Puting Menghitam Saat Hamil, Normalkah?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/Tbo9cbQY9J_NIcShkLaAa/original/531puting-menghitam-saat-hamil-normalkah-by-sylv1rob1-shutterstock.jpg)
dr. Indria Sari
Kehamilan dapat menyebabkan sejumlah perubahan fisik. Saat mengaca, mungkin Mama menemukan bahwa puting dan area sekitarnya (areola) menjadi berwarna lebih gelap dari sebelumnya. Menghitamnya puting dan areola dapat menimbulkan keluhan estetik bagi sebagian ibu hamil, terutama jika sebelumnya puting berwarna cerah.
Namun, apakah ibu hamil harus khawatir dengan kondisi ini? Apakah puting yang menghitam saat hamil berbahaya?
Penyebab puting menghitam saat hamil
Sebenarnya, puting yang menghitam merupakan salah satu tanda kehamilan yang paling awal. Jadi ini memang normal dialami oleh ibu hamil. Namun, bagaimana hal tersebut bisa terjadi?
Pada masa kehamilan, terjadi peningkatan hormon kehamilan yaitu estrogen dan progesteron. Salah satu efek dari hormon kehamilan adalah merangsang produksi melanin di tubuh. Akibatnya, bagian kulit tertentu terutama yang berwarna gelap menjadi lebih gelap, termasuk puting dan areola.
Tidak hanya itu, hormon kehamilan juga menyebabkan perubahan-perubahan lain pada payudara. Misal, payudara jadi lebih besar, nyeri, pembuluh darah terlihat lebih jelas, gatal, stretch mark, dan lain-lain. Puting juga menjadi lebih besar dan areola pun menjadi lebih luas.
Hormon-hormon tersebut juga dapat memicu timbulnya benjolan-benjolan kecil di areola yang dikenal dengan tuberkel Montgomery. Benjolan kecil ini adalah kelenjar minyak yang sama sekali tidak berbahaya, yang berfungsi untuk meminyaki areola dan sekitarnya. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk membantu perlekatan Si Kecil saat menyusu nantinya.
Apakah puting yang menghitam dapat kembali seperti semula?
Sebagian area tubuh yang menggelap saat hamil biasanya akan memudar dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Namun ada juga yang tidak berubah dan tetap berwarna lebih gelap, terutama di puting dan areola.
Meski demikian, hal ini normal terjadi dan Mama tidak perlu khawatir.
Adakah cara untuk mencegah puting menghitam saat hamil?
Karena proses ini merupakan mekanisme yang disebabkan oleh hormon kehamilan, maka menghitamnya puting mungkin tidak dapat dihindari. Tapi Mama tetap dapat melakukan perawatan kulit yang sesuai untuk ibu hamil demi menjaga kelembapan dan kesehatan kulit, seperti menggunakan pelembap, memakai tabir surya, dan lain-lain.
Apabila perlu, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter tentang keamanan produk perawatan kulit yang hendak digunakan.
Perubahan fisik lainnya yang bisa terjadi
Selain puting menghitam, ada beberapa perubahan fisik lainnya yang bisa terjadi pada ibu hamil, yaitu:
- Sering buang air kecil
Saat hamil, volume darah akan meningkat sehingga ikut menambah tekanan pada ginjal Mama. Hal ini kemudian menyebabkan ibu hamil sering bolak-balik ke toilet.
Lalu pada akhir kehamilan, berat badan Si Kecil yang bertambah akan meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan membuat Mama sering buang air kecil. - Perubahan pada gigi dan mulut
Tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak kalsium untuk dirinya maupun Si Kecil dalam kandungan. Jika Mama tidak memperoleh cukup kalsium dari asupan sehari-hari, Si Kecil bisa mengambilnya dari gigi dan tulang Mama.
Saat hamil, gusi juga akan lebih mudah berdarah. Hal ini, lagi-lagi, disebabkan oleh hormone kehamilan. Karenanya, penting sekali bagi Mama untuk memeriksakan kesehatan gigi dan gusi secara rutin. - Nyeri
Selama kehamilan, ligamen dan tendon Mama akan meregang dan ini berguna untuk menopang janin yang sedang tumbuh. Tapi sayangnya, kondisi ini bisa memicu rasa nyeri, terutama pada perut bagian bawah.
Selain itu, ibu hamil juga dapat mengalami CTS (carpal tunnel syndrome) atau sindrom lorong karpal. Pada kondisi ini, tangan dan jari bisa terasa nyeri, kesemutan, bahkan mati rasa.
Puting yang menghitam saat hamil adalah hal yang normal terjadi. Biasanya puting akan kembali ke warna semula dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Tapi bisa juga tidak berubah dan tetap berwarna lebih gelap.




Hai Mama, hal tersebut normal ya yang terpenting adanya perkembangan janin dan pertambahan berat badan secara normal. Jangan lupa untuk selalu konsumsi makanan gizi seimbang, cukupi cairan harian dan berolahraga secara rutin, Ma. :) ^sm
- 0
Hai Mama, hal tersebut normal ya yang terpenting adanya perkembangan janin dan pertambahan berat badan secara normal. Jangan lupa untuk selalu konsumsi makanan gizi seimbang, cukupi cairan harian dan berolahraga secara rutin, Ma. :) ^sm
- 0

Halo dok apakah bumil TM1 gatal2 semacam biang keringat juga tampilkan selengkapnya
- 4
Hai Mama, kedua hal ini normal ya karena perubahan hormonal saat hamil. Area pusar menghitam karena naiknya hormon progesteron dan esterogen. Gatal tubuh diakibatkan karena fluktuasi hormonal, namun jika menganggu segera konsultasi ke dokter ya. :) ^sm
- 0
Hai Mama, ukuran perut saat hamil biasanya akan membesar di usia kehamilan 12-16 minggu. Hal ini normal ya, Ma. Jangan lupa untuk selalu konsultasi ke dokter untuk antenatal care. Tetap konsumsi makanan gizi seimbang dan jangan stres ya, Ma. :) ^sm
- 0
dok kenapa ya hamil anak ke 2 perut n PD sering bgt sakit? a tampilkan selengkapnya
- 3
Hai Mama, hal tersebut sebenarnya normal karena ada perubahan hormonal ya, Ma. Mama dapat mengatasinya dengan menggunakan ukuran bra yang pas, kurangi kafein, kompres air hangat bagian yang sakit, hindari stres dan bergerak secara perlahan ya. :) ^sm
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)