal kehamilan jenis kelamin bayi tidak dapat ditentukan.

2. Mitos: “Ibu hamil harus makan dua kali lipat.”
Katanya, ibu hamil harus makan untuk dua orang mengingat saat ini ada Si Kecil dalam perut yang juga membutuhkan makanan. Apakah mitos kehamilan ini benar?

Selama kehamilan, jumlah kalori yang diperlukan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil memang meningkat. Tapi usahakan agar tidak terlalu berlebihan.

Rata-rata, pada trimester pertama Mama tidak membutuhkan tambahan kalori. Pada trimester kedua, Mama hanya memerlukan kalori ekstra sebanyak 340 kalori per hari. Sementara pada trimester ketiga, Mama disarankan untuk menambahkan 450 kalori per hari.

Selain itu, pastikanlah jumlah kalori ini dapat terpenuhi dari jenis-jenis makanan yang mengandung nutrisi penting untuk Si Kecil. Hindari jenis-jenis makanan yang tinggi kalori namun minim gizi.

3. Mitos: “Selama kehamilan, Mama harus menghindari makanan laut.”
Informasi yang selama ini terdengar adalah kandungan merkuri yang terdapat pada beberapa makanan laut dapat membahayakan kehamilan. Maka tak heran jika banyak ibu hamil yang menghindari makan ikan.

Faktanya, makanan yang bersumber dari ikan laut banyak mengandung omega-3 yang penting untuk kebutuhan otak Si Kecil sehingga ia memiliki IQ yang lebih tinggi, kemampuan sosial, dan fungsi motorik yang lebih baik.

Untuk menghindari tingginya kandungan merkuri, Mama dapat mengonsumsi jenis ikan laut yang bukan predator. Contohnya: ikan tuna, ikan hering, ikan kod, dan ikan sarden.

4. Mitos: “Ibu hamil tidak boleh berolahraga.”
Ini mitos kehamilan yang keliru. Ibu hamil disarankan untuk tetap berolahraga, namun tentunya Mama perlu berkonsultasi dulu dengan Dokter sebelum menjalankannya. Jika Mama tidak terbiasa berolahraga sebelum hamil, Mama juga harus berbicara dulu dengan Dokter sebelum memulai rutinitas.

Jenis olahraga yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah olahraga yang ringan hingga sedang. Jalan kaki, berenang, atau prenatal yoga adalah beberapa jenis olahraga yang baik untuk ibu hamil.

5. Mitos: “Makan kacang dan susu saat hamil bisa bikin Si Kecil alergi nantinya.”
Boleh-boleh saja, kok, ibu hamil mengonsumsi kacang dan susu selama Mama tidak memiliki alergi terhadap keduanya.

Namun, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat hamil karena dapat membahayakan Mama maupun Si Kecil. Contohnya adalah daging atau ikan mentah, serta telur setengah matang.

Mitos-mitos kehamilan yang sudah dijelaskan di atas tidak perlu Mama percaya lagi. Jadi jika Anda mendengar suatu informasi mengenai kehamilan, sebaiknya pastikan kembali kebenarannya agar tidak keliru dan malah membahayakan Mama maupun Si Kecil dalam kandungan.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
2
1
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
MS

kemarin sempet makan telur setangah matang, pas tau engga bo tampilkan selengkapnya

  • 1

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image