Mengenal dan Menyiasati Fear of Strangers
:strip_icc():format(webp)/hb-article/115E96FW3pMex0xE2q5Aw/original/403mengenal-dan-menyiasati-fear-of-strangers-shutterstock.jpg)
dr. Marlene Abigail
Fear of strangers atau strangers anxiety dapat diartikan sebagai kecemasan atau ketakutan yang dirasakan oleh Si Kecil ketika didekati oleh orang yang asing baginya. Ketakutan ini dapat diekspresikan oleh Si Kecil dengan menangis, menjadi sangat diam, menatap ketakutan, atau bersembunyi. Ketakutan Si Kecil ini mungkin terkadang memberikan rasa kurang nyaman bagi Mama, namun hal ini menandakan kalau kognitif Si Kecil sedang berkembang loh, Ma. Keadaan ini sangat umum dan merupakan suatu tahap yang normal dalam perkembangan anak.
Munculnya fear of strangers
Ketakuan ini muncul karena Si Kecil sudah dapat membedakan orang yang familiar dan yang tidak. Kecemasan ini juga merupakan tanda bahwa Si Kecil memiliki kelekatan yang baik dengan Mama dan Si Kecil menganggap Mama adalah tempat amannya. Keadaan ini umumnya muncul pada usia sekitar 7-10 bulan, memuncak pada usia 12-15 bulan dan mulai berkurang sampai hilang pada usia 18 bulan-2 tahun.
Bagaimana menyiasatinya?
Walaupun keadaan ini adalah bagian dari perkembangan yang normal, namun ada beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk mengurangi kecemasan Si Kecil.
1. Jangan memaksa Si Kecil untuk berinteraksi
Mama perlu memberi ruang supaya Si Kecil terbiasa dengan wajah-wajah baru. Memaksa Si Kecil untuk berinteraksi dengan orang yang belum dirasa nyaman oleh Si Kecil akan meningkatkan kecemasannya.
2. Jangan mengabaikan kecemasan Si Kecil
Ketakutan yang dirasakan oleh Si Kecil ini adalah nyata dan mengabaikannya dapat meningkatkan kecemasannya. Sebaliknya, Mama perlu menenangkan Si Kecil tapi tanpa membesar-besarkan ketakutan yang sedang dia alami.
3. Beritahu kerabat dan teman
Kerabat dan teman yang ditolak oleh Si Kecil perlu diberitahu bahwa hal ini adalah fase perkembangan Si Kecil. Mama dapat memberitahu bagaimana cara mendekati Si Kecil supaya Si Kecil tidak terlalu merasa takut, misalnya, ketika baru pertama kali bertemu tidak langsung menggendong tetapi memberikan jarak untuk Si Kecil sebagai pemanasan, kemudian coba tawarkan mainan yang Si Kecil senangi dan menunggu sampai Si Kecil menerimanya.
4. Memperkenalkan pengasuh baru secara bertahap.
Jika Mama ingin menggunakan jasa pengasuh baru, pengasuh tersebut perlu berkenalan terlebih dengan Si Kecil dengan ditemani Mama sampai Si Kecil merasa nyaman sebelum Mama meninggalkan Si Kecil dengannya.
5. Berikan jaminan
Si Kecil memerlukan jaminan terus menerus bahwa Mama ada di samping Si Kecil dan Si Kecil aman. Jaminan ini dapat melalui kata-kata maupun bahasa tubuh seperti menggenggam tangan Si Kecil, memangku, menggendong, atau memeluk.
6. Perkenalkan Si Kecil dengan orang baru sejak mereka sangat kecil
Salah satu cara terbaik untuk mencegah kecemasan yang tinggi adalah dengan memperkenalkan Si Kecil dengan banyak orang baru sejak usia dini dengan ditemani Mama sehingga Si Kecil terbiasa dan tidak terlalu merasa terancam.
Kapan harus cemas?
Ketika reaksi ketakutan Si Kecil sangat besar, ketika Si Kecil tidak dapat melakukan apa-apa tanpa Mama di sampingnya, dan ketika Si Kecil tidak dapat ditenangkan oleh Mama saat bertemu dengan orang asing. Jika Mama cemas fear of strangers yang dialami Si Kecil terlalu hebat, Mama dapat berkonsultasi dengan Dokter Anak atau Psikolog Anak. (MA)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
