Si Kecil dan Kebiasaan Uniknya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/7vO2oTNOfUXXvoiq4XpSu/original/44572.jpg)
Anindita Budhi T., S.Psi
Di balik kegemasan wajah Si Kecil yang beranjak balita, ia punya sederet kebiasaan unik. Kadang, kebiasaan itu malah terlihat sedikit aneh dan tak biasa. Sebut saja, minum air bak mandi, hanya pakai celana saja, atau tantrum saat baju atasan dan bawahan tidak sama.
Bahkan, beberapa anak punya kebiasaan aneh yang sering dilakukan menjelang tidur. Misalnya, membenturkan kepala ke tembok, guling sana-sini, memegang bagian tubuh tertentu, atau memelintir rambut hingga tidur.
Apakah semua anak melakukan kebiasaan itu? Kapan Mama perlu khawatir? Simak penjelasan berikut.
Penyebab kebiasaan unik itu terjadi
Kebiasaan unik itu sebetulnya merupakan comfort habit atau self-soothing behavior yang dilakukan anak pada situasi tertentu, terutama ketika anak tidak mendapatkan perhatian penuh dari orang tua. Maka, anak berusaha menenangkan dirinya melalui kebiasaan tersebut.
Kebiasaan demikian juga membantu anak melepaskan ketegangan dan energi. Itulah mengapa perilaku ini muncul saat energi anak masih penuh, tetapi ia merasa mulai lelah dan jatuh tertidur. Selain itu, perilaku tersebut juga tampak saat anak sedang dalam masa transisi tumbuh kembang atau momen penting dalam hidupnya, seperti potty training dan kelahiran adiknya.
Bagi sebagian kecil anak, perilaku demikian bisa menjadi indikasi gangguan perkembangan, seperti ADD-ADHD, autis, learning disabilities, atau sensory processing disorder. Namun, tentu saja perlu pemeriksaan psikologi dari psikolog dan dokter anak untuk menegakkan diagnosis tersebut. Biasanya, bukan hanya sekadar jenis perilaku saja yang diobservasi, tetapi juga frekuensi, berapa lama perilaku berlangsung, dan simtom lainnya.
Apa yang bisa Mama lakukan?
Sebenarnya, tidak banyak yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi kebiasaan unik Si Kecil. Alih-alih memaksa Si Kecil berhenti melakukannya, Mama bisa mengabaikan saja perilaku ini. Kabar baiknya, kebiasaan tersebut berangsur-angsur menghilang begitu Si Kecil berusia 3 atau 4 tahun.
Namun, jika Mama khawatir dan ingin mengurangi kebiasaan itu, coba lakukan ini.
- Apabila perilaku Si Kecil kurang pantas (memegang bagian tubuh privat), ingatkan Si Kecil secara perlahan bahwa hal itu hanya boleh dilakukan di kamar, bukan di depan orang lain.
- Pastikan rumah Mama aman untuk Si Kecil, khususnya di tempat Si Kecil biasa melakukan kebiasaan tersebut. Misal, Si Kecil suka guling-guling sebelum tidur, tentu lebih aman jika menaruh kasur di lantai agar anak tidak jatuh dari tempat tidur.
- Saat Si Kecil mulai melakukan kebiasaannya berulang kali, pastikan Mama meluangkan waktu untuk memeluk dan mencium Si Kecil lebih sering. Pelukan dan ciuman sungguh membuat Si Kecil merasa lebih nyaman.
- Cek lagi rutinitas harian Si Kecil, apakah Mama mengajak Si Kecil tidur lebih awal dari jadwalnya? Sebaiknya, Mama mengajak Si Kecil tidur saat ia terlihat mulai sedikit mengantuk daripada ketika ia masih segar dan penuh energi.
- Evaluasi kehidupan keluarga belakangan ini, mungkinkah ada kejadian tertentu yang menyebabkan Si Kecil mengulang kebiasaan itu. Contoh, jelang kelahiran adiknya, pindah rumah, atau potty training. Mama pun bisa lebih menaruh perhatian pada Si Kecil untuk memastikan bahwa ia akan baik-baik saja.
Sudah tahu kan bagaimana menangani comfort habit atau kebiasaan unik Si Kecil? Selamat mencobanya di rumah! (AB)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
