Kenali Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil
:strip_icc():format(webp)/hb-article/mutct3iAqzHzMb7K0YZb3/original/547week-266-kenali-diabetes-gestasional-pada-ibu-hamil.jpg)
dr. Venny Beauty
Diabetes gestasional adalah diabetes yang muncul pada masa kehamilan, dan hanya berlangsung hingga proses melahirkan. Keadaan ini dapat dialami pada usia kehamilan berapapun, namun biasanya berlangsung pada minggu ke-24 sampai ke-28 kehamilan.
Wanita dengan diabetes gestasional tidak harus memiliki riwayat diabetes sebelum kehamilannya. Bisa saja kadar gula normal sebelum hamil dan meningkat selama kehamilan.
Kadar gula dapat kembali normal setelah Mama melahirkan sehingga dikatakan diabetes jenis ini dapat disembuhkan. Namun, risiko untuk mengalami diabetes melitus di kemudian hari dapat meningkat.
Apa Penyebab Diabetes Gestasional?
Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengontrol kadar gula dalam darah pada masa kehamilan. Saat hamil, tubuh Mama dapat mengalami perubahan hormon yang mengakibatkan tubuh kurang responsif terhadap insulin.
Akibatnya, gula yang dikonsumsi tidak dapat digunakan oleh tubuh dan hanya beredar dalam darah sehingga kadar gula darah menjadi meningkat. Gula darah yang meningkat jika tidak diturunkan dapat menyebabkan komplikasi baik pada Si Kecil maupun pada Mama. Karena itulah, kondisi ini harus ditangani dengan tepat.
Siapa Saja yang Dapat Mengalami Diabetes Gestasional?
Sekitar 2-10 persen ibu hamil berisiko mengalami diabetes gestasional, dan risiko untuk mengalami diabetes setelah kehamilan akan meningkat 35-60 persen. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami diabetes gestasional, yaitu:
- Berat badan berlebih (indeks massa tubuh lebih dari 25)
- Kurangnya aktivitas fisik
- Memiliki orang tua atau saudara dengan diabetes melitus
- Memiliki riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya, riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi
- Memiliki riwayat sindrom ovarium polikistik
- Tes toleransi glukosa yang tidak normal
Apa Saja Tanda dan Gejala Diabetes Gestasional?
Sebagian besar ibu hamil tidak menyadari bahwa mereka mengalami diabetes gestasional. Ini karena diabetes gestasional biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Meski demikian, kadar gula darah di atas normal dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan komplikasi pada Mama dan Si Kecil.
Gejala yang dapat muncul pada ibu hamil biasanya:
- Merasa lelah, lemas, dan lesu
- Sering kelaparan dan ingin makan terus
- Sering kehausan
- Sering buang air kecil
- Mata kabur
Namun, gejala tersebut tidaklah spesifik dan dapat juga dirasakan oleh ibu hamil yang tidak mengalami diabetes gestasional.
Bagaimana Cara Memastikan Ibu Hamil Mengalami Diabetes Gestasional?
Jika gejala-gejala di atas dialami dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan gula darah beberapa kali sebelum dapat memastikan bahwa Mama mengalami diabetes gestasional.
Jika didiagnosis mengalami diabetes gestasional, dokter akan menyarankan dilakukannya tes darah secara lebih rutin, terutama pada tiga bulan terakhir masa kehamilan untuk memastikan Mama dan Si Kecil dalam keadaan baik.
Bila terjadi komplikasi kehamilan, dokter akan memeriksa fungsi plasenta Mama guna memastikan Si Kecil mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup dalam rahim.
Dokter juga akan kembali melakukan tes darah setelah Mama melahirkan dan pada 6-12 minggu setelahnya, untuk memastikan kadar gula darah sudah kembali normal. Mama juga disarankan menjalani tes darah setiap tiga tahun sekali, meskipun kadar gula darah sudah kembali normal.
Apa Saja Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Diabetes Gestasional?
Diabetes gestasional tidak hanya memengaruhi kesehatan Mama, tetapi juga Si Kecil dalam kandungan. Jika kondisi ini tidak diatasi dengan tepat, Mama dan Si Kecil berisiko mengalami berbagai komplikasi.
Beberapa dampak dari diabetes gestasional adalah:
- Preeklampsia
- Kelahiran prematur
- Keguguran
- Mengalami diabetes kembali di kehamilan berikutnya
- Mengalami diabetes mellitus tipe 2 setelah melahirkan
- Bayi lahir dengan berat badan berlebih
- Kadar gula darah bayi yang rendah saat lahir
- Gangguan pernapasan
Bagaimana Mengatasi Diabetes Gestasional?
Tujuan pengobatan pada diabetes gestasional adalah untuk menurunkan kadar gula darah dan mencegah komplikasi saat kehamilan dan melahirkan. Dokter mungkin akan memberikan obat yang sesuai untuk kehamilan jika dirasa perlu.
Beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk mengatasi diabetes gestasional adalah:
- Periksakan diri secara berkala ke dokter untuk memeriksa kadar gula darah supaya tetap dalam nilai normal. Selain itu, juga untuk mendeteksi secara dini jika ada komplikasi pada Mama atau Si Kecil.
- Terapkan pola makan yang sehat. Hindari konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan garam. Konsumsilah makanan yang kaya nutrisi dan tinggi serat dari sayur, buah, maupun biji-bijian. Selain itu, porsi makan juga harus diperhatikan. Mama sebaiknya makan dengan porsi sedikit tapi sering.
- Berolahraga rutin. Sejumlah olahraga yang aman dilakukan ibu hamil seperti jalan kaki, berenang, atau senam hamil.
Komplikasi bagi Mama dan Si Kecil dapat dicegah jika diabetes gestasional ditangani dengan tepat. Karena itu, lakukanlah pemeriksaan kehamilan secara rutin agar diabetes gestasional dapat dideteksi lebih dini.
harus sering berjalan kaki ya bun?
Hai Mama, ibu hamil sangat disarankan untuk berolahraga ringan seperti berjalan kaki dikarenakan bermanfaat untuk kesehatan Mama, menghindari kaki keram, terhindar dari berat badan yang berlebih, pernyakit gestasional dan mengurangi stress ya. ^sm