7 Kalimat yang Pantang Diucapkan pada Ibu Hamil
:strip_icc():format(webp)/hb-article/waYCYdLXoGcIt41DPdn-N/original/5147-hal-yang-pantang-dikatakan-pada-ibu-hamil---psikolog-anindita-by-krakenimages-com-shutterstock.jpg)
Anindita Budhi T., S.Psi
Kehamilan merupakan saat yang membahagiakan bagi wanita. Tapi di balik itu, momen ini juga bisa menimbulkan kecemasan dan stres. Untuk itu, ada kalanya Mama harus berhati-hati dalam bertutur kata saat bertemu dengan ibu hamil.
Pernah hamil dan melahirkan tidak lantas membuat Mama lebih berpengalaman daripada ibu yang hamil pertama kali. Apalagi, setiap kehamilan itu berbeda dan punya cerita sendiri.
Sayangnya, tanpa sadar kita atau mungkin teman kita mengomentari hal-hal yang tidak perlu pada sesama ibu hamil. Bahkan, tak jarang menjurus pada body shaming.
Hal-hal yang sebaiknya tak diucapkan pada ibu hamil
Jadi, jika Mama berjumpa dengan ibu hamil lainnya, simak 7 hal yang pantang Mama katakan pada mereka.
- “Beneran kamu nggak hamil kembar?” Wah, kalimat ini seperti kalimat pengganti “Hamil kali ini besar banget!” dengan cara yang sama menohok perasaan. Tanpa Mama katakan demikian, dia sudah menyadari kok soal kenaikan berat badan selama hamil. Lagi pula, kalau dia hamil kembar, tentu informasi itu akan disampaikan dengan rasa bahagia.
- “Ya ampun kecil banget perutmu, beneran kamu hamil?” Mirip dengan pernyataan di atas. Hati-hati jika Mama mengucapkan kalimat ini pada ibu yang hamil pertama kali, bisa-bisa ia khawatir tentang kondisi janinnya. Aturannya tetap sama, jangan berkomentar soal ukuran perut hamil ibu manapun.
- “Sudah mau lahiran ya?” saat Mama melihat perut hamil seorang teman begitu besar, sementara usia kehamilannya baru 5 bulan. Alih-alih berkata demikian, mengapa tidak tanyakan saja kapan hari perkiraan lahirnya?
- “Kamu kelihatan lusuh/jerawatan/kecapekan begitu sih?” Tidak semua ibu hamil terlihat cantik berkilau, sementara benar ada sebagian ibu hamil yang tampak luar biasa meski berbadan dua. Daripada menegaskan apa yang Mama lihat, coba beri pujian pada pakaiannya atau traktir ia minuman/makanan favoritnya untuk membuat perasaan ibu hamil lebih baik.
- “Dulu waktu aku lahiran, diinduksi itu sakit banget!” atau detail lain terkait pengalaman melahirkan Mama yang bisa terdengar mengerikan bagi ibu hamil. Teman Mama sudah cukup kewalahan dengan segala perubahan fisik yang dialami. Jadi, tidak perlu tambahkan dengan cerita seputar melahirkan yang akan membuatnya cemas dan takut. Sampaikan saja begini, “Melahirkan normal atau operasi sama-sama sakit, tapi aku yakin, kalau waktunya tiba kamu pasti bisa melalui proses itu.”
- “Kamu lupa minum pil KB?” untuk menegaskan kehamilan teman Mama tidak direncanakan alias kebobolan. Sekalipun Anda adalah sahabat baiknya, jangan sekali-kali berkata demikian. Tunggu sampai ia bercerita sendiri awal mula kehamilannya ini pada Mama.
- “Hmm, ibu hamil bukannya nggak boleh makan/minum itu ya?” Boleh saja menunjukkan perhatian Mama pada teman soal apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. Namun, rasanya tidak nyaman saat ada orang yang terus memantau Mama, ya kan? Lebih baik coba berkata, “Kamu ingin banget minum kopi? Kalau hari ini belum minum kopi sama sekali, sini aku belikan saja!”
Hamil memang momen spesial bagi kehidupan wanita. Meski banyak melibatkan perubahan bentuk tubuh dan kondisi psikologis, tetap saja kehamilan harus menjadi sesuatu yang dirayakan, bukan dihakimi orang lain. Sebaik apa pun niatan Mama untuk berkomentar, tahan diri untuk tidak berucap apa-apa daripada menimbulkan rasa khawatir pada diri ibu hamil tersebut.
Kalaupun Mama tidak yakin untuk membahas mengenai kehamilan teman Mama, cukup katakan, “Bagaimana perasaanmu hari ini? Apakah semua berjalan lancar?” agar ia merasa mendapat dukungan Mama seratus persen.




serba males ngapa ngapain krn ngerasa lebih cape dan sakit s tampilkan selengkapnya
- 3
Hai Mama, mengenai kondisi yang Mama alami tergolong normal karena perubahan hormonal dan usia kehamilan yang semakin besar sehingga berpengaruh pada beban tubuh. Mama bisa istirahat yang cukup, hindari stres, mengonsumsi makanan bergizi, olahraga 😊 ^ak
- 0
Hai Mama, mengenai kondisi yang Mama alami tergolong normal karena perubahan hormonal dan usia kehamilan yang semakin besar sehingga berpengaruh pada beban tubuh. Mama bisa istirahat yang cukup, hindari stres, mengonsumsi makanan bergizi, olahraga 😊 ^ak
- 0
Hai Mama, perut mulas saat hamil bisa disebabkan perubahan hormon, gangguan pencernaan, atau pembesaran rahim. Mama bisa istirahat yang cukup, hindari stres, minum air putih yang cukup, dan periksa ke dokter jika tidak membaik ya Ma 😊 ^ak
- 0
Hai Mama, mengenai selera makan yang berkurang tergolong wajar Ma karena disebabkan oleh perubahan hormonal selama kehamilan. Mama bisa makan sedikit tapi sering, ganti nasi dengan kentang, ubi, variasikan menu makanan yang Mama konsumsi ya 😊 ^ak
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)