Saatnya Si Kecil Belajar Mencuci Tangan
:strip_icc():format(webp)/hb-article/GbdI8Dj9WQ6HgjKyhsFiw/original/43361.jpg)
dr. Venny Beauty
Mencuci tangan adalah cara paling mudah, murah, dan efektif untuk mencegah penyebaran kuman. Jika Si Kecil menyentuh mata, hidung dan mulutnya tanpa mencuci tangan, ia dapat terinfeksi kuman yang membuatnya sakit seperti diare, flu, cacingan, dan penyakit lainnya. Si Kecil sebaiknya diajarkan untuk mencuci tangan sedari kecil agar ia terbiasa hingga besar nantinya. Biasanya anak sudah mulai bisa mencuci tangan sendiri saat berusia 3 tahun. Sebelum itu, Mama perlu membantu Si Kecil untuk mencuci tangannya.
Si kecil akan cenderung lebih mau mencuci tangan jika ia mengerti kenapa itu penting. Jelaskanlah kepadanya mengenai pentingnya mencuci tangan, misalnya untuk mencegahnya sakit dan menularkan penyakit pada orang lain. Ceritakan juga bahwa kuman ada di mana-mana walaupun tak terlihat, kuman bisa membuatnya sakit jika masuk ke tubuh misalnya melalui mulut atau hidung, dan mencuci tangan dengan sabun bisa membunuh kuman.
Ajarilah Si Kecil langkah-langkah mencuci tangan dengan benar. Basahi tangan dengan air mengalir, kemudian ambil sabun dan gosok telapak tangan, punggung tangan, sela jari, kuku dan pergelangan tangan selama 40-60 detik. Supaya lebih menyenangkan, ajak Si Kecil menyanyikan lagu sambil mencuci tangan. Bilas dengan air mengalir hingga bersih dari sabun, lalu keringkan dengan handuk kering atau tisu. Apabila mencuci tangan di tempat umum, hindari menggunakan pengering tangan karena dapat menambah jumlah kuman di tangan.
Persiapkanlah tempat mencuci tangan yang sesuai untuk usia Si Kecil. Jika wastafel terlalu tinggi, tempatkan kursi hingga bisa dicapai dengan mudah olehnya. Apabila sedang berkegiatan di luar ruangan dan tidak tersedia wastafel, Mama dapat juga menggunakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol sebagai pengganti mencuci tangan dengan sabun.
Bahkan ketika sudah bisa mencuci tangan, Si Kecil tidak selalu ingat dan terbiasa. Ingatkanlah kapan ia harus mencuci tangan, misalnya sebelum makan, setelah buang air, setelah menyentuh hewan, setelah bermain di luar rumah, setelah membuang sampah, dan setelah batuk atau bersin. Motivasi terus Si Kecil dan jadilah role model untuknya. Biarkan Si Kecil melihat Mama mencuci tangan dan mencontohnya. Jangan kecewa jika Si Kecil tidak langsung lihai dalam mencuci tangan. Berikanlah pujian padanya jika ia dapat mengingat sendiri kapan waktu mencuci tangan. Mama juga dapat memberinya reward kecil jika ia mencuci tangan dengan benar, misalnya memberi bintang. Tempel gambar di rumah untuk mengingatkannya mencuci tangan menggunakan warna dan gambar yang menarik, dan taruhlah di tempat yang mudah terlihat oleh Si Kecil.
Kebiasaan mencuci tangan mungkin terdengar sepele, namun bisa berdampak besar bagi kesehatan Si Kecil. Buatlah mencuci tangan menjadi aktivitas yang menyenangkan baginya dan jangan mudah menyerah jika Si Kecil belum mahir mencuci tangan ya, Ma. (VB)




Hal kecil tapi membawa dampak besar sih, setuju skali dgn dr tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, terima kasih atas sharingnya, semoga sehat selalu ya Mama dan keluarga :) ^ak
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)