Artikel/Pasca Kehamilan/Kapan Bayi Bisa Merangkak? Ini Usia dan Tandanya

Kapan Bayi Bisa Merangkak? Ini Usia dan Tandanya

Athika Rahma | Diterbitkan pada 31 Maret 2026
Ditinjau oleh dr. Fiona Amelia
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Merangkak adalah fase penting dalam perkembangan bayi. Pelajari tanda-tanda si kecil siap merangkak, variasi gaya merangkak yang normal, serta cara menciptakan area bermain yang aman untuk eksplorasi.
sampai-kapan-kita-menunggu-sampai-bayi-bisa-merangkak

Merangkak merupakan salah satu tahap penting dalam perkembangan motorik bayi sebelum belajar berjalan. Pada fase ini, bayi mulai melatih kekuatan otot, keseimbangan tubuh, serta koordinasi antara tangan dan kaki.

Dengan memahami tahapan perkembangan ini, Mama dapat lebih siap mendampingi si Kecil saat belajar bergerak secara mandiri.

Usia Berapa Normalnya Bayi Bisa Merangkak?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul pada orang tua adalah “kapan bayi bisa merangkak?”. Secara umum, sebagian besar bayi mulai merangkak pada rentang usia sekitar enam hingga sepuluh bulan. Namun, perlu dipahami bahwa setiap bayi memiliki ritme perkembangan yang berbeda.

Sebelum mencapai tahap merangkak, bayi biasanya melewati beberapa fase perkembangan motorik. Misalnya, bayi mulai mampu mengangkat kepala dengan kuat saat tengkurap, berguling dari posisi telentang ke tengkurap, serta duduk tanpa bantuan. Tahapan tersebut membantu memperkuat otot tubuh yang dibutuhkan untuk merangkak.

Selain itu, kemampuan merangkak juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kekuatan otot, kesempatan untuk bergerak, serta stimulasi yang diberikan oleh orang tua. Oleh karena itu, perkembangan setiap bayi bisa saja berbeda, tetapi tetap berada dalam rentang yang normal.

Tanda Bayi Siap Merangkak

Sebelum benar-benar merangkak, bayi biasanya menunjukkan beberapa tanda kesiapan yang menandakan perkembangan motoriknya semakin baik. Mama dapat memperhatikan beberapa ciri berikut:

  • Bayi mampu mengangkat kepala dan dada dengan stabil saat berada dalam posisi tengkurap.
  • Si Kecil mulai sering berguling dari telentang ke tengkurap atau sebaliknya.
  • Bayi mencoba menopang tubuh dengan kedua tangan.
  • Mulai mengayunkan tubuh ke depan dan ke belakang saat berada pada posisi tengkurap.
  • Bayi tampak tertarik meraih benda di sekitarnya.
  • Mampu menopang tubuh dengan tangan dan lutut secara bersamaan.
  • Menunjukkan keinginan untuk bergerak menuju mainan atau orang yang berada di dekatnya.

Tanda-tanda tersebut biasanya mulai terlihat ketika bayi berusia sekitar lima hingga delapan bulan. Pada masa ini, otot lengan, bahu, dan punggung bayi mulai semakin kuat sehingga mendukung proses belajar merangkak.

Gaya Merangkak yang Normal pada Bayi

Menariknya, tidak semua bayi merangkak dengan cara yang sama. Ada beberapa variasi gaya merangkak yang tetap dianggap normal selama bayi mampu bergerak dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

1. Merangkak klasik

Ini merupakan gaya merangkak yang paling sering terlihat. Bayi menggunakan kedua tangan dan lutut secara bergantian untuk bergerak maju. Posisi tubuh sedikit terangkat dari lantai sehingga gerakan menjadi lebih stabil.

2. Merayap

Pada gaya ini, perut bayi masih menempel pada lantai saat bergerak. Bayi biasanya menggunakan lengan untuk menarik tubuh ke depan. Walau terlihat berbeda, gaya ini tetap termasuk tahap perkembangan yang normal.

