Infeksi Saluran Kemih Dalam Kehamilan
:strip_icc():format(webp)/hb-article/dJ66ojcoAZkghQCDLDxtB/original/0hamil-pendarahan-perdarahan-darah-penyebab-darah.jpg)
dr. Theresia Rina Yunita
Pada wanita hamil, hormon menyebabkan perubahan saluran kemih sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Tingginya level hormon progesteron menurunkan kontraksi otot ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih), hal ini menyebabkan aliran urin melambat. Semakin lama urin melewati saluran kemih untuk dikeluarkan akan semakin besar kemungkinan bakteri berkembang biak. Sebagai tambahan, Rahim yang semakin membesar akan menekan kandung kemih, sehingga mengganggu proses pengosongan kandung kemih secara sempurna. Urin yang tertampung akibat pengosongan yang tidak sempurna merupakan sumber infeksi. Jika tidak diobati infeksi ini dapat naik hingga ke ginjal. Oleh karena itu penting untuk mengobati infeksi pada saluran kemih pada wanita yang sedang hamil untuk mencegah komplikasi.
Gejala infeksi saluran kemih meliputi:
1. Sering BAK atau sulit menahan kencing
2. Kesulitan berkemih (harus mengedan)
3. Rasa tidak lampias setelah berkemih
4. Sensasi terbakar atau kram pada pinggang dan peruh bawah
5. Sensasi terbakar saat berkemih
6. Urin berbau atau keruh
Jika tidak diobati maka infeksi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti melahirkan prematur (sebelum waktunya) dan berat badan bayi baru lahir yang rendah. Jika Mama mengalami gejala-gejala di atas sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter spesialis Mama untuk melakukan beberapa pemeriksaaan seperti tes urin dan mendapatkan pengobatan yang tepat.
Cara mencegah infeksi saluran kemih saat hamil:
1. Minum minimal 8 gelas air putih sehari
2. Bersihkan kemaluan dari arah depan ke belakang
3. Kosongkan kandung kemih Mama sesaat sebelum dan sesudah berhubungan seksual
4. Hindari sabun atau produk feminim lainnya
5. Sering menganti celana dalam, gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat
6. Cuci daerah genital dengan air hangat
7. Gunakan shower saat mandi dibandingkan berendam di bath tub
8. Hindari penggunaan celana yang terlalu ketat
9. Jangan menahan kencing dan selalu mengosongkan kandung kemih secara sempurna




Hai Mama, keputihan disertai gatal saat hamil bisa menandakan infeksi jamur Ma. Jaga area kewanitaan tetap kering, hindari celana ketat, dan segera periksa ke tenaga kesehatan agar mendapat pengobatan yang aman untuk bumil ya. :) ^lm
- 0
Hai Mama, hal tersebut dapat disebabkan oleh terlalu banyak duduk atau berdiri, setelah bepergian jauh, dan semakin bertambahnya usia kehamilan, semakin besar juga ukuran rahim dan janin yang akan menekan bagian bawah tubuh Mama. Semoga membantu:) ^lm
- 1
mau tnya dok..klo mislkn gatal didaerah kemaluan itu di trim tampilkan selengkapnya
- 2
Hai Mama, gatal di area kewanitaan bisa dikarenakan perubahan hormonal, menggunakan celana ketat, atau kurang istirahat. Mama dapat membilas menggunakan air bersih dengan arah yang benar. Jika gatal menjalar ke tubuh segera konsultasi ke dokter. :) ^sm
- 1
36 weeks nyeri dibawah pusar dan pinggang sakit, terus perut tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Ma, nyeri perut bawah disebabkan oleh kehamilan yang semakin membesar membuat ligamentum melar dan tertarik sehingga terasa nyeri. Beristirahatlah dengan posisi duduk atau berbaring dan gunakan bantal yang agak tinggi. :) ^sr
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)