Mengenalkan Finger Foods pada Bayi
:strip_icc():format(webp)/hb-article/brvcpPYMD_NrO0ufgEJEr/original/399mengenalkan-finger-foods-pada-anak-by-famveldman-123rf-1.jpg)
dr. Indria Sari
Finger foods adalah makanan yang dipotong kecil, mudah dipegang dan dimakan oleh bayi. Tidak ada patokan usia yang baku tentang kapan finger foods boleh diberikan pada Si Kecil, namun AAP (American Academy of Pediatrics) merekomendasikan finger foods diberikan ketika Si Kecil sudah bisa duduk tegak dan juga bisa memegang dan membawa potongan makanan sendiri ke mulutnya. Sebagian besar bayi umumnya sudah dapat melakukan hal ini pada usia 8-10 bulan. Dengan demikian, berbagai referensi mengatakan bahwa Mama dapat mulai mengenalkan finger foods pada rentang usia ini, namun perkembangan setiap anak dapat berbeda.
Tidak hanya menyenangkan, bagi Si Kecil kegiatan makan finger foods merupakan satu pencapaian penting karena ia memiliki kebebasan untuk memilih makanannya sendiri. Selain itu, aktivitas ini juga baik untuk melatih koordinasi dan motorik halusnya. Oleh karena itu, para ahli tidak melarang sepanjang finger foods diberikan dengan cara yang aman dan tetap memperhitungkan kebutuhan kalori dan nutrisi Si Kecil.
Berikut beberapa hal yang dapat Mama perhatikan dalam mengenalkan finger foods kepada Si Kecil:
1. Untuk mencegah tersedak, pastikan finger foods yang diberikan bertekstur lembut, mudah ditelan, dan berukuran kecil. Misalnya, potongan kecil pisang, kue atau biskuit yang dapat meleleh di mulut tanpa dikunyah, telur orak-arik, pasta, ayam, kentang atau kacang polong.
2. Pastikan jumlah asupan Si Kecil tetap sesuai dengan kebutuhan energi dan kalori sesuai usianya. Pengenalan terhadap finger foods tidak berarti Si Kecil tidak disuapi sama sekali, tetapi merupakan salah satu cara makan yang juga memiliki berbagai manfaat.
3. Makanan yang diberikan (kecuali beberapa jenis buah seperti pisang, anggur dll) harus dimasak sampai lembut.
4. Jangan memberikan makanan yang membutuhkan kunyah agar dapat ditelan. Hal ini juga berlaku untuk makanan yang dapat menyebabkan tersedak seperti bongkahan besar daging, keju, selai kacang, apel; anggur yang tidak dipotong; permen lengket, dll.
Hal yang tidak kalah penting adalah membentuk kebiasaan makan yang baik. Biasakan Si Kecil dengan proses makan: mulai dari duduk, mengambil makanan dari sendok, beristirahat sebentar di antara setiap kunyahan, dan berhenti makan apabila kenyang. Ingat juga untuk selalu memberikan banyak variasi makanan sesuai kebutuhan Si Kecil. Selamat bersenang-senang dengan finger foods ya, Ma!




artikel ini sangat membantu untuk anak yg udah tumbuh gigi y tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, semoga informasinya bermanfaat ya. Salam sayang untuk Si Kecil 😊 ^ak
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)