3. Bear crawl

Beberapa bayi merangkak dengan posisi tangan dan kaki lurus tanpa menekuk lutut. Posisi tubuh menyerupai gerakan berjalan seekor beruang kecil.

4. Merangkak menyamping

Ada pula bayi yang bergerak menyamping saat merangkak. Gaya ini mungkin terlihat unik, tetapi tetap termasuk variasi merangkak yang normal selama bayi dapat bergerak dengan baik.

5. Ngesot

Sebagian bayi memilih bergerak dengan cara menggeser bokong di lantai. Cara ini sering disebut sebagai scooting dan masih termasuk variasi perkembangan motorik yang wajar.

6. Berguling untuk Berpindah Tempat

Beberapa bayi lebih sering berguling untuk berpindah posisi daripada merangkak. Cara ini juga menunjukkan bahwa bayi sedang belajar menggerakkan tubuhnya untuk menjelajahi lingkungan sekitar.

Melihat berbagai variasi tersebut, Mama tidak perlu terlalu khawatir jika gaya merangkak bayi terlihat berbeda dari bayi lain.

Cara Menstimulasi Bayi agar Bisa Merangkak

Merangkak merupakan keterampilan yang dapat berkembang secara alami. Namun, stimulasi yang tepat dapat membantu memperkuat otot dan meningkatkan kepercayaan diri bayi saat bergerak. Berikut beberapa cara yang dapat Mama lakukan:

  • Memberikan waktu tummy time secara rutin agar otot leher, bahu, dan punggung bayi semakin kuat.
  • Meletakkan mainan favorit sedikit di luar jangkauan bayi agar ia terdorong untuk bergerak.
  • Mengajak bayi bermain di lantai dengan alas yang aman dan nyaman.
  • Membantu bayi mencoba posisi merangkak dengan lembut.
  • Memberikan ruang yang cukup agar bayi dapat bergerak bebas.
  • Mengajak bayi berinteraksi dan bergerak bersama saat bermain.

Jika Mama ingin mengetahui stimulasi yang lebih lengkap, Mama dapat membaca panduan yang tersedia pada artikel berikut: Stimulasi Tepat untuk Melatih Bayi Merangkak.

Artikel tersebut membahas berbagai cara stimulasi yang dapat membantu melatih kemampuan merangkak secara bertahap dan menyenangkan.

Bayi Tak Kunjung Merangkak, Perlukah Khawatir?

Sebagian orang tua mungkin bertanya-tanya mengenai umur berapa bayi bisa merangkak sendiri dan merasa khawatir jika si Kecil belum menunjukkan tanda-tanda merangkak.

Pada kenyataannya, tidak semua bayi melalui tahap merangkak dengan cara yang sama. Ada bayi yang merangkak lebih cepat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama. Bahkan, beberapa bayi melewati fase merangkak dan langsung belajar berdiri atau berjalan.

Yang terpenting adalah melihat perkembangan motorik bayi secara keseluruhan. Jika bayi tetap aktif bergerak, mampu duduk, serta menunjukkan minat untuk menjelajahi lingkungan, hal tersebut biasanya menunjukkan perkembangan yang baik.

Mama dapat mempertimbangkan berkonsultasi dengan dokter anak apabila bayi belum menunjukkan tanda-tanda bergerak aktif hingga usia tertentu.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan bahwa perkembangan motorik berjalan dengan optimal sesuai dengan usia bayi bisa merangkak pada umumnya.

Tahap merangkak merupakan bagian penting dalam perjalanan tumbuh kembang bayi. Melalui fase ini, bayi belajar mengoordinasikan gerakan tubuh, memperkuat otot, serta mulai mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Dengan memahami tanda kesiapan dan memberikan stimulasi yang tepat, Mama dapat membantu si Kecil menjalani tahap perkembangan ini dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

Unduh aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan berbagai informasi kesehatan terpercaya seputar kehamilan, persalinan, serta tumbuh kembang bayi.

Mama juga dapat bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk berbagi pengalaman dan mengikuti berbagai event edukatif bersama sesama Mama.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
2
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image