Pengasuhan Kompak bagi Bayi
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j_DC7cVyTcR7s7eD_MsM9/original/46794.jpg)
Anindita Budhi T., S.Psi
Menginjak usia 22 bulan, Si Kecil bukan lagi bayi sebenarnya. Ia sudah beranjak menjadi balita dengan segala keinginan yang muncul dan menuntut untuk dituruti. Meski ia tampak lebih mandiri, Si Kecil masih belum mampu mengekspresikan kebutuhannya secara jelas.
Si Kecil juga masih kesulitan saat berhadapan dengan aturan, kompromi, dan rasa kecewa. Ujungnya, Si Kecil mudah tantrum dan kadang menyulitkan Mama. Namun, Mama bisa menerapkan pengasuhan kompak bersama Papa guna melewati salah satu fase menantang dari tumbuh kembang Si Kecil ini.
Ini yang bisa Mama lakukan
Beberapa tips praktis berikut bisa Mama praktikkan bersama Papa.
- Jangan ragu mengekspresikan kasih sayang dan perhatian pada Si Kecil. Pelukan, ciuman, dan sentuhan fisik lainnya membuat Si Kecil Mama yakin bahwa ia dicintai sepenuhnya.
- Beri pujian dan perhatian pada setiap perilaku baiknya, bukan hanya perilaku buruk saja. Ini memotivasi Si Kecil untuk mengikuti peraturan yang Mama buat.
- Terapkan aturan dasar, bangun lingkungan rumah yang ramah anak, sehingga Mama tidak perlu bolak-balik melarang anak melakukan ini itu.
- Tantrum kadang tidak bisa Mama hindari. Saat itu terjadi, ya terjadi begitu saja. Namun, Mama bisa mengurangi frekuensi, intensitas, dan durasi tantrum Si Kecil dengan melakukan:
- Kenali batasan Si Kecil
- Merespons penolakan Si Kecil dengan tenang atau coba alihkan perhatiannya untuk membujuk ia berkata ‘ya’ pada keinginan Mama
- Tahu kapan Mama bisa menuruti kemauan anak, kapan Mama perlu menolaknya
- Tawarkan pilihan saat situasi memungkinkan guna membangun kemandirian Si Kecil dalam mengambil keputusan sendiri
- Hindari situasi yang bisa memicu tantrum. Pastikan kebutuhan dasar Si Kecil terpenuhi: kenyang, cukup tidur, dan Mama berada di dekatnya ketika ia memasuki lingkungan baru.
- Perkenalkan konsekuensi yang bisa muncul dari perilaku tertentu. Misalnya, Si Kecil terjatuh karena berlari-lari di lantai yang baru dipel. Alih-alih menyalahkan lantai atau memarahi Si Kecil, Mama bisa berkata, “Lain kali, jalan hati-hati kalau lantainya licin, supaya tidak jatuh. Sini peluk Mama, mana yang sakit?”
- Konsisten dan kompak dengan Papa. Dalam menerapkan aturan di rumah, termasuk konsekuensinya, Mama dan Papa sama-sama harus seiya sekata. Jangan sampai Mama berkata ‘A’, tetapi Papa mengatakan ‘B.’ Saat Mama dan Papa bersikap berbeda, Si Kecil bisa bingung atau malah menguji kesabaran Mama dengan mencari celah siapa yang akan membelanya.
- Kritik perilaku Si Kecil, bukan kepribadian Si Kecil. Hindari melabel Si Kecil dengan kata-kata seperti bandel atau nakal hanya karena ia tidak menuruti perintah Mama.
- Jadilah contoh yang baik. Si Kecil belajar berperilaku dengan meniru Mama, orang tuanya. Maka, selalu berupaya menjadi contoh baik bagi Si Kecil adalah salah satu usaha untuk membentuk perilaku positif dalam keseharian Si Kecil.
Menjadi orang tua memang tidak ada sekolahnya. Itulah mengapa dalam setiap tahapan perkembangan Si Kecil, Mama dan Papa akan selalu berhadapan dengan tantangan baru dan berbeda.
Tantangan dari Si Kecil memberi Mama peluang untuk menata ulang dan menyesuaikan beberapa hal terkait pengasuhan. Mama dan Papa juga harus memantau semua proses tumbuh kembang Si Kecil dengan cermat, sehingga dapat merespons dengan tepat setiap perilaku Si Kecil tanpa meninggalkan nilai-nilai keluarga yang tengah ditanamkan.
Itulah mengapa menjadi orang tua merupakan proses pembelajaran seumur hidup dengan anak sebagai guru terbaik Mama dan Papa. Happy parenting! (AB)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
