Mengenal Temperamen Anak
:strip_icc():format(webp)/hb-article/M9chqd0T3vTit3EkHbkye/original/46693.jpg)
Paskalia M Lumban Batu, S.Psi., M.Psi., Psikolog Anak
Setiap anak lahir dengan karakteristik yang unik, yang akan membedakannya dalam memproses dan merespon lingkungan di sekitarnya. Karakteristik unik tersebut dikenal dengan temperamen. Ada bayi yang cepat beradaptasi, kalem, memiliki jam biologis yang terprediksi, dan mudah ditenangkan. Sebaliknya, ada bayi yang membutuhkan waktu lebih untuk beradaptasi, aktif, menangis dengan kencang, serta sulit ditenangkan. Meskipun demikian, bukan berarti ada anak yang lahir “baik” ataupun “buruk”, semua mereka hanya berbeda. Meskipun temperamen merupakan karakter yang dibawa sejak lahir, namun bagaimana lingkungan (orang tua) berinteraksi akan menentukan bagaimana temperamen ini berkembang menjadi kepribadiannya kelak. Oleh sebab itu, memahami temperamen Si Kecil dan menerimanya apa adanya bukan sebagai kekurangan melainkan keunikan, akan memungkinkan orang tua terhubung secara emosional dan mendampingi tumbuh-kembang Si Kecil secara lebih efektif.
Chess dan Thomas memaparkan terdapat sembilan dimensi temperamen yang perlu diperhatikan untuk menyesuaikan gaya pengasuhan:
1. Level aktivitas motorik, yaitu proporsi periode aktif dan pasif pada anak
2. Ritmik, yaitu terprediksi atau tidaknya fungsi biologis, seperti waktu makan, tidur, dan buang air.
3. Reaksi mendekat atau menarik diri pada situasi baru (orang, mainan, makanan, tempat,dll)
4. Adaptasi, yaitu reaksi anak pada perubahan
5. Ambang sensori, yaitu sensitivitas sensori sentuhan, rasa, penglihatan, pembauan, dan pendengaran anak
6. Kualitas suasana hati, ada anak yang hampir selalu tersenyum dan mudah tertawa, dan adapula yang lebih sering tampak murung dan mudah menangis
7. Intensitas reaksi, yaitu respon anak terhadap peristiwa di sekitarnya. Ada yang dapat tertawa terbahak-bahak ketika senang, dan menangis kencang sambil melempar barang ketika marah, namun ada pula yang kurang merespon bahkan butuh dorongan untuk mau terlibat dalam permainan dan interaksi.
8. Sulit/mudah teralihnya anak oleh stimulus dari luar
9. Persistensi dan rentang atensi, yaitu kegigihan anak dalam menyelesaikan tantangan atau kesulitan, serta rentang waktu anak bertahan dalam kegiatan tanoa teralih.
Dengan mengenali temperamen Si Kecil, orang tua diharapkan tidak membandingkannya dengan anak lain dan menyesuaikan pengasuhan sesuai kebutuhan Si Kecil. Contohnya pada anak yang memiliki level aktivitas tinggi, orang tua dapat menyediakan ruangan, media eksplorasi dan kesempatan bermain outdoor yang aman, anak butuh menyalurkan kebutuhan bergeraknya sebelum melakukan kegiatan tenang seperti belajar. Sebaliknya, pada anak pasif membutuhkan banyak stimulasi untuk mendorongnya mau eksplorasi dengan mainan yang cerah, berlampu, suara yang ceria, ekspresi wajah dan senyuman untuk memancing reaksinya.
Selain itu, orang tua pun perlu mengenali temperamennya sendiri, sehingga dapat mencari solusi yang sesuai dengan temperamen Si Kecil tanpa mengabaikan kebutuhannya. Contohnya seorang mama yang memiliki rutinitas tidur teratur memiliki anak yang jadwal tidurnya tidak teratur akan frustrasi apabila tidak menerima temperamen anak dan mencari solusi yang sesuai kebutuhan mama. Misalnya dengan mengajarkan anak beraktivitas yang aman ketika ia belum dapat tidur (hindari gadget karena akan semakin membuatnya sulit tidur).
Memahami temperamen bukan berarti memaklumi dan membiarkan Si Kecil dengan alasan “Yah..memang temperamennya demikian”, melainkan tantangan bagi orang tua melatih diri untuk membantu Si Kecil mengembangkan perilaku dan keterampilan melalui kesabaran, penguatan, dan proses pengasuhan yang memahami perasaan Si Kecil namun tetap tegas. Salah satu metodenya adalah dengan memberikan pilihan yang terbatas, yaitu membiarkan Si Kecil memilih dari 2-3 pilihan yang menurut orang tua masih dapat diterima dalam situasi tertentu. Happy Parenting! (PM)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
