Artikel/Kehamilan/Mengenal Hormon Relaksin, Fungsi, dan Efeknya pada Kehamilan

Mengenal Hormon Relaksin, Fungsi, dan Efeknya pada Kehamilan

Athika Rahma | Diterbitkan pada 31 Maret 2026
Ditinjau oleh dr. Junita Tarigan
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Hormon relaksin berperan penting dalam melenturkan otot dan ligamen selama kehamilan. Pelajari dampaknya pada tubuh Mama, mulai dari nyeri punggung hingga perannya dalam melancarkan proses melahirkan.
kenali-lebih-jauh-tentang-hormon-relaksin

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh Mama, termasuk perubahan hormon yang membantu tubuh beradaptasi dengan perkembangan janin.

Salah satu hormon yang memiliki peran penting selama masa ini adalah hormon relaksin. Memahami fungsi dan pengaruh hormon ini dapat membantu Mama lebih mengenali berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilan.

Apa Itu Hormon Relaksin?

Sebagian Mama mungkin bertanya, mengapa hormon ini sering dibahas dalam dunia kesehatan kehamilan. Pada dasarnya, hormon relaksin adalah hormon reproduksi yang berperan penting dalam mendukung proses kehamilan hingga persalinan.

Hormon ini membantu tubuh menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan fisik yang terjadi selama masa kehamilan.

Secara biologis, hormon relaksin dihasilkan oleh ovarium (indung telur), plasenta, serta jaringan tertentu di dalam tubuh selama masa kehamilan. Produksi hormon ini biasanya meningkat sejak awal kehamilan dan akan terus mengalami perubahan seiring berkembangnya janin.

Kehadiran hormon ini membantu tubuh Mama mempersiapkan berbagai sistem tubuh, terutama sistem otot, sendi, serta jaringan ikat. Perubahan tersebut memungkinkan tubuh lebih fleksibel dalam menghadapi pertumbuhan rahim dan perkembangan bayi di dalam kandungan.

Selain itu, hormon ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan beberapa fungsi organ tubuh selama kehamilan. Dengan adanya hormon ini, tubuh Mama dapat beradaptasi secara bertahap terhadap kebutuhan janin yang semakin meningkat.

Fungsi Hormon Relaksin pada Kehamilan

Hormon relaksin berperan penting dalam mendukung kehamilan dengan membantu tubuh Mama beradaptasi terhadap berbagai perubahan fisiologis, termasuk pada rahim, panggul, dan sistem peredaran darah.

Secara umum, fungsi hormon relaksin pada proses kehamilan adalah mempersiapkan tubuh agar mampu mendukung perkembangan janin sekaligus memudahkan proses persalinan.

1. Membantu proses implantasi embrio

Salah satu fungsi hormon relaksin pada proses kehamilan adalah membantu proses implantasi embrio pada dinding rahim. Setelah sel telur dibuahi oleh sperma, embrio akan bergerak menuju rahim dan menempel pada lapisan endometrium.

Relaksin membantu mempersiapkan lapisan rahim agar lebih reseptif dan mendukung proses penempelan tersebut. Dengan kondisi rahim yang optimal, embrio dapat berkembang menjadi janin dengan lebih baik.

Selain itu, hormon ini juga membantu menjaga lingkungan rahim tetap stabil sehingga proses awal kehamilan dapat berlangsung dengan aman.

2. Mengurangi risiko kontraksi rahim terlalu dini

Pada tahap awal kehamilan, rahim perlu berada dalam kondisi yang tenang agar embrio dapat berkembang dengan baik. Hormon relaksin membantu mengurangi aktivitas kontraksi rahim yang terlalu dini.

Kontraksi rahim yang terjadi terlalu cepat dapat mengganggu proses perkembangan janin. Dengan adanya relaksin, otot-otot rahim menjadi lebih rileks sehingga kehamilan dapat berlangsung dengan lebih stabil.

Peran ini sangat penting terutama pada trimester pertama, ketika proses pembentukan organ-organ janin sedang berlangsung.

3. Melonggarkan ligamen dan sendi

Seiring bertambahnya usia kehamilan, tubuh Mama akan mengalami perubahan pada struktur tulang dan sendi, khususnya di area panggul. Relaksin membantu melonggarkan ligamen serta jaringan ikat yang menghubungkan tulang.

Proses ini membuat sendi menjadi lebih fleksibel sehingga tubuh dapat menyesuaikan diri dengan pertumbuhan rahim dan perubahan postur tubuh. Panggul yang lebih fleksibel juga mempermudah bayi untuk melewati jalan lahir saat proses persalinan berlangsung.

Namun, karena ligamen menjadi lebih longgar, sebagian Mama mungkin merasakan perubahan pada keseimbangan tubuh atau sensasi tidak nyaman di area punggung bawah. Kondisi ini merupakan bagian dari adaptasi tubuh selama masa kehamilan.

4. Membantu pelunakan serviks

Serviks atau leher rahim merupakan bagian penting dalam proses persalinan. Selama kehamilan berlangsung, serviks perlu mengalami perubahan secara bertahap agar siap membuka saat proses melahirkan dimulai.

Relaksin membantu melunakkan jaringan serviks sehingga lebih elastis dan mudah membuka ketika waktu persalinan tiba. Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi berlangsung perlahan selama masa kehamilan.

Dengan bantuan hormon ini, tubuh Mama memiliki waktu untuk mempersiapkan diri secara alami sebelum proses kelahiran berlangsung.

5. Mendukung perubahan sistem peredaran darah

Selama kehamilan, tubuh Mama mengalami peningkatan volume darah yang cukup signifikan. Perubahan ini diperlukan untuk memastikan janin mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Relaksin berperan dalam membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Pembuluh darah yang lebih rileks juga membantu mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular.

