Cara Memilih Pompa ASI yang Tepat, Manual vs Elektrik
:strip_icc():format(webp)/hb-article/KsKQbzBuEpVHvfkimPFjJ/original/550week-166-cara-memilih-pompa-asi.jpg)
Memilih pompa ASI bukan sekadar soal merek atau harga. Bagi ibu menyusui, alat ini berperan penting dalam menjaga produksi ASI, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, serta membantu Mama tetap nyaman saat harus memompa di rumah maupun di luar.
Oleh karena itu, memahami cara memilih pompa ASI yang tepat menjadi langkah awal yang sangat penting.
Dengan pilihan yang sesuai kebutuhan, proses memompa bisa terasa lebih efektif, nyaman, dan tidak menyiksa, baik untuk Mama yang baru melahirkan maupun Mama bekerja.
Artikel lainnya: 3 Cara Menghangatkan ASI dari Kulkas, Awas Nutrisinya Rusak
Jenis-Jenis Pompa ASI
Sebelum menentukan pilihan, Mama perlu mengenal terlebih dahulu jenis pompa ASI yang tersedia di pasaran. Secara umum, pompa ASI terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu pompa ASI manual dan pompa ASI elektrik.
Pompa ASI manual
Pompa ASI manual dioperasikan dengan tangan, biasanya menggunakan tuas atau pegangan yang ditekan secara berulang untuk menciptakan daya isap.
Jenis ini cocok bagi Mama yang tidak memompa terlalu sering atau hanya sesekali, misalnya saat payudara terasa penuh.
Kelebihan pompa ASI manual adalah harganya yang relatif lebih terjangkau, ringan, mudah dibawa, dan tidak memerlukan listrik atau baterai. Selain itu, tingkat kebisingannya sangat rendah sehingga bisa digunakan kapan saja tanpa mengganggu sekitar.
Namun, kekurangannya terletak pada tenaga yang dibutuhkan. Jika digunakan terlalu sering, tangan bisa cepat lelah dan proses memompa menjadi kurang efisien.
Pompa ASI elektrik single & double pump
Pompa ASI elektrik bekerja menggunakan tenaga listrik atau baterai, sehingga Mama tidak perlu memompa secara manual.
Jenis ini sangat membantu bagi Mama yang memompa secara rutin, terutama bekerja. Pompa ASI elektrik tersedia dalam dua pilihan, yaitu single pump dan double pump.
Single pump digunakan untuk memompa satu payudara dalam satu waktu, sedangkan double pump memungkinkan Mama memompa kedua payudara secara bersamaan.
Perbedaan pompa ASI single dan double terletak pada efisiensi waktu dan stimulasi produksi ASI. Double pump cenderung lebih cepat dan dapat membantu meningkatkan hormon prolaktin, yang berperan dalam produksi ASI.
Meski lebih praktis, pompa ASI elektrik biasanya memiliki harga lebih tinggi dan menghasilkan suara mesin.
Artikel lainnya: Masalah Menyusui yang Sering Dialami dan Cara Mengatasinya
Faktor-Faktor Penting yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Pompa ASI
Agar tidak salah pilih, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam tips memilih breast pump sesuai kebutuhan masing-masing Mama.
1. Frekuensi memompa
Frekuensi memompa menjadi faktor utama. Jika Mama hanya memompa sesekali, pompa ASI manual mungkin sudah cukup.
Namun, bila Mama memompa setiap hari atau beberapa kali dalam sehari, terutama untuk stok ASI perah, pompa ASI elektrik akan jauh lebih membantu dan menghemat tenaga.
CDC menjelaskan bahwa pemilihan pompa ASI sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan menyusui dan rutinitas Mama.
2. Portabilitas dan mobilitas
Bagi Mama yang sering bepergian atau bekerja di luar rumah, portabilitas menjadi pertimbangan penting. Pilih pompa ASI yang ringan, mudah dibawa, dan memiliki tas khusus.
Beberapa pompa ASI elektrik modern sudah dilengkapi baterai rechargeable sehingga tidak selalu bergantung pada stop kontak.
3. Kenyamanan dan tingkat kebisingan
Kenyamanan sangat berpengaruh pada refleks let-down ASI. Pompa dengan pengaturan daya isap yang lembut dan menyerupai isapan bayi cenderung lebih nyaman.
Selain itu, tingkat kebisingan juga perlu diperhatikan, terutama jika Mama memompa di tempat kerja atau saat bayi tidur.
Mayo Clinic menyarankan pentingnya kenyamanan dalam proses memompa ASI agar produksi tetap optimal.
4. Ukuran corong (breast shield)
Ukuran corong atau breast shield sering kali diabaikan, padahal sangat menentukan kenyamanan dan efektivitas memompa.
Corong yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat menyebabkan nyeri, lecet, bahkan ASI tidak keluar optimal. Pastikan ukuran corong sesuai dengan diameter puting Mama, bukan ukuran payudara.
5. Fitur tambahan
Beberapa pompa ASI elektrik dilengkapi fitur tambahan seperti mode pijat, pengaturan ritme isapan, layar digital, hingga memori otomatis.
Fitur ini dapat meningkatkan kenyamanan dan membantu Mama menyesuaikan pompa dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
6. Harga, garansi & ulasan
Harga pompa ASI sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Jangan hanya tergiur harga murah atau merek populer.
Perhatikan juga garansi resmi, ketersediaan spare part, serta ulasan dari pengguna lain. Ulasan jujur sering kali memberikan gambaran nyata tentang kualitas produk.
NIH menganjurkan untuk mempertimbangkan kualitas dan keamanan alat pompa ASI, bukan hanya harga.
Artikel lainnya: Perawatan Payudara Ibu Nifas, Cegah Masalah ASI & Nyeri
Tips Membersihkan dan Merawat Pompa ASI dengan Benar
Agar pompa ASI tetap aman dan higienis, kebersihan adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Setelah digunakan, segera pisahkan bagian pompa yang bersentuhan langsung dengan ASI. Cuci dengan air mengalir dan sabun khusus bayi, lalu bilas hingga bersih.
Beberapa bagian pompa ASI juga aman untuk disterilkan menggunakan air panas atau sterilizer. Pastikan semua komponen benar-benar kering sebelum disimpan untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur.
Supaya perjalanan menyusui terasa lebih ringan dan terarah, Unduh aplikasi Hallobumil sekarang untuk mendapatkan panduan menyusui, tips kesehatan Mama dan bayi, serta fitur pendukung yang praktis dalam satu genggaman.
Mama juga bisa bergabung ke komunitas Hallobumil untuk berbagi pengalaman, bertanya langsung, dan saling menguatkan dengan sesama ibu menyusui.
Jangan lewatkan pula berbagai event edukatif dari Hallobumil yang rutin diadakan. Mulai dari kelas laktasi hingga webinar kesehatan Mama dan anak, semuanya dirancang untuk menemani Mama dengan informasi yang terpercaya.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)