Keluar Mucus Plug atau Gumpalan Lendir, Apakah Tanda Persalinan?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/lv_eqPPGplfsRUkoxZf5n/original/613week-365-keluar-mucus-plug-atau-gumpalan-lendir-apakah-tanda-persalinan.jpg)
dr. Indria Sari
Usia rata-rata kehamilan adalah sekitar 280 hari atau 40 minggu. Namun hal ini hanyalah perkiraan, karena setiap kehamilan pada dasarnya unik, tidak sama antara satu dengan yang lainnya.
Oleh sebab itu, tidak ada yang bisa memastikan kapan proses persalinan akan dimulai. Sebagian besar ibu hamil biasanya melahirkan pada usia kehamilan 38-41 minggu.
Meski demikian, menjelang waktu persalinan yang semakin dekat, biasanya ada beberapa tanda yang dapat Mama amati. Salah satunya adalah keluarnya mucus plug.
Apa Itu Mucus Plug?
Mucus plug adalah gumpalan lendir yang terbentuk selama kehamilan dan ‘menyegel’ kanal serviks (leher rahim), agar tidak ada yang dapat masuk ke dalam rahim melalui leher rahim selama kehamilan berlangsung. Hal ini sekaligus melindungi janin dari infeksi bakteri, virus, atau lainnya.
Ketika proses persalinan dimulai, terjadi proses pembukaan serviks. Seiring dengan pembukaan serviks ini, maka terlepas pulalah mucus plug yang terdapat pada kanal serviks.
Mucus plug dapat berwarna putih, putih kekuningan, merah jambu, atau kemerahan. Keluarnya mucus plug bisa sekaligus, bisa pula sedikit demi sedikit selama beberapa hari.
Tanda-Tanda Lain Persalinan
Keluarnya mucus plug biasanya merupakan tanda persalinan yang masih awal. Apabila Mama mengalami ini, sebaiknya mulai bersiap untuk proses persalinan sambil memperhatikan tanda-tanda lain, seperti:
1. Penurunan Kepala
Menjelang persalinan, kepala janin akan semakin dalam masuk ke rongga panggul. Hal ini membuat tekanan terhadap diafragma berkurang sehingga Mama merasa tidak terlalu kepayahan. Penurunan kepala ini dapat terjadi beberapa minggu hingga beberapa jam sebelum persalinan dimulai.
2. Pecah Ketuban
Si Kecil di dalam kandungan dilindungi oleh selaput ketuban yang berisi cairan ketuban. Ketika selaput ini robek atau pecah, cairan ketuban akan ikut keluar. Air ketuban dapat keluar dengan menyembur maupun merembes sehingga Mama tidak menyadari bahwa ketuban telah pecah.
Selaput ketuban tidak selalu pecah terlebih dahulu. Namun, apabila Mama menyadari ketuban pecah, maka Mama harus segera pergi ke rumah sakit.
3. Kontraksi Rahim
Menjelang persalinan, Mama akan merasakan kontraksi rahim dengan intensitas yang lebih kuat, berbeda dengan Braxton Hicks (kontraksi palsu) yang merupakan kontraksi ‘latihan’ rahim.
Kontraksi menjelang persalinan akan terasa lebih sakit, terasa mulai dari belakang dan menjalar ke depan, mirip dengan nyeri haid. Kontraksi ini juga memiliki pola yang teratur dan lama kelamaan akan menjadi semakin sering.
Yang Dilakukan Apabila Tanda Persalinan Muncul
Apabila satu atau beberapa tanda persalinan mulai muncul, jangan panik. Biasanya masih cukup waktu untuk bersiap-siap karena proses persalinan dapat berlangsung berjam-jam atau bahkan beberapa hari, apalagi jika ini adalah kehamilan pertama.
Persalinan pada kehamilan pertama umumnya akan berlangsung lebih lama. Lakukan beberapa hal untuk membantu Mama lebih rileks dan nyaman, seperti berjalan-jalan, mandi, mendengarkan musik, serta mempraktikkan teknik pernapasan atau relaksasi.
Sambil menunggu kontraksi semakin kuat dan sering, hubungi dokter atau bidan yang akan membantu proses persalinan untuk menanyakan waktu yang tepat untuk berangkat ke rumah sakit.
Walau demikian, apabila Mama merasakan tanda-tanda berikut, maka Mama harus segera berangkat ke rumah sakit:
- Selaput ketuban pecah.
- Perdarahan dari vagina.
- Kontraksi yang berlangsung terus-menerus tanpa jeda.
- Bayi semakin jarang bergerak.
Tanda-tanda tersebut adalah tanda kegawatdaruratan sehingga memerlukan pertolongan segera. Jangan tunda untuk lekas pergi ke rumah sakit, ya, Ma.
uda mulai mules" dan mengeluarkan lendir kecoklatan dan tampilkan selengkapnya
- 0
tdi pagi saya keluar lendir kental di sertai punggung terasa tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, keluar lendir kental dan nyeri punggung saat hamil bisa disebabkan keputihan, kontraksi palsu, dan perubahan hormon. Namun, untuk memastikan kondisi Mama sebaiknya periksa dengan dokter ya Ma 😊 ^ak
- 0
sering kenceng perutnya