Dengan sirkulasi darah yang lebih baik, kebutuhan nutrisi dan oksigen bagi janin dapat terpenuhi dengan optimal.

6. Membantu adaptasi tubuh terhadap kehamilan

Selain berperan pada sistem reproduksi, relaksin juga membantu tubuh Mama menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan fisiologis selama kehamilan. Hormon ini dapat memengaruhi beberapa sistem tubuh, seperti ginjal, sistem peredaran darah, serta metabolisme.

Penyesuaian ini membantu tubuh Mama mengatur keseimbangan cairan, meningkatkan aliran darah, serta mendukung perkembangan janin di dalam kandungan. Dengan berbagai fungsi tersebut, relaksin menjadi salah satu hormon yang sangat penting dalam mendukung perjalanan kehamilan yang sehat.

7, Mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan

Menjelang akhir kehamilan, relaksin bekerja semakin aktif untuk membantu tubuh mempersiapkan proses persalinan. Hormon ini membantu melonggarkan sendi panggul, melunakkan jaringan di sekitar jalan lahir, serta mendukung pembukaan serviks.

Perubahan ini membuat tubuh Mama lebih siap menghadapi proses kelahiran secara alami. Tanpa adanya relaksin, proses persalinan bisa menjadi lebih sulit karena jaringan tubuh tidak cukup fleksibel.

Oleh karena itu, keberadaan hormon ini memiliki peran penting dalam memastikan tubuh Mama siap menjalani proses melahirkan dengan lebih lancar.

Efek Kadar Relaksin Terlalu Rendah pada Kehamilan

Kadar relaksin yang tidak seimbang dapat memengaruhi proses adaptasi tubuh selama kehamilan. Jika kadarnya terlalu rendah, tubuh mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Beberapa proses penting seperti implantasi embrio dan persiapan jaringan panggul dapat berlangsung lebih lambat. Namun, kondisi ini biasanya jarang terjadi dan umumnya akan dipantau melalui pemeriksaan kehamilan rutin oleh tenaga medis.

Pemeriksaan kehamilan secara berkala membantu memastikan bahwa berbagai perubahan hormon dalam tubuh Mama tetap berada dalam kondisi yang sehat.

Efek Kadar Relaksin Terlalu Tinggi pada Kehamilan

Di sisi lain, kadar relaksin yang terlalu tinggi juga dapat memengaruhi kenyamanan tubuh selama kehamilan. Karena hormon ini bekerja dengan melonggarkan jaringan ikat, sebagian Mama mungkin merasakan perubahan pada area sendi atau panggul.

Beberapa ibu hamil dapat merasakan sensasi tidak nyaman pada punggung bawah atau area panggul karena ligamen menjadi lebih longgar. Kondisi ini merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh terhadap kehamilan.

Dalam sebagian kasus, relaksin yang meningkat dapat membuat sendi terasa lebih fleksibel dari biasanya. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk menjaga aktivitas fisik agar tetap seimbang dan tidak memberikan tekanan berlebih pada tubuh.

Cara Menjaga Kadar Relaksin Normal pada Ibu Hamil

Menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh dapat membantu mendukung keseimbangan hormon selama kehamilan. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan Mama.

  • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan Mama dan janin.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, vitamin, serta mineral penting.
  • Beristirahat dengan cukup agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan perubahan hormon.
  • Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau senam hamil sesuai anjuran tenaga medis.
  • Menghindari aktivitas berat yang dapat memberikan tekanan berlebihan pada sendi dan panggul.
  • Menjaga hidrasi tubuh dengan minum air yang cukup setiap hari.
  • Mengelola stres dengan melakukan kegiatan yang menenangkan, seperti membaca atau melakukan relaksasi ringan.

Memahami cara kerja hormon relaksin juga dapat membantu Mama lebih bijak dalam menjaga aktivitas sehari-hari selama kehamilan. Dengan menjaga keseimbangan antara istirahat dan aktivitas, tubuh Mama dapat beradaptasi dengan lebih nyaman.

Kehamilan merupakan perjalanan yang penuh perubahan, termasuk perubahan hormon yang membantu tubuh menyesuaikan diri dengan perkembangan janin.

Salah satu hormon penting dalam proses ini adalah relaksin yang berperan dalam mempersiapkan tubuh Mama menghadapi persalinan. Dengan memahami peran dan fungsi hormon tersebut, Mama dapat lebih tenang dalam menjalani setiap tahap kehamilan.

Mama dapat memperoleh berbagai informasi kehamilan yang bermanfaat dengan mengunduh aplikasi Hallobumil. Bergabung juga dengan komunitas ibu hamil untuk berbagi pengalaman, mengikuti event edukatif, serta mendapatkan dukungan dari sesama Mama dalam menjalani perjalanan kehamilan.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
22
7
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
AA

kasih tau dong tips agar tidak sering kebas ditangan/kesemut tampilkan selengkapnya

  • 2
IR

tips mengurangi nyeri pada bagian kemaluan?

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, tips dari Mima, Mama dapat istirahat dengan posisi duduk atau berbaring, dan perlahan saja ketika bergerak. Namun apabila rasa nyeri masih terus berlanjut, Mima sarankan untuk segera konsultasi ke dokter kandungan ya Ma 😊 ^lm

  • 1
PM

kenapa sering nyeri punggung

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, nyeri punggung bisa disebabkan perubahan hormon selama hamil, dan biasanya terlalu lama tidur dengan posisi tertentu, sehingga menekan tubuh Mama. Semoga membantu☺️ ^lm

  • 0
S

tips biar ngga sering kesemutan

  • 0
NR

kasih tau dong dok.. gimana cara mengatasi saat perut tiba t tampilkan selengkapnya

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image