Menstimulasi Bahasa dan Bicara pada Bayi
:strip_icc():format(webp)/hb-article/xDpsT-KFBF6wrK2jOuSCh/original/383menstimulasi-bicara-dan-bahasa-pada-si-kecil-by-odua-images-shutterstock.jpg)
dr. Indria Sari
Meski kemampuan respon Si Kecil yang berusia 0-6 bulan terhadap bahasa masih terbatas, tahukah Mama bahwa sejak lahir Si Kecil memiliki keinginan yang alami untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Awalnya Si Kecil akan menangis untuk menyampaikan kebutuhannya: lapar, popok basah, ingin dipeluk, atau lainnya. Kemudian ia mulai mengenali bahasa dengan berusaha mencari asal suara atau melihat kepada orang yang berbicara. Lalu seolah-olah mengajak bicara kepada siapapun yang terlihat ingin bicara dengannya dengan melihat, bergerak, atau mengeluarkan suara yang terdengar seperti berkumur sebagai respon. Bahkan seiring pertambahan usianya, pada usia 4-7 bulan, apabila Mama memperhatikan, Si Kecil akan mulai menaikkan dan menurunkan suaranya sedemikian rupa seolah-olah sedang membuat suatu pernyataan ataupun sedang bertanya.
Kemampuan bahasa dan bicara adalah serangkaian tahapan penting yang harus dicapai oleh Si Kecil dalam setiap tahap perkembangannya. Berikut beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk menstimulasi kemampuan bahasa dan bicara pada Si Kecil sejak lahir:
- Berbicaralah dengan Si Kecil dengan kalimat sederhana, jelas, dan diulang-ulang. Mungkin Si Kecil tidak akan langsung memahami apa yang Mama katakan. Namun, dia akan menyukai percakapan ini dan akan merespon dengan melihat, bergerak, atau membuat suara seperti berkumur.
- Selalu perhatikan respon Si Kecil. Mama akan mendapat melihat apakah Si Kecil menyukai perkataan dan hal yang sedang Mama lakukan atau tidak.
- Ajaklah Si Kecil membaca buku sejak lahir. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), membaca bersama Si Kecil dapat memperkaya interaksi dan hubungan antara orang tua dan anak. Hal ini kemudian akan membantu perkembangan sosial dan emosionalnya sehingga anak menjadi lebih mudah untuk mempelajari bahasa dan melatih kemampuan literasi (kemampuan memahami bacaan).
- Berusahalah untuk menamakan ekspresi wajah Mama dengan kata-kata. Misalnya menunjukkan ekspresi wajah yang sedang senang, marah, atau sedih.
Selain memberikan input untuk memperkaya kemampuan berbahasa dan mendorong Si Kecil untuk berbicara, kemampuan yang tidak kalah penting dalam komunikasi untuk juga dikenalkan ialah bergiliran. Ketika berbicara dengan Si Kecil, pastikan Mama memberinya waktu yang cukup untuk merespon (baik itu berupa melihat, bergerak, atau seperti berkumur). Misalnya, ‘apakah kamu merasa senang?’. Berhenti. Si Kecil akan merepon dengan melihat, tersenyum, bersuara seperti berkumur seolah berkata, ‘ya, senang sekali!’. Kemudian Mama mengulangnya ‘perkataannya’ tersebut dengan, ‘ya, kamu senang sekali ya!’. Dan seterusnya.
Apabila hal tersebut dilakukan secara terus-menerus dan konsisten, Mama akan melihat kemampuan bahasa dan bicara Si Kecil berkembang sesuai dengan tahapannya. Jangan lupa untuk rutin membawa Si Kecil ke posyandu untuk diimunisasi dan dinilai aspek pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan demikian, diharapkan tumbuh-kembang Si Kecil dapat terus dipantau dan apabila ada permasalahan dapat diberikan tindak lanjut sejak dini. (IS)




anakku udh 3bulan kok belum bisa ketawa ya apakah itu normal tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Ma, umumnya bayi biasanya baru mulai tertawa bersuara antara usia 4 hingga 6 bulan. Pantau terus perkembangannya ya, Ma :) ^sr
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)